Sunday Morning

Tadi pagi kita jalan-jalan ke pasar kaget dekat rumah, cerita soal pasarnya menyusul ya… Kali ini mau posting popotoan narsis aja 😋

Hope you all have a nice n peaceful weekend 😘

20140413-174143.jpg

Iklan

Central Park, Perth

Tiba-tiba kangen banget sama Central Park-nya Perth. Tempatnya sih ga besar atau cantik luar biasa, tapi menyenangkan. Taman yang merupakan bagian halaman gedung central park ini hampir selalu penuh saat makan siang. Yang pakai dasi ataupun rok cantik duduk manis dirumput atau bangku yang tersedia, sekedar ngobrol, ngopi ataupun menyantap makan siang. Ga jarang banyak juga loh yang tidur siang atau sekedar meluruskan badan sambil baca atau main gadget.

Kadang ada pertunjukan musik selama makan siang. Dan selama musim panas, pengelola taman menyediakan karpet piknik yang diletakkan di atas rumput menjelang waktu istirahat makan siang.

Waktu awal datang ke Perth saya rajin banget nongkrong disini. Baca buku, skype atau sekedar sibuk sama gadget.

Berikut beberapa penampakan Central Park yang diambil di waktu dan musim yang berbeda, tapi lupa kapan persisnya.

20140331-181203.jpg

20140331-181221.jpg

20140331-181238.jpg

20140331-181605.jpg

20140331-181622.jpg

20140331-181639.jpg

20140331-191613.jpg

Phobia

Entah apakah ketakutan saya sama binatang satu ini masuk kategori Phobia atau hanya ketakutan saja. Tapi cuma lihat mainan atau bonekanya aja, badan saya sudah semriwing dingin ga enak, kaki lemas dan deg-degan. Binatang melata yang bahkan saya memilih untuk tidak menuliskan atau mengucapkannya. Binatang berawalan U, empat huruf. Paham kan maksud saya?

Sahabat baik saya jaman kuliah dulu cinta banget sama binatang ini, dan kadang dia bawa ke kampus dan disimpan dalam ranselnya. Karena tau phobia dan reaksi saya, dia ga selalu bilang kalau dia bawa binatang itu. Tapi perasaan saya selalu tau dan hampir selalu benar. Reaksi saya ga menjerit atau histeris teriak-teriak. Tapi airmata ga bisa berhenti turun, dan saya biasanya diam di tempat. Boro-boro mau kabur, jalan aja susah banget. Semacam blank ketakutan. Beberapa teman kampus merasa saya cari-cari perhatian, dan ga menganggap serius ketakutan saya. Saya toh ga perlu juga meyakinkan mereka, karena saya lihat banyak orang menjadikan penderita phobia ini objek lucu-lucuan. Dan ini tentu saja bukan sesuatu yang lucu.

Reaksi lain yang kadang bikin orang sebal adalah, saya reflek melempar buku atau majalah yang salah satu halamannya bergambar binatang tsb (dan butuh waktu buat saya mungut lagi si korban lemparan itu). Ada seorang dokter gigi expat dulu waktu saya kerja di Papua, kami sedang seru membahas cerita jalan-jalan dan melihat album fotonya. Sampai tiba pada foto dia dan binatang, reflek saya keluar dan dia tampak bt. Setelah agak tenang, baru saya minta maaf sambil menjelaskan kalau saya punya phobia. Entah dia percaya atau ga, saya ga terlalu ambil pusing.

Di kantor terakhir kemarin, ada beberapa teman baik yang suka menyortir majalah NatGeo langganan saya. Mereka akan membantu melipat halaman atau menempelkan post-it di gambar binatang. Jadi saya tetap bisa baca dengan nyaman. Sekarang jatah itu pindah ke M, dia mesti lihat dulu dan kalau aman baru saya duduk manis sambil baca.

Sepupu saya yang jail minta ampun ternyata juga punya phobia. Phobia sama karet gelang!!! Aneh kan? Laki-laki, jail dan usil minta ampun, ternyata takut karet gelang. Setiap kali kita beli makanan yang dibungkus karet gelang, dia pasti gakan sentuh kecuali kalau saya buka dan sajikan. Saya pikir tadinya dia manja, jadi saya buka dan lempar karet gelangnya ke dia. Reaksinya diluar dugaan. Dia loncat, mata berair dan wajahnya pucat. Itu pertama kali saya tau kalau dia phobia karet gelang.

M ini lain lagi ceritanya. Dia sejak awal sudah kasih tau kalau dia takut jarum suntik, dan pernah pingsan setelah disuntik. Beberapa waktu lalu, M harus melakukan cek darah sehubungan dengan asuransinya. Petugas yang mengambil darah datang ke rumah, dan semua proses dilakukan di rumah. M juga sudah jelaskan kalau dia takut dan pernah pingsan.

Malam sebelum hari H, ekspresinya sudah mulai ajaib. Kelihatan kalau dia gelisah, dan sejak bangun tidur tangan dan badannya dingin. Begitu petugas datang, wajahnya mulai pucat. Dan badannya bergetar hebat ketika diminta berbaring di tempat tidur. Saya ga perlu jelasin lagi selanjutnya ya, tapi kali ini M ga pingsan. Saya yang deg-degan setengah mati liat reaksinya.

Setelah selesai, petugas melakukan proses interview riwayat medis dll. Baru saya tau apa-apa saja yang memicu phobia M muncul, dan salah satunya adalah duri pohon mawar! Sementara di halaman banyak banget pohon mawar, hadeuh kasian suamiku…

Saya ingat di Jakarta ada salah satu stasiun TV yang sering sekali memanfaatkan phobia orang lain untuk bahan lelucon. Dan entah kenapa juga bagi banyak orang, ekspresi ketakutan orang lain adalah sesuatu yang dianggap lucu. Mungkin memang lebih banyak orang berani ya di dunia ini… Tapi saya lebih berharap akan lebih banyak orang dengan empati dan kepedulian bahwa phobia itu ada dan ga bisa dengan mudah dikendalikan.

Merindu si T

Belakangan ini saya kangeeen banget pengen tengkurap. Ga pernah nyangka bakalan ada periode dalam hidup saya akan merindukan posisi ini. Kebayang enaknya baca atau mainan gadget sambil tengkurap dan kaki ditekuk goyang-goyang santai.

Ada sepupu saya yang katanya bisa santai tidur tengkurap bahkan sampai hati terakhir sebelum melahirkan. Duh, saya kok ga tega ya rasanya, walaupun sudah pake bantal segala rupa. Tetap kasihan ngebayangin Lil Aussie kegencet di dalam perut.

Tenang ya dek, ibunya sabar menanti kok sampe nanti bisa tengkurap lagi…

Siapa yang sangka, kalau ternyata tengkurap itu juga salah satu nikmat dunia… 😋