Legoland Resort Malaysia – I

Rombongan lenong di spot wajib Legoland

Setelah rusuh bikin paspor buat Kiran, akhirnya kami jadi juga liburan ke Legoland. 
Getting there…

Kami memutuskan untuk naik bis dari Singapura ke Legoland. Harganya $12/orang/trip. Lokasi keberangkatan dari Singapore Flyer dan turun langsung di Legoland. Info lengkapnya bisa dilihat disini.

Berangkat dari Singapore Flyer sekitar jam 10.30 pagi, dan tiba di Legoland sekitar jam 12 siang. Sedangkan pulangnya kami ambil jam 4.15 sore dan tiba sekitar jam 6. 

Usahakan barang bawaan dibuat seminimal mungkin, karena harus bawa turun barang saat imigrasi; 

  • Berangkat; hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Singapura dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Malaysia. 
  • Kembali; sebaliknya, hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Malaysia dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Singapura.

Dengan bayi dan balita, bawaan kami ga bisa ditawar lagi 😁 1 koper sedang dengan 2 stroler. Untung ada mertua dan 2 anak M yang sudah lumayan besar jadi ga terlalu rusuh deh…

The Hotel

Bangunan Legoland Hotel adalah yang pertama terlihat saat bis mendekati area Legoland Resort. Dilengkapi dengan 249 kamar bertema Kingdom, Pirate dan Adventure plus kolam renang dan beberapa pilihan resto.

Karena kami datang naik bis, jadi masuk dari belakang hotel yang menghadap ke theme park. Langsung disambut lift yang penuh bergambar karakter Lego, lampu disko dan musik. Seru!

pintu lift

disco time!

Keluar lift, langsung ketemu Foam Brick area, semacam area Lego Duplo tapi bahannya dari busa dengan ukuran besar. Juga dilengkapi area X-Box yang di aktifkan 2 kali sehari. Eden bahagia luar biasa, sibuk lari sana sini, susun Lego dan bermain warna.

brick foam area

Masuk ke lobby, makin seru lagi karena background area receptionist tuh penuh sama minifigures, dan bentukan Lego sejauh mata memandang, juga toko yang sumpah menggoda bangets!
Di area ini, ada kolam-kolam berisi Lego Brick yang bebas dimainkan. Jangan lupa perhatikan juga papan pengumuman karena ada waktu-waktu tertentu karakter Lego muncul disini dan di area Brick Foam. Selain itu, bisa juga tukar minifigure, tapi sayang saya ga baca lebih lanjut syarat dan ketentuan untuk program ini.

area receptionist

Karena rombongan kami terdiri dari 4 dewasa dan 4 anak, dipilihlah Kingdom Suite yang bisa menampung sesuai kebutuhan. Sayangnya di page booking kamar ga dijelaskan kalau tempat tidur yang tersedia berupa 1 kingbed dan 6 single bed (masing-masing berupa bunk bed 3 susun), jadi terpaksalah Nana dan Pop tidur di bunk bed 😁. 


Kamarnya lumayan besar, ada satu kamar tidur dengan kingbed, dua kamar mandi (satu shower dan satu tub), ruang tv menyatu dengan ruang makan, dan area bunk beds. Dalam kamar juga disediakan portable cot, jadi ga perlu lagi minta ke hotel.

Yang seru, di dalam kamar ada semacam peti harta karun dan peta petunjuknya. Jadilah anak-anak heboh cari jawabannya, sampe akhirnya berhasil buka kunci peti dan ngedapetin Lego-Lego ini. Selain Lego yang boleh dibawa pulang, disediakan juga 2 kontainer Lego Duplo yang bisa dimainkan di dalam kamar.


Untuk peralatan mandi, waktu hari pertama disediakan 1 pak toiletries di masing-masing kamar mandi yang berbentuk semacam kotak puzzle. Hari kedua saya tungguin ternyata ga nongol lagi πŸ˜‹ selain itu, ada juga yang satuan seperti pada umumnya. Semua dibungkus dalam kemasan bergambar Lego, tapi sayang isinya standar dan bukan produk Lego.

Untuk urusan perut, ada beberapa resto tersedia di hotel, dan ada juga fast food seperti KFC (ada menu nasi 😍), BK dll di samping hotel. Semacam pusat perbelanjaan kecil. 

Sarapan pagi disediakan di Brick Restaurant. Tempatnya luas banget, seru warna warni, banyak Lego pastinya, makananya beragam banget dan enak. Kami sempat balik lagi untuk makan malam dan walaupun menu buffet ga seberagam sarapan, tapi tetap enak. Untuk makan malam, taplak mejanya cuma kertas putih bergambar plus beberapa guyonan ala bule dan setiap anak dapat 4 krayon warna. Jadi bebas merdeka deh anak-anak mau corat coret di taplak itu. Sedangkan saat sarapan, kalau placemat dibalik itu kertas gambar juga. Eden happy banget coret sana sini dibantuin sama semua orang πŸ˜‹ 

Siap-siap untuk antri pada saat sarapan, karena walaupun ruangan besar, tapi pengunjungnya pun luar biasa banyak.

Selain itu ada kids activity corner, dimana anak bisa menghias cupcake-nya sendiri. Dan juga ada berbagai macam permen dan coklat yang merupakan bagian dari buffet. Jadi waspadalah wahai ibu bapak πŸ˜„

Secara keseluruhan hotel Legoland ini asik banget dan seru. Makanan enak, servis bagus dan tentunya seru karena betul-betul seperti di negeri Lego. Tapi saran saya, kalau ga suka anak-anak, sebaiknya coret aja tempat ini dari bucket list. They are everywhere, literally everywhere πŸ˜„

Cerita theme park dan water park menyusul ya…

Lip & Tongue Tie


Setelah Eden mengalami proses pengguntingan Tongue Tie ga lama setelah lahir, ternyata Kiran pun harus mengalami proses yang kurang lebih sama. Karena konon salah satu penyebabnya adalah faktor genetis (yup, M side πŸ˜‹).

Waktu masih di ruang persalinan dan dokter spesialis anak mengenalkan diri, saya langsung bilang kalau nanti bayinya tampak tongue tie, tolong langsung ditangani saja. Setelah lahir, dokter tsb bilang kalau Kiran memang ada sedikit tongue tie dan tidak perlu ada tindakan.

Pertama kali menyusui, rasa sakit langsung terasa dan bentuk puting saya setelah menyusui tampak kotak (harusnya agak runcing/segitiga) yang merupakan salah satu indikator bayi memiliki sindrom tongue tie. Proses menyusui pun lama, bayi tidur terus menerus karena malas menyusu (menurut dokter, bayi dengan tongue tie mengalami kesulitan menyusui jadi lebih memilih tidur), dan juga proses pelekatan (latching) yang singkat dan menyebabkan bayi menangis setiap beberapa isapan. 

Karena gejala tsb di atas tampak sama seperti Eden bayi, maka saya langsung berupaya memompa asi dan memberikan botolan kepada Kiran. Dengan demikian berat badan Kiran juga tetap terjaga dan ga rewel karena kelaparan.

Setelah dokter spesialis anak yang kami datangi setuju bahwa Kiran harus mendapat tindakan untuk tongue tie-nya, kamipun membuat janji temu dengan salah satu dokter yang direkomendasikan. Seorang profesor bedah mulut di rumah sakit yang cukup ternama. Sayangnya kami harus kecewa karena menurut beliau, usia bayi harus minimum 2.5 bulan dan tindakan dilakukan dengam bius total. Awalnya kami masih ngotot mengingat proses tindakan Eden sangat singkat dan tanpa bius. Tapi beliau bilang kalau beda negara ya beda prosedur. Jadi sudahlah, kami pulang. Perjalanan 3 jam pulang pergi pun sia-sia dan hanya buang waktu 😀

Kemudian kami dapat info kalau anak sepupu saya mengalami tongue tie dan sudah mendapat tindakan, padahal usianya hanya lebih tua beberapa hari dari Kiran. 

Berangkatlah kami ke Kemang Medical Center untuk ketemu dr. Asti Praborini, SpA yang mengambil sub spesialis laktasi. Begitu masuk, cerita apa dan bagaimana, lalu beliau minta saya menyusui Kiran untuk melihat proses latching dan posisi mnyusui, kemudian Kiran diperiksa dan ternyata borongan lip & tongue tie. Saya langsung disodori form persetujuan tindakan frenotomy dan beliau langsung mengerjakan. Prosesnya ga sampai 5 menit dan tanpa bius. Untuk lip-nya cukup banyak mengeluarkan darah, dan sepertinya memang lebih sakit πŸ˜“ 


Setelah tindakan, saya diminta menyusui lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Masalah belum selesai ternyata. Kiran terlalu akrab dengan botol susu dan semacam lupa puting, istilahnya nipple confuse, dan harus dilakukan inisiasi menyusui ulang untuk mengembalikan rangsang menyusunya. Saya diminta melakukan kontak skin-to-skin dengan Kiran selama 3 x 24 jam. Tapi karena repot dan ga nyaman, jadi saya cuma melakukan ini selama beberapa jam saja. 

Setelah selesai, kami dirujuk ke Klinik Laktasi dan mendapat pelatihan senam wajah untuk menjaga agar tidak terjadi pelekatan kembali lip & tongue tie tsb.

Butuh kurang lebih 3 hari untuk Kiran bisa kembali menyusu tanpa menjerit dan marah-marah. Alhamdulillah, semoga setelahnya sehat dan baik semuanya.

Please welcome…

  
Kiran Andrew

Alhamdulillah lahir dengan sehat dan selamat melalui c-section pada hari Kamis, 14 April, dengan berat 3.3kg dan panjang 49cm.

Semoga tumbuh menjadi anak yang sehat, soleh, bahagia, pandai dan berbudi luhur. Aamiin…

  

Kasar sama anak

Beberapa hari lalu saya ga sengaja lihat video yang di share teman di facebook. Sayangnya saya ga ngerti bagaimana cari link-nya jadi cuma bisa screen captured aja πŸ™ˆ Isinya video di playground kecil, ada anak-anak main kursi putar. Salah satu anak berlari memutar kursi dan ga sengaja menabrak anak lain. Tiba-tiba seorang bapak yang duduk dekat situ langsung berdiri dan menendang si anak yang menabrak tadi dengan sekuat tenaga dan kemudian kembali duduk dengan tenang. Si anak tampak menangis kesakitan dan kelihatan kesulitan bangun dari posisi telungkupnya. Emosi saya langsung naik nyaris meledak. Semoga si bapak mendapat ganjaran atas perbuatannya dan anak kecil itu sehat ga luka atau apapun.

  
Walaupun berulang kali dengar dan lihat di media sosial kejadian-kejadian mengenaskan kekerasan pada anak, tetap ya rasa marah dan kecewa itu selalu membuncah. Kok ya bisa jahat sama anak, apalagi anak yang betul-betul masih kecil… Knock on wood deh, semoga anak dan keluarga kita selalu sehat dan selamat dalam lindungan-Nya ya, aamiin…

Seorang teman saya mengalami langsung kejadian anaknya menjadi korban kekerasan pengasuh. Seringkali saat pulang kantor, dia melihat memar dan lebam di tubuh anaknya yang waktu itu belum genap 2 tahun. Anaknya pun tampak kurus dan murung. Pengasuh selalu hanya jawab jatuh atau terbentur. Sampai suatu hari teman saya beli semacam cctv dan melihat semua kejadian yang pastinya merupakan mimpi buruk setiap orang tua. Sampai saat ini teman saya ga sanggup menceritakan apa yang dialami anaknya, selain bahwa anak diberi obat tidur dan mendapat perlakuan sangat kasar. 

Kejadian lain dialami orang tua murid di sekolah keponakan saya. Suatu hari sang ayah berkendara dan melihat anak kecil yang digendong pengemis di jalan mirip sekali dengan anaknya. Dia tlp ke rumah dan pengasuh bilang anaknya sedang tidur. Entah mungkin kontak batin atau bagaimana, si ayah turun dan berhasil mengambil anak di jalanan tsb dan membawanya pulang. Dan ketakutan itu terbukti karena si anak memang tidak di rumah tetapi disewakan pada pengemis jalanan πŸ‘Š kejadian ini tidak mereka laporkan, tetapi yang saya dengar kemudian adalah sang ibu mengundurkan diri dan mengurus sendiri anak-anaknya.

Kejadian lain yang sering bikin emosi adalah kelakuan para ibu yang membiarkan anak berlaku kasar pada anak lain. Apartemen dimana kami tinggal saat ini menyediakan ruang bermain yang cukup lengkap dan luas. Beberapa kali kami sempat ketemu anak yang lumayan nakal, dalam artian Eden dan anak lain ga boleh pegang mainan apapun. Selalu direbut dengan cara kasar, bahkan beberapa kali saya lihat dia memukul dan menendang. Untung ibunya lumayan paham dan selalu memarahi, walaupun kelihatannya tidak terlalu berpengaruh karena anaknya tetap melakukan itu sepanjang waktu mereka di ruang main. 

Yang bikin emosi adalah ketika sang ibu dengan manis duduk di sebuah sudut dan sibuk dengan gadget-nya, sementara anaknya merebut, memukul atau menendang anak lain. Kadang cuma angkat kepala sebentar dan bilang, “jangan ya…”, tanpa berbuat apapun. Tadinya saya sungkan mau memarahi anak orang, jadi saya selalu alihkan Eden dari area tempat anak tsb bermain. Tapi lama kelamaan gerah juga, jadi kalau besok-besok ada yang memukul atau menendang Eden, sepertinya saya akan menegur anak tsb. Alhamdulillah selama ini sih belum pernah kejadian ya…

Kelihatannya berlebihan mungkin, tapi saya emosi kalau anak saya dikasari sementara ibu dari anak yang melakukan itu hanya diam dan ga berbuat apapun 😀 selama masih bisa menghindar saya tetap akan pilih menghindar, tapi kalau keterlaluan ya akan saya tegur. 

Saya paham juga kalau anak-anak sesekali akan bertengkar dan 2 menit kemudian main bareng lagi. Tapi saya juga meyakini kalau mereka berbuat sesuatu yang tidak baik ya harus diingatkan saat itu juga kalau itu bukan perilaku yang baik, dengan harapan suatu hari mereka akan mengerti dan tidak mengulanginya.

Saya punya beberapa sepupu yang tidak pernah melarang anaknya, jadi si anak bisa menangis jerit-jerit dan memukul kalau ada yang mengatakan jangan atau tidak boleh. Kejadian sekali waktu mereka ke rumah ibu saya dan anaknya bermain dengan pajangan pecah belah di lemari, sepupu saya diam saja, jadi ibu saya langsung mengalihkan dan mengambil pajangan itu sambil bilang jangan. Kontan anak itu menangis histeris πŸ™ˆ ibunya cuma jawab, “dia ga boleh dibilang jangan tante, pasti ngamuk”. Well, silahkan lah ya kalau dirumah sendiri, tapi kalau bertamu kan tetap ada aturan. Ya ga sih?

Saya dan M sepakat bahwa kalau Eden melakukan sesuatu yang tidak baik harus langsung diberi tau, dan harus konsisten. Sekarang ini Eden lagi suka lempar segala barang dan manjat segala macam. Jadi kalau ketahuan, saya atau M harus menegur, memberi tepukan ringan di tangan atau pantat sebagai hukuman. Tentunya kadang rasa bersalah menggila bikin saya ga tega, tapi kalau diperhatikan, Eden tau batasan mana yang boleh dia lakukan atau ga boleh. Mukanya jail banget atau malah sok ga bersalah banget. Biasanya kalau dia merasa bersalah sih langsung minta peluk πŸ˜‹ “abuuu cuddle… daddy cuddle”. Meleleh deh 😍

Ada ide lebih baik kalau ketemu anak yang kasar sama anak kita sementara orang tua atau pengasuhnya diam saja?

Terbang bawa anak belum 2 tahun

  
Waktu itu saya pernah bahas soal Terbang bawa bayi sekarang saya mau cerita tentang terbang bawa anak belum genap 2 tahun. 

Waktu Eden belum bisa jalan, saya selalu berkhayal betapa seru dan lucunya kalau dia sudah bisa jalan sendiri tanpa perlu di gendong. Di satu sisi memang lucu, tapi di sisi lain bagian capek ngejar dan jagain ternyata ga terlalu lucu πŸ˜… apalagi anak seumur itu belum terlalu paham instruksi. Bawa bayi yang masih minum asi dan belum bisa jalan ternyata jauh lebih mudah. Setidaknya demikian menurut saya. 

Untungnya Eden bisa dibilang bayi yang cukup aman diajak terbang, sebagian besar waktu di pesawat biasanya dihabiskan dengan tidur. 

Terbang bawa anak belum genap 2 tahun berarti irit di kantong karena belum bayar penuh, tapi lumayan cengengesan karena harus mangku sepanjang penerbangan. Kalau pas beruntung kadang petugas darat mengosongkan kursi di sebelah jadi kita bisa lega tanpa khawatir ganggu orang lain.

  
Tantangan pertama terbang setelah Eden bisa jalan itu berat dan capek banget πŸ˜“ ga mau duduk diam dan maunya jalan kaki sepanjang koridor. Untungnya masih minum ASI jadi masih ada sedikit tidur dan nonton film di ipad. Tambah kesini mulai canggih Eden, mulai kreatif pula ibu dan daddy dalam menyiapkan perlengkapan perang di pesawat πŸ˜…

  
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa diterapkan:

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama penerbangan, usahakan jangan makanan manis atau apapun yang akan memicu energi berlebih. Siapkan cemilan kesukaan anak seperti biskuit atau buah.
  • Selain asi, jus atau cemilan, permen semacam cup-a-cup bisa digunakan sebagai alternatif untuk membantu meredakan sakit telinga pada saat pendaratan. 
  • Bawa beberapa alternatif mainan yang tidak berbunyi atau keras, agar tidak mengganggu orang lain. Stiker yang murah meriah bisa mengalihkan perhatian anak untuk waktu cukup lama, biarkan dia menempel sesuka hati dan sibuk sendiri. Buku cerita, mainan kecil seperti remote/hp mainan, boneka, mobil-mobilan dan perlengkapan mewarnai juga cukup berhasil untuk membuat si kecil sibuk.
  • Pilihan terakhir, siapkan sebanyak mungkin film kesukaan anak dalam ipad/gadget 😁 usahakan film-nya tidak penuh stimulasi yang menyebabkan anak bersemangat. In the night garden, bing, giggle and hoot, charlie bear dan cloud babies adalah beberapa film yang bisa jadi pilihan.
  • Perhatikan kondisi anak. Terlalu lelah, terlalu bersemangat, dan terlalu yang lain bisa membuat emosinya berantakan dan rewel sepanjang perjalanan. 
  • Tetap lakukan rutinitas harian agar anak tidak menghadapi terlalu banyak perubahan dan stimulasi.

Jangan panik kalau ada yang menatap sinis dan memberikan komen negatif pada saat anak kita rewel dan tidak bisa diatur. Mereka ini umumnya memang ga paham apa yang kita alami. Selalu akan ada wajah penuh senyum dan sorot mata paham yang menyatakan “been there baby, hang on”. Jadi santai dan nikmati segala prosesnya, segala emosi yang kita rasakan akan dirasakan juga oleh anak dan seringnya ini bikin anak tambah rewel.

Ayo buibu, mari kita lanjut jalan-jalan lagi! πŸ˜‰

Eden dan ASI

  

Sudah semingguan ini akhirnya Eden lepas asi. Dari awal saya memang berniat supaya Eden tetap mendapat asi sampai usia 2 tahun. Tapi karena perut yang semakin membesar, dan pertimbangan untuk memberikan waktu Eden adaptasi sebelum kelahiran Lil Indo, jadilah saya percepat menjadi 22 bulan asi.
Dokter kandungan memang menyarankan untuk segera berhenti memberi asi setelah saya positif hamil. Tapi dari banyak referensi yang saya baca, kalau tidak punya sejarah keguguran dan tidak ada keluhan selama kehamilan, menyusui boleh dilakukan. Pada beberapa kasus, pemberian asi pada saat hamil dapat merangsang rahim untuk melakukan kontraksi sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Alhamdulillah sampai hari ini saya ga ada keluhan dan hasil pemeriksaan Lil Indo juga baik dan sehat. Sempat beberapa kali perut saya terasa kencang/keras, tapi biasanya ini kejadian kalau saya habis jalan kaki banyak dan seharian πŸ˜‹ suka terlalu semangat deh ya kalau lagi liburan.

Beberapa bulan setelah ulang tahun pertama, secara bertahap saya memang mengurangi pemberian asi untuk Eden dan berusaha supaya Eden makan lebih banyak. Yang kedua ini betul-betul ga mudah karena proses pindahan kami kemarin sepertinya berpengaruh kuat ke proses adaptasi Eden, dan sempat membuat Eden ga mau makan apapun selama berhari-hari. 

Alhamdulillah dengan membaiknya pola dan menu makan Eden, berkurang juga pemberian asi-nya menjadi hanya sebelum tidur malam dan sebelum tidur siang. 

Dan sejak positif hamil, saya menghentikan pemberian asi sebelum tidur malam. Tugas menidurkan Eden pindah ke M, karena kalau sama saya prosesnya agak drama. Pakai nangis dan gulang guling dulu, plus perut saya bikin tambah susah bungkuk di box tempat Eden tidur. Kalau sama M, Eden bisa tidur dalam waktu kurang dari 20 menit saja.

Sedangkan untuk menghentikan asi sebelum tidur siang ini, butuh waktu lumayan lama untuk saya menyiapkan mental. Kok malah saya? Iya soalnya kan siang cuma ada saya dan Eden, jadi saya harus betul-betul siap dan kuat mental kalau nanti Eden merengek dan rewel minta asi.

Akhirnya setelah mudik natal dan tahun baru kemarin, setelah badan dan emosi mulai enak, saya pun memberanikan diri mengajak Eden tidur siang tanpa asi. Awalnya dia bingung dan rewel, tapi alhamdulillah ga lama, sekitar 10 menit kemudian pun sudah langsung terdengar nafas teraturnya. Hari ketiga Eden sudah paham kalau ga ada lagi jatah asi, jadi walaupun ada proses nyanyi, bawel dan gulang guling, dia ga rewel dan langsung tidur pulas. Anak soleh ibu banget deh ❀️

Yang lebih menyenangkan dari proses berhenti asi adalah, nafsu makan Eden yang luar biasa. 

Begini sekarang jadwal harian Eden:

  • Bangun jam 6 atau 7 pagi
  • Sarapan 2 batang weetbix dicampur susu
  • Mandi
  • Makan 2 lembar roti bakar oles vegemite, selai kacang/buah, dan kadang nutella. Atau buah; pisang (kesukaan Eden), apel atau anggur.
  • Makan siang
  • Tidur siang, biasanya jam 11/12-2/3, atau jam 2-5
  • Bangun dan makan buah
  • Makan malam
  • Mandi
  • Baca buku sebelum tidur
  • Tidur jam7-730

Itu belum termasuk waktu ngemil biskuit dan sultana/kismis loh, jadi anak ibu sekarang ini alhamdulillah makannya rajin walaupun menunya ga terlalu beragam. Semoga aja ke depannya semakin banyak makanan yang Eden suka ya, supaya tambah sehat dan bertumbuh kembang baik.

Ada dua hal yang menjadi catatan buat saya untuk proses menyusui Lil Indo nanti;

  • Saya harus berusaha memerah asi, supaya M berkesempatan terlibat dalam proses ini dan saya juga jadi lebih leluasa bergerak. Waktu Eden kemarin, asi saya lancar tapi entah kenapa ga banyak hasilnya kalau diperah dengan tangan ataupun pompa.
  • Dengan Eden, saya menyusui sampai Eden tertidur di tangan/pelukan saya. Ternyata ini termasuk salah satu sleep aid dan membuat Eden butuh saya untuk bisa kembali tidur kalau dia terbangun di tengah tidur siang atau malam. Jadi untuk Lil Indo, saya berencana memberi asi tetapi tidak sampai tertidur di tangan/pelukan saya. 

Semoga aja semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kita semua juga selalu dalam keadaam sehat dan bahagia. Aamiin… 😘

Bun in the oven II

  
Iya, saya lagi hamil lagi, alhamdulillah ❀️

Kami memang merencanakan untuk punya anak kedua setelah Eden ulang tahun yang pertama. Selain pertimbangan usia saya, juga supaya jarak mereka ga terlalu jauh jadi bisa main bareng. Tapi mengingat semua butuh proses, akhirnya saya mempercepat berhenti minum pil pencegah kehamilan dari rencana awal berhenti setelah ulang tahun pertama Eden menjadi Desember 2014. 

Sekitar bulan September 2015, saya potong rambut dan mba-nya kaget karena rambut saya cepat sekali panjang padahal baru sekitar 3 bulan lalu saya potong. Saya cerita juga kalau belakangan saya potong kuku bisa 2 kali seminggu. Lalu dia bilang, “jangan-jangan hamil, udah cek belum?”. 

Saat itu memang belum tanggal langganan saya datang, tapi bulan Agustus pun ga seperti biasa, saya hanya dapat sedikit bercak dan selesai dalam 2 hari. Akhirnya saya beli testpack dan muncul 2 strip walau sedikit buram. Hari itu persis tanggal ulang tahun ibu saya, wihhhh saya sudah mo teriak-teriak kasih tau beliau sebagai hadiah ulang tahun, tapi M bilang sabar dulu sampai kita periksa ke dokter.

Dua hari kemudian saya beli testpack lagi dan hasilnya tampak 2 garis yang lebih tegas. Langsung saya daftar untuk ketemu dokter kandungan.

23 Sep, dari hasil USG kelihatan kalau dalam perut saya ada janin. Saya hamil (lagi). Alhamdulillah… Usia kehamilan sudah 10 minggu, dengan panjang janin hampir 5cm. Detak jantung bayi baik dan sehat. Air mata saya selalu saja beleweran setiap kali USG, berkali-kali waktu hamil Eden dan tetap demikian untuk yang kedua kali.

Yang agak aneh, sejak tau hasil testpack pertama yang positif, saya langsung mual-mual parah. Ga sampai muntah, tapi ga suka bau makanan terutama nasi dan mual hampir sepanjang hari selama beberapa bulan. Lumayan perjuangan deh untuk menjaga emosi dan mood supaya Eden ga ikutan rewel dan bikin saya tambah ngos-ngosan.

Sejak awal tau hamil, saya mulai mengenalkan Eden kalau ada adiknya dalam perut saya dan saya ajak ngobrol walaupun saya lebih yakin kalau Eden ga paham πŸ˜… ga apalah ya, namanya juga usaha. Kadang kalau lagi main dan lihat Eden manja, saya ngerasa bersalah. Kayanya belum cukup waktu main saya sama Eden, dan ada kekhawatiran kalau dia akan merasa dinomorduakan. Walaupun ini memang proses yang ga bisa saya hindari, dan bagaimanapun akan terjadi cepat atau lambat, tetap saja saya suka kepikiran ya…

  
Btw, mual ini ga berarti timbangan saya ga bertambah loh ya… Sisa hamil Eden belum berkurang sama sekali dan saya nail berat badan lumayan pesat 😁 terakhir periksa 2 minggu lalu, dokter bilang kenaikan berat badan saya dan bayi ga seimbang, jadi saya harus mengurangi karbohidrat. Waktu Eden itu saya naik berat badan sekitar 10/11kg, jadi memang berasa sih kalau yang sekarang banyak banget πŸ™ˆ

Masuk bulan kelima, saya minta ibu saya bikin pengajian. Karena katanya kan ruh mulai ditiupkan di bulan kelima ini, jadi alangkah baiknya kalau diiringin dengan doa-doa. Waktu hamil Eden, saya hanya bisa mengikuti lewat Skype dan sekarang alhamdulillah bisa duduk bareng sama ibu-ibu walaupun harus mondar mandir karena Eden yang ga mau tidur siang. 

Menurut rujak yang dibuat dan disajikan, Lil Indo dalam perut saya perempuan πŸ˜‹ waktu Eden, tebak-tebakan rujak ini tepat sasaran. Jadi mari kita lihat apakah yang kedua ini juga demikian?…

  
Sejauh ini alhamdulillah saya dan Lil Indo sehat, semua hasil pemeriksaan bagus. Lil Indo diperkirakan lahir sekitar akhir April. Mohon doanya ya teman semua, semoga kami semua sehat dan segala prosesnya berjalan lancar. Aamiin…

Oiya, kenapa Lil Indo? Karena segala prosesnya memang di Indonesia dan insya allah juga akan lahiran di Jakarta. Eden dulu kita panggil Lil Aussie, karena segala prosesnya di sana. Lucu juga ya kalau dipikir, biar adil buat masing-masing pihak πŸ˜„

Eden is back to the beach!

Mengingat sebelum pindah Eden seneng banget main di pantai, tentunya kami semangat banget ngajak anak bayi ini ke pantai sehari setelah sampai di Perth.

Dan ternyata, langsung mewek aja dong setelah ada pasir nempel dikakinyaaaa πŸ™ˆ histeris ga mau nurunin kaki ke pasir sama sekali. Gelantungan aja gtu kakinya, hadeuuuh…

Hari pertama, ga mau lepas dari gendongan ibu dan daddy. Yang gendong bahkan ga boleh duduk di tenda 😁 harus berdiri supaya posisi Eden jauh dari pasir.

  
Hari kedua, lumayan deh, ibu boleh duduk walaupun kakinya ga mau turun dari paha ibu.

Hari ketiga, ga berubah.

  
Hari keempat, ibu dan daddy mulai jadi penjahat. Sebelum pulang, Eden dipaksa turun di pasir, dan teriak-teriak lah anak bayinya sambil angkat kaki tinggi banget πŸ˜› tapi setelah disogok biskuit, mau juga duduk di pasir dan ga bergerak sedikitpun hihihi maap ya nak…

  
Hari kelima, tetap keukeuh ga mau kena pasir walaupun ga keberatan di ajak nyemplung πŸ‘ kebetulan hari ini kami pergi ke Port Beach yang bisa dibilang ga berombak (dibanding Trigg Island Beach yang lumayan gede ombaknya). Jadi mungkin Eden serasa di kolam renang ya…

Semoga aja sebelum waktunya pulang ke Jakarta, Eden udah inget dan suka lagi main di pasir dan pantai ya… 

Ayo Eden, siap-siap ke pantai lagi yok! πŸ˜‹

Sarapan

Apakah kamu termasuk orang yang biasa sarapan? Ibu saya selalu memastikan kalau penghuni rumah sudah sarapan sebelum berangkat sekolah atau kerja. Menu sarapan jaman kecil dulu biasanya susu, telur madu, mie rebus/goreng, nasi goreng, bubur ayam, roti bakar/roti selai atau nasi dengan lauk. Tampak berat ya untuk sarapan? πŸ˜‹

Setelah dewasa, sarapan kesukaan saya adalah segelas kopi dan sebungkus gorengan (bala-bala dan tahu isi) dari warung indomie dekat rumah. Sampai saat ini belum ada gorengan yang bisa ngalahin deh pokonya 😍

  
Pindah ke Perth lumayan nyiksa untuk urusan sarapan. Paling sering sarapan sereal dan susu, ditambah segelas kopi. Jarang banget sarapan besar yang lengkap kaya di Jakarta. Paling mentok ya roti bakar atau mie goreng/rebus. Padahal banyak waktu, tapi ga seru karena sarapannya sendirian ga ada teman ngobrol.

Pas liburan kali ini, kami nginap di rumah mertua dan selain sereal plus susu, nana (ibu mertua) bikin sarapan yang beda yaitu ‘boiled egg and dippy soldiers’.

  

Berupa roti bakar dipotong memanjang seperti prajurit yang berbaris tegap dan telur rebus setengah matang. Roti tsb lalu di cocol ke dalam telur. Boleh ditambah lada dan merica kalau suka. Rasanya? Seperti biasa, buat saya mah cuma ada enak dan enak banget πŸ˜‹ dan yang ini termasuk kategori enak.

Tapi abis lihat telur setengah matang ini saya jadi kangen telur madu bikinan ibu saya, dan tentunya jadi kangen beliau juga deh πŸ˜…

Salah satu sarapan kesukaan saya di Perth sini adalah crumpet. Semacam pancake tapi permukaannya bolong-bolong kaya bika ambon, dan dibakar lalu oles mentega dan madu. Biasanya saya pakai toaster roti biasa, tapi dirumah nana ada crumpet toaster jadi bisa lebih garing tanpa gosong. Yumm!

  
Jadi, apa menu sarapan kesukaan kamu?

Eden ❀️ Aki

Walaupun ga tiap minggu ketemu, rasanya ada sesuatu yang lebih antara Eden dan Aki. Ga tau apa. 

Aki juga termasuk panggilan yang pertama disebut sama Eden, setelah daddy tentunya dan sampai hari ini masih tetap panggil ibunya dengan kata “abuuuu”.

Kalau Aki tidur, Eden bisa duduk anteng didepannya sambil usap-usap muka dan rambut Aki, panggil-panggil berharap Aki bangun. Sementara Aki-nya itu ada petasan di sebelahnya juga belom tentu bangun 😁 dan biasanya setelah nyium Aki dan tetap ga berhasil bangunin, Eden akan turun dari tempat tidur dan main lagi sendiri.

Sejuta rasa deh kalau lihat Aki dan Eden berduaan. Silahkan ikut lihat juga ya…

Semoga Aki selalu sehat dan bahagia ya Ki, kita semua sayang Aki 😘😘😘

   
    
   
Dan setelah semua foto di atas, ini salah satu favorit saya. 

Eden. Enin. Aki.