Tenant’s Drama

Waktu dapat kabar bahwa kami akan kembali ke Perth, hal yang paling bikin semangat adalah pindahan ke rumah baru. Menetap. Betapa kata menetap itu sungguh berarti setelah perjalanan pendek kami yang penuh dengan pindahan.

Dalam 2.5 tahun usianya, Eden sudah pindahan kurang lebih 6 lokasi. Jadi membayangkan pindah ke rumah dimana kita bisa bikin ini itu dengan bebas merdeka rasanya sungguh luar biasa.

Waktu pindahan dan periode berakhirnya sewa rumah pun nyaris berdekatan. Tapi rupanya rencana dan harapan harus sedikit bergeser dulu.

Penyewa yang menempati rumah kami punya catatan yang kurang baik; rumah dan pekarangan kotor, sering telat bayar. Agen yang menangani sudah memberi peringatan dan kami pun sepakat untuk tidak memperpanjang masa sewa mereka. Tapi kemudian mereka minta perpanjangan satu bulan untuk pindahan dan mengosongkan rumah. Tapi yang terjadi kemudian…?

Mereka kabur sodara-sodara!!! 

Rumah ditinggal dalam keadaan kotor dan terkunci, masih ada barang di dalam rumah, pintu garasi rusak penyok luar dalam. Tentunya mereka kabur dengan membawa seluruh kunci rumah. Mendengar laporan dari agen, rasanya marah, sakit hati dan sedih.

Yang paling parah, mereka menemukan beberapa jarum suntik di dapur! Jadi agen langsung menelpon polisi untuk dibuatkan laporan dan catatan. Sesak rasanya, apalagi mereka ini juga keluarga dengan 2 anak kecil.

Kemudian agen harus melakukan proses ambil alih rumah, karena masih ada barang di dalamnya. Mereka memasang tulisan di pintu yang isinya kurang lebih; untuk menyerah terimakan property dalam waktu satu minggu atau kepemilikan akan di ambil alih.

Setelah lewat dari satu minggu, agen pun masuk rumah dengan membawa tukang kunci. Kami meminta agar seluruh kunci di rumah diganti, mengingat mereka masih pegang kunci. Tapi ternyata drama belum selesai…

Agen melihat kaca jendela dapur pecah berantakan dan ada orang tidur di salah satu ruangan! Agen pun menghubungi polisi dan ternyata yang tidur adalah suami dari pasangan penyewa. Polisi pun langsung membawa dia pergi dalam keadaan terborgol. Karena memaksa masuk property orang lain sudah merupakan proses melanggar hukum.

Persis sebelum polisi tersebut pergi, datang mobil polisi lain. Rupanya orang tersebut sedang dicari polisi untuk sesuatu. Entah apa kami sudah ga pengen tau deh.

Takut, marah, kesal, sedih, kecewa. Semua campur aduk. Rumah yang kami pilih dan beli dengan penuh rasa cinta dan harapan, yang belum sempat ditinggali, diacak-acak begitu saja sama orang yang ga bertanggung jawab. Sigh…

Anywaaaaay…

Akhirnya setelah proses pembersihan yang dibantu oleh agen, serah terima kunci pun dilakukan.

Halaman berantakan terbengkalai, rumput liar disana sini dan pohon ga terurus tampak seperti belukar. Ditambah puntung rokok bertebaran disetiap sudutnya.

Salah satu pintu rusak seperti kena tonjok atau tendang, tembok bocel dan ada beberapa bekas bor, eternit bocel dan ada beberapa pengait, keran kamar mandi rusak, coretan di tembok, noda di tirai dan karpet, dll dst dsb… πŸ’”

Uang jaminan sebesar satu bulan sewa pun ga cukup untuk membereskan segala yang ditinggalkan penyewa. Duh betul-betul bikin emosi.

Kami sudah mulai nyicil untuk melakukan pembersihan dan perbaikan. Sewa tukang disini harganya selangit, jadi lebih baik dilakukan sendiri. Resikonya, waktu pengerjaan lama karena M tetap harus kerja sedangkan saya pegang 2 bocah jadi ga bisa bantu banyak.

Semoga setelah ini rumah kami aman selamat dan jauh dari segala kejahatan, dan kami sekeluarga selalu dalam lindungan Allah SWT. Doakan kami bisa segera pindah ya…

Iklan

Kelakuan Bocah


Beberapa waktu belakangan ini, daya imajinasi Eden kelihatan banyak peningkatan. Selain tambah banyak kata-kata dan kalimat baru, banyak gaya juga deh πŸ˜‹

Kadang kasihan kalau liat dia gemes karena ibu-nya ga paham sama kata atau kalimat baru yang dia ucapkan. Jadi ibu harus betul-betul merhatiin kalimat di setiap tontonan atau buku yang dibacain, supaya ngerti Eden ngomong apa.

Salah satu drama yang kemarin lagi sering dia kerjain adalah pura-pura tidur sambil bunyi ngorok πŸ˜„ biasanya dia goleran di lantai/karpet atau di kursi terus pura-pura tidur. Lalu lokasi berubah jadi di atas tempat tidur, nyender bantal dan selimutan. Jadi abu ya mesti drama pura-pura nyari dan ngebangunin, atau bilang ‘sst, Eden bobo, ssst’. Tergantung kode dari juragan.

Beberapa hari lalu, tokohnya ganti, yang bobo selimutan bukan lagi Eden tapi mainan kuda. Dia bawa kuda ke kamar, taro di bawah selimut, trus panggil abu; “abu, horsey bobo, sssst”, sambil tangan di bibir dan jalan mengendap-endap πŸ˜„

Trus tiba-tiba suatu pagi dia ambil alas buat ganti popok, dan dia taro lah si boneka kelinci di atasnya, trus heboh teriak, “abu, bunny poopoo”. Dia minta ibu bersihiin bunny dengan gaya ganti popok πŸ˜‚ kalau sudah selesai, Eden akan bilang, “all clean”. Gayanya daddy kalau ganti nappy.

Kelakuan Kiran yang baru 4 bulan pun ga kalah rusuh. Anak bayi ini ga mau klo digeletakin lama-lama, maunya duduk. Padahal ngguling aja belom khatam πŸ˜„ jadilah ganjel kiri kanan supaya anak bayinya bisa duduk. Dia tuh seneng banget liatin kakaknya main, ikut heboh gerakin tangan kaki dan matanya ga lepas ngikutin kemanapun kakaknya bergerak.

Kiran pun sudah mulai kami kenalkan dengan buku, dan ikutan duduk sama daddy dan kakak Eden pas acara bed time story. Lucu lihatnya, karena dia selalu berusaha pegang buku dan kepalanya selalu nyelonong ke depan πŸ˜‹


Waktu itu saya pernah cerita soal sleeping bag untuk bayi, nah untuk Kiran pun kami beli karena punya Eden masih terlalu besar. Selain itu, kami pindah lagi ke Perth pas musim dingin. Tapi ternyata sleeping bag yang kami beli ga cukup hangat buat Kiran. Jadilah kami beli lagi di toko perlengkapan outdoor Macpac, bahannya enak banget dan breathable. Jadi ga takut Kiran susah nafas kalau wajahnya ketutupan.


Kadang saya merasa bersalah sama mereka, apalagi kalau mulai nangis barengan dan saya harus milih siapa duluan yang harus di samperin. Yang pusing kan kalau M lagi tugas luar dan Kiran nangis bangun malam, trus ngebangunin Eden πŸ™ˆπŸ˜„ kerja bakti lahir batin deh tuh…

Bagaimana Eden dengan adanya Kiran? Saya ga yakin juga Eden ngerti apa dan siapa Kiran ya, tapi kalau Kiran nangis atau misalnya posisi duduk/tidurannya Kiran udah ajaib, hampir bisa dipastikan Eden akan lari cari saya untuk lapor dan segera datang ke Kiran. Kadang Eden duduk disebelah Kiran dan usap-usap kepalanya sambil bilang ‘sayaaang sayaaang…’. Momen kaya begini bikin mata langsung buram 😍

Sekarang ini saya lagi nungguin anak bayi buat mulai gulang guling. Sudah bisa telentang kalau sedang posisi tengkurap tapi belum sebaliknya. Sedangkan untuk Eden, saya lagi nyiapin mental untuk mulai potty training 😁 semoga semua lancar.


Ada saran atau pengalaman untuk potty training? 

Dongeng sebelum senin

Musim dingin di Perth artinya hujan turun hampir setiap hari, kadang lengkap dengan angin kencang atau malah hujan butiran es. Yang terakhir ini jarang sih kejadian, tapi bukan ga mungkin.

Pagi ini pun hujan deras dan langit lumayan gelap, tapi setelah kelihatan ada sedikit langit biru, kami pun segera bergerak keluar rumah. 

Rute pagi ini; Kings Park

Sebetulnya secara kasat mata, tempat kami tinggal saat ini ada persis di bawahnya Kings Park. Tapi menuju kesana dengan jalan kaki, pilihannya cuma 2; naik tangga lewat Jacob’s Ladder, atau nanjak lewat Mounts Street.

Jacob’s Ladder itu tangga dari Mounts Bay  Road menuju Kings Park, sebanyak 246 anak tangga 😁. Tangga tentunya bukan pilihan untuk kami yang pergi dengan 2 stroler.


Jadi pilihan jatuh ke nanjak lewat Mounts Street. Jaraknya sih mungkin cuma 200-300m aja, tapi nanjaknya sumpah curam banget! Luar biasa bikin pengen kabur selimutan lagi buat pemalas kaya saya ini 😁 tapi karena saya suka banget pergi ke Kings Park, jadi marilah kita laksanakan!

sebelum nanjak

sesudah nanjak


Sepanjang nanjak ini lumayan lah bikin kesel M karena saya berisik nunjuk mau apartemen yang ini dan itu plus ribut ngos-ngosan ga nyampe-nyampe πŸ˜„ tinggi ajaaaa nanjaknyaaaaa, mo matik bener deh ah!

Karena posisi tanahnya semacam tebing, daerah ini jadi banyak dibangun apartemen mahal yang pemandangannya langsung ke pusat kota dan sungai Swan, plus berasa punya pekarangan sendiri karena sebelahan sama Kings Park.

Memasuki area Kings Park, agak aneh karena banyak banget orang berdiri dan mondar mandir. Dan mereka ga kelihatan sedang berolahraga, ataupun menikmati Kings Park karena setiap orang matanya lekat pada layar hp masing-masing. Ga salah lagi, kami sepakat bahwa mereka adalah para pemburu Pokemon. Saya sempat tanya seorang ibu yang jalan kaki sambil menggandeng anaknya yang sibuk nyureng liat hp; “are you doing the pokemon?”, dan dia jawab iya sambil nyengir. Saya kepo? Iya πŸ˜„ nanyanya juga sambil nahan ngakak. Niat banget deh mereka ini hahahhaa…

Sampai Kings Park, tujuan utama; ngopi!


Seperti juga area terbuka lain di Perth, tempat ini juga penuh orang yang bawa jalan anjingnya. Saya suka lihat binatang, tapi ga suka kalau mereka dalam jarak dekat. Saya takut binatang. Iya, ga boong 😁 saya ga nyaman kalau ada dalam jarak serentangan tangan dari mereka.


Selesai ngopi, kami putar-putar sedikit, Eden yang lagi senang jalan kaki biar puas dulu lari-larian sebelum kembali duduk di stroler.


pemandangan kota perth dan sungai swan


jalan masuk ke kings park


Nanti kapan-kapan saya publish deh cerita soal Kings Park, semoga draft yang nyangkut itu bisa segera selesai.

Udah selesai deh dongeng sebelum senin-nya. Semoga kalian juga punya dongeng yang mengenangkan buat pengantar tidur malam ini ya…

… And they lived happily ever after… Nighty nite, sleep tight 😘

Legoland Resort Malaysia – II

Setelah kelar cerita tentang Legoland Hotel, sekarang giliran cerita tentang Legoland Theme Park dan Water Park. 

4 tiket masuk theme park/water park


Kami menginap dua malam di Legoland Hotel, dan mengambil tiket terusan untuk dua hari yang berlaku konsekutif (berkelanjutan). Karena kami tiba di Legoland Resort sekitar tengah hari dan Park tutup jam 6 sore, kami putuskan untuk menggunakan tiket di hari kedua dan ketiga saja. Rencananya, kami akan ke water park di pagi hari kedua, makan siang dan kemudian ke theme park. Demikian juga dengan hari ketiga, karena bis jemputan baru akan datang jam 4.15 sore. Jadi kami akan punya cukup waktu.

Water Park


Tiket yang sudah kami beli tidak termasuk tiket masuk water park untuk Eden dan Kiran (anak di bawah 3 tahun) jadi kami harus beli tiket baru seharga @ RM11. Harga tsb termasuk 2 buah popok berenang. Lumayan deh buat tambahan, secara saya ga bawa banyak πŸ˜‹ oiya, Kiran ga ikut berenang, anak baik hati ini anteng bobo selama kami berenang.

Selain itu, untuk mendapatkan handuk, kita bisa sewa dengan harga RM30 plus deposit RM30 yang diambil saat pengembalian handuk. Kalau mau sewa gazebo juga bisa, ada beberapa pilihan paket. Tapi kalau mau pakai kursi biasa pun banyak dan kelihatannya cukup aman.


Melihat perosotan dan seluncuran, tentunya mata saya udah penuh binar-binar. Selain yang terjun tegak lurus, saya suka banget main perosotan di water park. Ralat. Saya suka banget main perosotan πŸ˜‹ Tapi mengingat punya 2 anak kecil dan salah satunya bayi yang masih perlu ASI, jadilah saya harus menahan diri.

Untunglah nana dan pop berbaik hati mau jagain Eden dan Kiran selama ibu dan daddy pergi main perosotan. Kemudian pop lanjut jagain Kiran karena ibu dan nana sibuk main di kolam ssafari sama Eden, dan daddy plus 2 anaknya ga bosan main perosotan πŸ˜„ kami akhirnya selesai setelah Kiran bangun dan mulai protes kepanasan.

Water park ini dibagi dua; area anak besar yang isinya kolam ombak dan perosotan, dan area anak kecil yang isinya kolam arus, kolam safari yang ada perosotan mini plus binatang-binatangan, dan kolam main yang sayangnya lagi renovasi.

Untuk yang malas mandi atau bilas dan mau langsung main ke theme park, bisa mengeringkan badan di Dry Station. Semacam hand dryer tapi seukuran badan dewasa πŸ˜‹ ada di beberapa tempat, dan ga gratis hehehee…

Kalau lapar pun ga perlu keluar area, ada beberapa kios dan ada resto juga dalam area water park, tapi kami ga sempat icip-icip.

Water park ini dirancang memang untuk anak-anak, jadi kalau mengharap akan menemukan perosotan yang seru mengerikan atau tinggi luar biasa untuk ukuran dewasa, anda berada di tempat yang salah πŸ˜‹ buat saya, Atlantis  Ancol dan Waterbom Bali masih lebih seru menantang.

Sekedar catatan, disarankan untuk lebih dulu ke water park. Seperti pengalaman kami kemarin, hari ketiga itu water park ditutup karena ada kandungan amoniak dalam air (lupa persisnya).  Pengumuman ini langsung dari badan pemerintah. Kebayang kalau datang jauh-jauh dan ga bisa berenang. Karena banyak anak yang sudah siap dengan perlengkapan berenang dan menangis karena ga bisa main. Untungnya ada kolam renang hotel, jadi mungkin bisa cukup menghibur. 

Theme Park


Kebetulan kamar kami menghadap di arah theme park, jadi anak-anak sudah heboh menentukan mau naik apa dan rutenya mau lewat mana dulu πŸ˜‹ 

Setelah makan siang, nana, pop dan anak-anak langsung pergi. Sedangkan kami menunggu M selesai teleconference meeting baru berangkat. 

Tiket terusan itu bisa digunakan bolak balik dalam sehari. Jadi kalau pagi sudah masuk dan mau istirahat dulu di hotel lalu siang balik lagi pun bisa. Praktis buat kami yang bawa bayi dan batita. Buat yang mau sholat pun ga usah khawatir, ada beberapa musholah tersedia di masing-masing park.

Ketika kami ketemu rombongan nana dan pop, anak-anak langsung semangat, mereka tau saya pasti mau naik segala macam roller coaster. Dan M udah lama menyerahkan urusan beginian ke saya. Dia bahagia cuma nunggu stroler di bawah πŸ˜‹

Miniatur Lego – Clark Quay Singapore


Yang paling menarik buat saya adalah miniatur bangunan terkenal di dunia yang semuanya dibuat dari Lego. Favourite saya; pelabuhan! Ada Tanah Lot dari Lego juga, dan kereeeen! ❀️ 

Seperti juga water park, permainan di theme park ini dibuat untuk anak usia sekolah deh kalau menurut saya. Jadi pergi ke Legoland Resort Malaysia itu memang betul-betul untuk anak. Walaupun tentu saja tetap seru dan menarik, apalagi buat saya yang baru pertama kali bawa Eden main ke tempat seperti ini 😍

Permainan untuk anak lumayan banyak jenisnya, apalagi kalau anak sudah usia sekolah TK. Pasti seru banget buat mereka. Dari kapal terbang, perahu, mobil dan kereta, juga ada permainan keluarga dimana ayah ibu anak semua aktif melakukan sesuatu untuk menang. Ada juga arena Lego Duplo, semacam playground untuk anak-anak balita. Untuk anak seusia Eden, ada batas minimal tinggi badan 80cm untuk bisa main. Alhamdulillah Eden lebih dari 80cm jadi ibu ga sia-sia antri sambil gendong πŸ˜‹

andalan ibu dan eden πŸ˜‹


Permainan uji nyali juga lumayan banyak, untuk anak usia belasan tahun. Ada beberapa macam jet coaster, ada permainan perahu yang kalau di Dufan namanya Niagara. Ini aselik basah kuyup parah. Pilihannya antara ganti semua pakaian termasuk sepatu, atau masuk Dry Station πŸ˜‹ entah ya beneran bakal kering atau ga.

Arena yang paling ditunggu M tentunya Star Wars. Bukan permainan uji nyali, tapi semacam film pendek. Yang paling menyenangkan adalah karena tempatnya dalam ruangan AC. Sayangnya stroler ga boleh dibawa masuk, padahal lumayan buat Kiran ngadem. Terpaksa Kiran tunggu diluar sama Nana karena lagi tidur. 


Banyak permainan yang tempatnya dalam ruangan dan tidak membolehkan stroler masuk, jadi agak susah buat kami. Gantian jaga di luar juga ga enak, kasian anak-anak menunggu. 


Selain itu yang seru tentunya hiasan Lego disana sini yang dibuat berbagai macam bentuk. Paling keren menurut saya adalah kolam musik. Jadi kalau posisi kita disebelah alat musik bass, maka suara bass akan mendominasi lagu. Begitu juga kalau kita berdiri dekat terompet, maka terompet yang mendominasi. Seru ya kalau pas banyak orang, pasti tambah keren suara musiknya.


Hari ketiga itu kami nyaris ga bisa kemana-mana. Water park ditutup, dan hujan deras plus petir ga berhenti dari pagi. Beberapa permainan di theme park pun ditutup kalau cuaca tidak memungkinkan. Anak-anak mulai uring-uringan karena tau waktu mereka ga banyak lagi.

Untunglah menjelang waktu makan siang hujan reda, jadi kami bisa pergi lagi. Beruntung hari sebelumnya kami sudah puas bermain, jadi semua senang deh πŸ˜‰

Legoland Resort Malaysia – I

Rombongan lenong di spot wajib Legoland

Setelah rusuh bikin paspor buat Kiran, akhirnya kami jadi juga liburan ke Legoland. 
Getting there…

Kami memutuskan untuk naik bis dari Singapura ke Legoland. Harganya $12/orang/trip. Lokasi keberangkatan dari Singapore Flyer dan turun langsung di Legoland. Info lengkapnya bisa dilihat disini.

Berangkat dari Singapore Flyer sekitar jam 10.30 pagi, dan tiba di Legoland sekitar jam 12 siang. Sedangkan pulangnya kami ambil jam 4.15 sore dan tiba sekitar jam 6. 

Usahakan barang bawaan dibuat seminimal mungkin, karena harus bawa turun barang saat imigrasi; 

  • Berangkat; hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Singapura dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Malaysia. 
  • Kembali; sebaliknya, hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Malaysia dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Singapura.

Dengan bayi dan balita, bawaan kami ga bisa ditawar lagi 😁 1 koper sedang dengan 2 stroler. Untung ada mertua dan 2 anak M yang sudah lumayan besar jadi ga terlalu rusuh deh…

The Hotel

Bangunan Legoland Hotel adalah yang pertama terlihat saat bis mendekati area Legoland Resort. Dilengkapi dengan 249 kamar bertema Kingdom, Pirate dan Adventure plus kolam renang dan beberapa pilihan resto.

Karena kami datang naik bis, jadi masuk dari belakang hotel yang menghadap ke theme park. Langsung disambut lift yang penuh bergambar karakter Lego, lampu disko dan musik. Seru!

pintu lift

disco time!

Keluar lift, langsung ketemu Foam Brick area, semacam area Lego Duplo tapi bahannya dari busa dengan ukuran besar. Juga dilengkapi area X-Box yang di aktifkan 2 kali sehari. Eden bahagia luar biasa, sibuk lari sana sini, susun Lego dan bermain warna.

brick foam area

Masuk ke lobby, makin seru lagi karena background area receptionist tuh penuh sama minifigures, dan bentukan Lego sejauh mata memandang, juga toko yang sumpah menggoda bangets!
Di area ini, ada kolam-kolam berisi Lego Brick yang bebas dimainkan. Jangan lupa perhatikan juga papan pengumuman karena ada waktu-waktu tertentu karakter Lego muncul disini dan di area Brick Foam. Selain itu, bisa juga tukar minifigure, tapi sayang saya ga baca lebih lanjut syarat dan ketentuan untuk program ini.

area receptionist

Karena rombongan kami terdiri dari 4 dewasa dan 4 anak, dipilihlah Kingdom Suite yang bisa menampung sesuai kebutuhan. Sayangnya di page booking kamar ga dijelaskan kalau tempat tidur yang tersedia berupa 1 kingbed dan 6 single bed (masing-masing berupa bunk bed 3 susun), jadi terpaksalah Nana dan Pop tidur di bunk bed 😁. 


Kamarnya lumayan besar, ada satu kamar tidur dengan kingbed, dua kamar mandi (satu shower dan satu tub), ruang tv menyatu dengan ruang makan, dan area bunk beds. Dalam kamar juga disediakan portable cot, jadi ga perlu lagi minta ke hotel.

Yang seru, di dalam kamar ada semacam peti harta karun dan peta petunjuknya. Jadilah anak-anak heboh cari jawabannya, sampe akhirnya berhasil buka kunci peti dan ngedapetin Lego-Lego ini. Selain Lego yang boleh dibawa pulang, disediakan juga 2 kontainer Lego Duplo yang bisa dimainkan di dalam kamar.


Untuk peralatan mandi, waktu hari pertama disediakan 1 pak toiletries di masing-masing kamar mandi yang berbentuk semacam kotak puzzle. Hari kedua saya tungguin ternyata ga nongol lagi πŸ˜‹ selain itu, ada juga yang satuan seperti pada umumnya. Semua dibungkus dalam kemasan bergambar Lego, tapi sayang isinya standar dan bukan produk Lego.

Untuk urusan perut, ada beberapa resto tersedia di hotel, dan ada juga fast food seperti KFC (ada menu nasi 😍), BK dll di samping hotel. Semacam pusat perbelanjaan kecil. 

Sarapan pagi disediakan di Brick Restaurant. Tempatnya luas banget, seru warna warni, banyak Lego pastinya, makananya beragam banget dan enak. Kami sempat balik lagi untuk makan malam dan walaupun menu buffet ga seberagam sarapan, tapi tetap enak. Untuk makan malam, taplak mejanya cuma kertas putih bergambar plus beberapa guyonan ala bule dan setiap anak dapat 4 krayon warna. Jadi bebas merdeka deh anak-anak mau corat coret di taplak itu. Sedangkan saat sarapan, kalau placemat dibalik itu kertas gambar juga. Eden happy banget coret sana sini dibantuin sama semua orang πŸ˜‹ 

Siap-siap untuk antri pada saat sarapan, karena walaupun ruangan besar, tapi pengunjungnya pun luar biasa banyak.

Selain itu ada kids activity corner, dimana anak bisa menghias cupcake-nya sendiri. Dan juga ada berbagai macam permen dan coklat yang merupakan bagian dari buffet. Jadi waspadalah wahai ibu bapak πŸ˜„

Secara keseluruhan hotel Legoland ini asik banget dan seru. Makanan enak, servis bagus dan tentunya seru karena betul-betul seperti di negeri Lego. Tapi saran saya, kalau ga suka anak-anak, sebaiknya coret aja tempat ini dari bucket list. They are everywhere, literally everywhere πŸ˜„

Cerita theme park dan water park menyusul ya…

Lip & Tongue Tie


Setelah Eden mengalami proses pengguntingan Tongue Tie ga lama setelah lahir, ternyata Kiran pun harus mengalami proses yang kurang lebih sama. Karena konon salah satu penyebabnya adalah faktor genetis (yup, M side πŸ˜‹).

Waktu masih di ruang persalinan dan dokter spesialis anak mengenalkan diri, saya langsung bilang kalau nanti bayinya tampak tongue tie, tolong langsung ditangani saja. Setelah lahir, dokter tsb bilang kalau Kiran memang ada sedikit tongue tie dan tidak perlu ada tindakan.

Pertama kali menyusui, rasa sakit langsung terasa dan bentuk puting saya setelah menyusui tampak kotak (harusnya agak runcing/segitiga) yang merupakan salah satu indikator bayi memiliki sindrom tongue tie. Proses menyusui pun lama, bayi tidur terus menerus karena malas menyusu (menurut dokter, bayi dengan tongue tie mengalami kesulitan menyusui jadi lebih memilih tidur), dan juga proses pelekatan (latching) yang singkat dan menyebabkan bayi menangis setiap beberapa isapan. 

Karena gejala tsb di atas tampak sama seperti Eden bayi, maka saya langsung berupaya memompa asi dan memberikan botolan kepada Kiran. Dengan demikian berat badan Kiran juga tetap terjaga dan ga rewel karena kelaparan.

Setelah dokter spesialis anak yang kami datangi setuju bahwa Kiran harus mendapat tindakan untuk tongue tie-nya, kamipun membuat janji temu dengan salah satu dokter yang direkomendasikan. Seorang profesor bedah mulut di rumah sakit yang cukup ternama. Sayangnya kami harus kecewa karena menurut beliau, usia bayi harus minimum 2.5 bulan dan tindakan dilakukan dengam bius total. Awalnya kami masih ngotot mengingat proses tindakan Eden sangat singkat dan tanpa bius. Tapi beliau bilang kalau beda negara ya beda prosedur. Jadi sudahlah, kami pulang. Perjalanan 3 jam pulang pergi pun sia-sia dan hanya buang waktu 😀

Kemudian kami dapat info kalau anak sepupu saya mengalami tongue tie dan sudah mendapat tindakan, padahal usianya hanya lebih tua beberapa hari dari Kiran. 

Berangkatlah kami ke Kemang Medical Center untuk ketemu dr. Asti Praborini, SpA yang mengambil sub spesialis laktasi. Begitu masuk, cerita apa dan bagaimana, lalu beliau minta saya menyusui Kiran untuk melihat proses latching dan posisi mnyusui, kemudian Kiran diperiksa dan ternyata borongan lip & tongue tie. Saya langsung disodori form persetujuan tindakan frenotomy dan beliau langsung mengerjakan. Prosesnya ga sampai 5 menit dan tanpa bius. Untuk lip-nya cukup banyak mengeluarkan darah, dan sepertinya memang lebih sakit πŸ˜“ 


Setelah tindakan, saya diminta menyusui lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Masalah belum selesai ternyata. Kiran terlalu akrab dengan botol susu dan semacam lupa puting, istilahnya nipple confuse, dan harus dilakukan inisiasi menyusui ulang untuk mengembalikan rangsang menyusunya. Saya diminta melakukan kontak skin-to-skin dengan Kiran selama 3 x 24 jam. Tapi karena repot dan ga nyaman, jadi saya cuma melakukan ini selama beberapa jam saja. 

Setelah selesai, kami dirujuk ke Klinik Laktasi dan mendapat pelatihan senam wajah untuk menjaga agar tidak terjadi pelekatan kembali lip & tongue tie tsb.

Butuh kurang lebih 3 hari untuk Kiran bisa kembali menyusu tanpa menjerit dan marah-marah. Alhamdulillah, semoga setelahnya sehat dan baik semuanya.

Please welcome…

  
Kiran Andrew

Alhamdulillah lahir dengan sehat dan selamat melalui c-section pada hari Kamis, 14 April, dengan berat 3.3kg dan panjang 49cm.

Semoga tumbuh menjadi anak yang sehat, soleh, bahagia, pandai dan berbudi luhur. Aamiin…

  

Kasar sama anak

Beberapa hari lalu saya ga sengaja lihat video yang di share teman di facebook. Sayangnya saya ga ngerti bagaimana cari link-nya jadi cuma bisa screen captured aja πŸ™ˆ Isinya video di playground kecil, ada anak-anak main kursi putar. Salah satu anak berlari memutar kursi dan ga sengaja menabrak anak lain. Tiba-tiba seorang bapak yang duduk dekat situ langsung berdiri dan menendang si anak yang menabrak tadi dengan sekuat tenaga dan kemudian kembali duduk dengan tenang. Si anak tampak menangis kesakitan dan kelihatan kesulitan bangun dari posisi telungkupnya. Emosi saya langsung naik nyaris meledak. Semoga si bapak mendapat ganjaran atas perbuatannya dan anak kecil itu sehat ga luka atau apapun.

  
Walaupun berulang kali dengar dan lihat di media sosial kejadian-kejadian mengenaskan kekerasan pada anak, tetap ya rasa marah dan kecewa itu selalu membuncah. Kok ya bisa jahat sama anak, apalagi anak yang betul-betul masih kecil… Knock on wood deh, semoga anak dan keluarga kita selalu sehat dan selamat dalam lindungan-Nya ya, aamiin…

Seorang teman saya mengalami langsung kejadian anaknya menjadi korban kekerasan pengasuh. Seringkali saat pulang kantor, dia melihat memar dan lebam di tubuh anaknya yang waktu itu belum genap 2 tahun. Anaknya pun tampak kurus dan murung. Pengasuh selalu hanya jawab jatuh atau terbentur. Sampai suatu hari teman saya beli semacam cctv dan melihat semua kejadian yang pastinya merupakan mimpi buruk setiap orang tua. Sampai saat ini teman saya ga sanggup menceritakan apa yang dialami anaknya, selain bahwa anak diberi obat tidur dan mendapat perlakuan sangat kasar. 

Kejadian lain dialami orang tua murid di sekolah keponakan saya. Suatu hari sang ayah berkendara dan melihat anak kecil yang digendong pengemis di jalan mirip sekali dengan anaknya. Dia tlp ke rumah dan pengasuh bilang anaknya sedang tidur. Entah mungkin kontak batin atau bagaimana, si ayah turun dan berhasil mengambil anak di jalanan tsb dan membawanya pulang. Dan ketakutan itu terbukti karena si anak memang tidak di rumah tetapi disewakan pada pengemis jalanan πŸ‘Š kejadian ini tidak mereka laporkan, tetapi yang saya dengar kemudian adalah sang ibu mengundurkan diri dan mengurus sendiri anak-anaknya.

Kejadian lain yang sering bikin emosi adalah kelakuan para ibu yang membiarkan anak berlaku kasar pada anak lain. Apartemen dimana kami tinggal saat ini menyediakan ruang bermain yang cukup lengkap dan luas. Beberapa kali kami sempat ketemu anak yang lumayan nakal, dalam artian Eden dan anak lain ga boleh pegang mainan apapun. Selalu direbut dengan cara kasar, bahkan beberapa kali saya lihat dia memukul dan menendang. Untung ibunya lumayan paham dan selalu memarahi, walaupun kelihatannya tidak terlalu berpengaruh karena anaknya tetap melakukan itu sepanjang waktu mereka di ruang main. 

Yang bikin emosi adalah ketika sang ibu dengan manis duduk di sebuah sudut dan sibuk dengan gadget-nya, sementara anaknya merebut, memukul atau menendang anak lain. Kadang cuma angkat kepala sebentar dan bilang, “jangan ya…”, tanpa berbuat apapun. Tadinya saya sungkan mau memarahi anak orang, jadi saya selalu alihkan Eden dari area tempat anak tsb bermain. Tapi lama kelamaan gerah juga, jadi kalau besok-besok ada yang memukul atau menendang Eden, sepertinya saya akan menegur anak tsb. Alhamdulillah selama ini sih belum pernah kejadian ya…

Kelihatannya berlebihan mungkin, tapi saya emosi kalau anak saya dikasari sementara ibu dari anak yang melakukan itu hanya diam dan ga berbuat apapun 😀 selama masih bisa menghindar saya tetap akan pilih menghindar, tapi kalau keterlaluan ya akan saya tegur. 

Saya paham juga kalau anak-anak sesekali akan bertengkar dan 2 menit kemudian main bareng lagi. Tapi saya juga meyakini kalau mereka berbuat sesuatu yang tidak baik ya harus diingatkan saat itu juga kalau itu bukan perilaku yang baik, dengan harapan suatu hari mereka akan mengerti dan tidak mengulanginya.

Saya punya beberapa sepupu yang tidak pernah melarang anaknya, jadi si anak bisa menangis jerit-jerit dan memukul kalau ada yang mengatakan jangan atau tidak boleh. Kejadian sekali waktu mereka ke rumah ibu saya dan anaknya bermain dengan pajangan pecah belah di lemari, sepupu saya diam saja, jadi ibu saya langsung mengalihkan dan mengambil pajangan itu sambil bilang jangan. Kontan anak itu menangis histeris πŸ™ˆ ibunya cuma jawab, “dia ga boleh dibilang jangan tante, pasti ngamuk”. Well, silahkan lah ya kalau dirumah sendiri, tapi kalau bertamu kan tetap ada aturan. Ya ga sih?

Saya dan M sepakat bahwa kalau Eden melakukan sesuatu yang tidak baik harus langsung diberi tau, dan harus konsisten. Sekarang ini Eden lagi suka lempar segala barang dan manjat segala macam. Jadi kalau ketahuan, saya atau M harus menegur, memberi tepukan ringan di tangan atau pantat sebagai hukuman. Tentunya kadang rasa bersalah menggila bikin saya ga tega, tapi kalau diperhatikan, Eden tau batasan mana yang boleh dia lakukan atau ga boleh. Mukanya jail banget atau malah sok ga bersalah banget. Biasanya kalau dia merasa bersalah sih langsung minta peluk πŸ˜‹ “abuuu cuddle… daddy cuddle”. Meleleh deh 😍

Ada ide lebih baik kalau ketemu anak yang kasar sama anak kita sementara orang tua atau pengasuhnya diam saja?

Terbang bawa anak belum 2 tahun

  
Waktu itu saya pernah bahas soal Terbang bawa bayi sekarang saya mau cerita tentang terbang bawa anak belum genap 2 tahun. 

Waktu Eden belum bisa jalan, saya selalu berkhayal betapa seru dan lucunya kalau dia sudah bisa jalan sendiri tanpa perlu di gendong. Di satu sisi memang lucu, tapi di sisi lain bagian capek ngejar dan jagain ternyata ga terlalu lucu πŸ˜… apalagi anak seumur itu belum terlalu paham instruksi. Bawa bayi yang masih minum asi dan belum bisa jalan ternyata jauh lebih mudah. Setidaknya demikian menurut saya. 

Untungnya Eden bisa dibilang bayi yang cukup aman diajak terbang, sebagian besar waktu di pesawat biasanya dihabiskan dengan tidur. 

Terbang bawa anak belum genap 2 tahun berarti irit di kantong karena belum bayar penuh, tapi lumayan cengengesan karena harus mangku sepanjang penerbangan. Kalau pas beruntung kadang petugas darat mengosongkan kursi di sebelah jadi kita bisa lega tanpa khawatir ganggu orang lain.

  
Tantangan pertama terbang setelah Eden bisa jalan itu berat dan capek banget πŸ˜“ ga mau duduk diam dan maunya jalan kaki sepanjang koridor. Untungnya masih minum ASI jadi masih ada sedikit tidur dan nonton film di ipad. Tambah kesini mulai canggih Eden, mulai kreatif pula ibu dan daddy dalam menyiapkan perlengkapan perang di pesawat πŸ˜…

  
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa diterapkan:

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama penerbangan, usahakan jangan makanan manis atau apapun yang akan memicu energi berlebih. Siapkan cemilan kesukaan anak seperti biskuit atau buah.
  • Selain asi, jus atau cemilan, permen semacam cup-a-cup bisa digunakan sebagai alternatif untuk membantu meredakan sakit telinga pada saat pendaratan. 
  • Bawa beberapa alternatif mainan yang tidak berbunyi atau keras, agar tidak mengganggu orang lain. Stiker yang murah meriah bisa mengalihkan perhatian anak untuk waktu cukup lama, biarkan dia menempel sesuka hati dan sibuk sendiri. Buku cerita, mainan kecil seperti remote/hp mainan, boneka, mobil-mobilan dan perlengkapan mewarnai juga cukup berhasil untuk membuat si kecil sibuk.
  • Pilihan terakhir, siapkan sebanyak mungkin film kesukaan anak dalam ipad/gadget 😁 usahakan film-nya tidak penuh stimulasi yang menyebabkan anak bersemangat. In the night garden, bing, giggle and hoot, charlie bear dan cloud babies adalah beberapa film yang bisa jadi pilihan.
  • Perhatikan kondisi anak. Terlalu lelah, terlalu bersemangat, dan terlalu yang lain bisa membuat emosinya berantakan dan rewel sepanjang perjalanan. 
  • Tetap lakukan rutinitas harian agar anak tidak menghadapi terlalu banyak perubahan dan stimulasi.

Jangan panik kalau ada yang menatap sinis dan memberikan komen negatif pada saat anak kita rewel dan tidak bisa diatur. Mereka ini umumnya memang ga paham apa yang kita alami. Selalu akan ada wajah penuh senyum dan sorot mata paham yang menyatakan “been there baby, hang on”. Jadi santai dan nikmati segala prosesnya, segala emosi yang kita rasakan akan dirasakan juga oleh anak dan seringnya ini bikin anak tambah rewel.

Ayo buibu, mari kita lanjut jalan-jalan lagi! πŸ˜‰

Eden dan ASI

  

Sudah semingguan ini akhirnya Eden lepas asi. Dari awal saya memang berniat supaya Eden tetap mendapat asi sampai usia 2 tahun. Tapi karena perut yang semakin membesar, dan pertimbangan untuk memberikan waktu Eden adaptasi sebelum kelahiran Lil Indo, jadilah saya percepat menjadi 22 bulan asi.
Dokter kandungan memang menyarankan untuk segera berhenti memberi asi setelah saya positif hamil. Tapi dari banyak referensi yang saya baca, kalau tidak punya sejarah keguguran dan tidak ada keluhan selama kehamilan, menyusui boleh dilakukan. Pada beberapa kasus, pemberian asi pada saat hamil dapat merangsang rahim untuk melakukan kontraksi sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Alhamdulillah sampai hari ini saya ga ada keluhan dan hasil pemeriksaan Lil Indo juga baik dan sehat. Sempat beberapa kali perut saya terasa kencang/keras, tapi biasanya ini kejadian kalau saya habis jalan kaki banyak dan seharian πŸ˜‹ suka terlalu semangat deh ya kalau lagi liburan.

Beberapa bulan setelah ulang tahun pertama, secara bertahap saya memang mengurangi pemberian asi untuk Eden dan berusaha supaya Eden makan lebih banyak. Yang kedua ini betul-betul ga mudah karena proses pindahan kami kemarin sepertinya berpengaruh kuat ke proses adaptasi Eden, dan sempat membuat Eden ga mau makan apapun selama berhari-hari. 

Alhamdulillah dengan membaiknya pola dan menu makan Eden, berkurang juga pemberian asi-nya menjadi hanya sebelum tidur malam dan sebelum tidur siang. 

Dan sejak positif hamil, saya menghentikan pemberian asi sebelum tidur malam. Tugas menidurkan Eden pindah ke M, karena kalau sama saya prosesnya agak drama. Pakai nangis dan gulang guling dulu, plus perut saya bikin tambah susah bungkuk di box tempat Eden tidur. Kalau sama M, Eden bisa tidur dalam waktu kurang dari 20 menit saja.

Sedangkan untuk menghentikan asi sebelum tidur siang ini, butuh waktu lumayan lama untuk saya menyiapkan mental. Kok malah saya? Iya soalnya kan siang cuma ada saya dan Eden, jadi saya harus betul-betul siap dan kuat mental kalau nanti Eden merengek dan rewel minta asi.

Akhirnya setelah mudik natal dan tahun baru kemarin, setelah badan dan emosi mulai enak, saya pun memberanikan diri mengajak Eden tidur siang tanpa asi. Awalnya dia bingung dan rewel, tapi alhamdulillah ga lama, sekitar 10 menit kemudian pun sudah langsung terdengar nafas teraturnya. Hari ketiga Eden sudah paham kalau ga ada lagi jatah asi, jadi walaupun ada proses nyanyi, bawel dan gulang guling, dia ga rewel dan langsung tidur pulas. Anak soleh ibu banget deh ❀️

Yang lebih menyenangkan dari proses berhenti asi adalah, nafsu makan Eden yang luar biasa. 

Begini sekarang jadwal harian Eden:

  • Bangun jam 6 atau 7 pagi
  • Sarapan 2 batang weetbix dicampur susu
  • Mandi
  • Makan 2 lembar roti bakar oles vegemite, selai kacang/buah, dan kadang nutella. Atau buah; pisang (kesukaan Eden), apel atau anggur.
  • Makan siang
  • Tidur siang, biasanya jam 11/12-2/3, atau jam 2-5
  • Bangun dan makan buah
  • Makan malam
  • Mandi
  • Baca buku sebelum tidur
  • Tidur jam7-730

Itu belum termasuk waktu ngemil biskuit dan sultana/kismis loh, jadi anak ibu sekarang ini alhamdulillah makannya rajin walaupun menunya ga terlalu beragam. Semoga aja ke depannya semakin banyak makanan yang Eden suka ya, supaya tambah sehat dan bertumbuh kembang baik.

Ada dua hal yang menjadi catatan buat saya untuk proses menyusui Lil Indo nanti;

  • Saya harus berusaha memerah asi, supaya M berkesempatan terlibat dalam proses ini dan saya juga jadi lebih leluasa bergerak. Waktu Eden kemarin, asi saya lancar tapi entah kenapa ga banyak hasilnya kalau diperah dengan tangan ataupun pompa.
  • Dengan Eden, saya menyusui sampai Eden tertidur di tangan/pelukan saya. Ternyata ini termasuk salah satu sleep aid dan membuat Eden butuh saya untuk bisa kembali tidur kalau dia terbangun di tengah tidur siang atau malam. Jadi untuk Lil Indo, saya berencana memberi asi tetapi tidak sampai tertidur di tangan/pelukan saya. 

Semoga aja semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kita semua juga selalu dalam keadaam sehat dan bahagia. Aamiin… 😘