Life in Suitcase(s)


Dalam kurun waktu setahun ini bisa dibilang kami mencatat rekor pindahan terbanyak; 1 tahun, 3 negara dan entah berapa rumah.

Awal Juli tahun lalu, rencana awal liburan ke Singapura dan Legoland berakhir dengan M harus langsung angkat kaki dari Indonesia. Jadi saya dan anak-anak pulang ke Jakarta tanpa M dan langsung menginap di rumah orang tua saya selama hampir satu bulan. Kemudian bulan Agustus M datang dan menjemput kami untuk pulang ke Perth.


Karena rumah kami belum habis masa sewanya jadi kami tinggal di akomodasi sementara. Jatah 3 bulan cuma kami pakai 1 bulan, kemudian pindah ke rumah orangtua M yang kebetulan akan pergi liburan satu bulan. Jadi kami house sitting, dengan perhitungan, sebelum mereka pulang kami sudah pindah. Tapi ternyata penyewa rumah kami bermasalah dan rencana lainnya pun batal. Setelah 2 bulan di rumah orangtua M, saya dan anak-anak pulang lagi ke Jakarta sambil menunggu jadwal pengembalian apartemen di Jakarta.

Setelah seluruh urusan perbaikan rumah di Perth selesai dan dapat jadwal pengembalian apartemen di Jakarta, M terbang lagi ke Jakarta menjemput kami, packing untuk pindahan barang balik ke Perth dan mengembalikan kunci apartemen. Kali ini kami resmi pindahan balik ke Perth, dan alhamdulillah langsung masuk ke rumah sendiri ❤️

Baru seru-serunya menikmati tinggal di rumah sendiri, M dapat tawaran kerja di Saskatoon, Canada. Posisi permanen, tapi M dapat kesempatan untuk “coba dulu” selama 3 bulan sambil mereka proses rekrutmen dan boleh bawa keluarga. Dan seperti sudah diduga, paspor hijau saya butuh waktu untuk dapat visa dari imigrasi Canada. M berangkat lebih dulu dan kemudian balik 3.5 minggu kemudian untuk menjemput kami.

Soal kehidupan dan cerita salju di Saskatoon akan di posting terpisah ya… Pertimbangan jarak yang bikin tiket pesawat super mahal, dan beda waktu yang bikin susah komunikasi adalah alasan terbesar kami memutuskan untuk ga lanjut di Saskatoon dan kembali ke Perth. Dan alhamdulillah, sebelum meninggalkan Saskatoon, M sudah dapat tawaran kerja lain lagi. Dan kami pun mesti pindahan lagi 😋


Kali ini, ke Adelaide. 

Setelah hampir sebulan setengah kembali ke Perth, akhirnya kami pun pindahan lagi 😄 30 hari di akomodasi sementara, kemudian nanti pindah ke rumah kontrakan. Mudah-mudahan kami ga perlu pindahan lagi untuk beberapa waktu ke depan. 

Alhamdulillah untuk urusan pindah antar negara kami dapat paket packing and shipment dari kantorJadi cukup beresin dan pisahin barang saja, mereka (movers) yang bungkus, masukin kardus dan angkut. Tiba ditujuan pun mereka yang bongkar dan bawa lagi kardus-kardusnya. 

Pindahan kali ini sepertinya lebih besar dampaknya buat Eden. Sejak kita keluar dari rumah, Eden selalu ngajak pulang. Mungkin karena sekarang beda rasanya buat dia, selain sudah lebih mengerti, mungkin juga merasa punya kamar sendiri dengan barang dan mainan sendiri. Waktu mobil kami diangkut truk untuk pindahan pun Eden teriak protes dengan mata penuh airmata. Saya jelaskan kalau mobilnya ga bisa naik pesawat dan akan ketemu nanti di Adelaide, wajahnya berangsur tenang. Sampai hari ini, seminggu lebih kami meninggalkan rumah di Perth, Eden masih beberapa kali bertanya kapan kita pulang ke Perth. 

Semoga aja Eden dan Kiran segera bisa adaptasi, tetap ceria dan selalu sehat. Semoga kami segera dapat rumah yang cocok dan berjodoh. Dan tentunya, semoga aja rumah di Perth dapat penyewa yang baik dan bertanggung jawab ya… Aamiin ya rabbal alamiin.

Advertisements

Drama Sebelum Tidur

Kalau lagi senang sesuatu, biasanya benda tsb selalu dibawa Eden masuk kamar dan diletakkan di meja samping tempat tidur. Kadang mainan, buku, gambar tempel atau potongan puzzle.

Tapi beberapa hari ini, yang dibawa masuk mulai seru. Kemarin sempat beberapa malam bawa masuk boneka Upsy Daisy dari film In The Night Garden. Boneka diletakkan di atas bantal atau di samping tempat tidur.

Lalu saya nemu boneka punya keponakan, Lala dan Dipsy-nya Telletubbies. 

Dan drama benerrrrrr…

Eden minta Lala dan Dipsy juga bobo pake selimut, geletak di sebelahnya.

Malam kedua, Lala dan Dipsy juga ikut bangun dan minum kalau Eden haus.

Dan berlanjut beberapa malam dengan tokoh yang sama, sampai tadi malam.

Yang di ajak tidur; Lala, Dipsy dan kue tart mainan. Selain upacara seperti biasa, tadi malam ada acara ulang tahun dulu. Pake nyanyi happy birthday dan tiup lilin 😂

Saya yang selalu pura-pura tidur kalau nemenin Eden nyaris nyengir lebar deh 😋 untung malam ini ga bawa mainan apa-apa, langsung molor dengan manis.

penampakan peserta bobo tadi malam, lengkap dengan kue tart 😋

Kelakuan Bocah


Beberapa waktu belakangan ini, daya imajinasi Eden kelihatan banyak peningkatan. Selain tambah banyak kata-kata dan kalimat baru, banyak gaya juga deh 😋

Kadang kasihan kalau liat dia gemes karena ibu-nya ga paham sama kata atau kalimat baru yang dia ucapkan. Jadi ibu harus betul-betul merhatiin kalimat di setiap tontonan atau buku yang dibacain, supaya ngerti Eden ngomong apa.

Salah satu drama yang kemarin lagi sering dia kerjain adalah pura-pura tidur sambil bunyi ngorok 😄 biasanya dia goleran di lantai/karpet atau di kursi terus pura-pura tidur. Lalu lokasi berubah jadi di atas tempat tidur, nyender bantal dan selimutan. Jadi abu ya mesti drama pura-pura nyari dan ngebangunin, atau bilang ‘sst, Eden bobo, ssst’. Tergantung kode dari juragan.

Beberapa hari lalu, tokohnya ganti, yang bobo selimutan bukan lagi Eden tapi mainan kuda. Dia bawa kuda ke kamar, taro di bawah selimut, trus panggil abu; “abu, horsey bobo, sssst”, sambil tangan di bibir dan jalan mengendap-endap 😄

Trus tiba-tiba suatu pagi dia ambil alas buat ganti popok, dan dia taro lah si boneka kelinci di atasnya, trus heboh teriak, “abu, bunny poopoo”. Dia minta ibu bersihiin bunny dengan gaya ganti popok 😂 kalau sudah selesai, Eden akan bilang, “all clean”. Gayanya daddy kalau ganti nappy.

Kelakuan Kiran yang baru 4 bulan pun ga kalah rusuh. Anak bayi ini ga mau klo digeletakin lama-lama, maunya duduk. Padahal ngguling aja belom khatam 😄 jadilah ganjel kiri kanan supaya anak bayinya bisa duduk. Dia tuh seneng banget liatin kakaknya main, ikut heboh gerakin tangan kaki dan matanya ga lepas ngikutin kemanapun kakaknya bergerak.

Kiran pun sudah mulai kami kenalkan dengan buku, dan ikutan duduk sama daddy dan kakak Eden pas acara bed time story. Lucu lihatnya, karena dia selalu berusaha pegang buku dan kepalanya selalu nyelonong ke depan 😋


Waktu itu saya pernah cerita soal sleeping bag untuk bayi, nah untuk Kiran pun kami beli karena punya Eden masih terlalu besar. Selain itu, kami pindah lagi ke Perth pas musim dingin. Tapi ternyata sleeping bag yang kami beli ga cukup hangat buat Kiran. Jadilah kami beli lagi di toko perlengkapan outdoor Macpac, bahannya enak banget dan breathable. Jadi ga takut Kiran susah nafas kalau wajahnya ketutupan.


Kadang saya merasa bersalah sama mereka, apalagi kalau mulai nangis barengan dan saya harus milih siapa duluan yang harus di samperin. Yang pusing kan kalau M lagi tugas luar dan Kiran nangis bangun malam, trus ngebangunin Eden 🙈😄 kerja bakti lahir batin deh tuh…

Bagaimana Eden dengan adanya Kiran? Saya ga yakin juga Eden ngerti apa dan siapa Kiran ya, tapi kalau Kiran nangis atau misalnya posisi duduk/tidurannya Kiran udah ajaib, hampir bisa dipastikan Eden akan lari cari saya untuk lapor dan segera datang ke Kiran. Kadang Eden duduk disebelah Kiran dan usap-usap kepalanya sambil bilang ‘sayaaang sayaaang…’. Momen kaya begini bikin mata langsung buram 😍

Sekarang ini saya lagi nungguin anak bayi buat mulai gulang guling. Sudah bisa telentang kalau sedang posisi tengkurap tapi belum sebaliknya. Sedangkan untuk Eden, saya lagi nyiapin mental untuk mulai potty training 😁 semoga semua lancar.


Ada saran atau pengalaman untuk potty training? 

Lip & Tongue Tie


Setelah Eden mengalami proses pengguntingan Tongue Tie ga lama setelah lahir, ternyata Kiran pun harus mengalami proses yang kurang lebih sama. Karena konon salah satu penyebabnya adalah faktor genetis (yup, M side 😋).

Waktu masih di ruang persalinan dan dokter spesialis anak mengenalkan diri, saya langsung bilang kalau nanti bayinya tampak tongue tie, tolong langsung ditangani saja. Setelah lahir, dokter tsb bilang kalau Kiran memang ada sedikit tongue tie dan tidak perlu ada tindakan.

Pertama kali menyusui, rasa sakit langsung terasa dan bentuk puting saya setelah menyusui tampak kotak (harusnya agak runcing/segitiga) yang merupakan salah satu indikator bayi memiliki sindrom tongue tie. Proses menyusui pun lama, bayi tidur terus menerus karena malas menyusu (menurut dokter, bayi dengan tongue tie mengalami kesulitan menyusui jadi lebih memilih tidur), dan juga proses pelekatan (latching) yang singkat dan menyebabkan bayi menangis setiap beberapa isapan. 

Karena gejala tsb di atas tampak sama seperti Eden bayi, maka saya langsung berupaya memompa asi dan memberikan botolan kepada Kiran. Dengan demikian berat badan Kiran juga tetap terjaga dan ga rewel karena kelaparan.

Setelah dokter spesialis anak yang kami datangi setuju bahwa Kiran harus mendapat tindakan untuk tongue tie-nya, kamipun membuat janji temu dengan salah satu dokter yang direkomendasikan. Seorang profesor bedah mulut di rumah sakit yang cukup ternama. Sayangnya kami harus kecewa karena menurut beliau, usia bayi harus minimum 2.5 bulan dan tindakan dilakukan dengam bius total. Awalnya kami masih ngotot mengingat proses tindakan Eden sangat singkat dan tanpa bius. Tapi beliau bilang kalau beda negara ya beda prosedur. Jadi sudahlah, kami pulang. Perjalanan 3 jam pulang pergi pun sia-sia dan hanya buang waktu 😤

Kemudian kami dapat info kalau anak sepupu saya mengalami tongue tie dan sudah mendapat tindakan, padahal usianya hanya lebih tua beberapa hari dari Kiran. 

Berangkatlah kami ke Kemang Medical Center untuk ketemu dr. Asti Praborini, SpA yang mengambil sub spesialis laktasi. Begitu masuk, cerita apa dan bagaimana, lalu beliau minta saya menyusui Kiran untuk melihat proses latching dan posisi mnyusui, kemudian Kiran diperiksa dan ternyata borongan lip & tongue tie. Saya langsung disodori form persetujuan tindakan frenotomy dan beliau langsung mengerjakan. Prosesnya ga sampai 5 menit dan tanpa bius. Untuk lip-nya cukup banyak mengeluarkan darah, dan sepertinya memang lebih sakit 😓 


Setelah tindakan, saya diminta menyusui lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Masalah belum selesai ternyata. Kiran terlalu akrab dengan botol susu dan semacam lupa puting, istilahnya nipple confuse, dan harus dilakukan inisiasi menyusui ulang untuk mengembalikan rangsang menyusunya. Saya diminta melakukan kontak skin-to-skin dengan Kiran selama 3 x 24 jam. Tapi karena repot dan ga nyaman, jadi saya cuma melakukan ini selama beberapa jam saja. 

Setelah selesai, kami dirujuk ke Klinik Laktasi dan mendapat pelatihan senam wajah untuk menjaga agar tidak terjadi pelekatan kembali lip & tongue tie tsb.

Butuh kurang lebih 3 hari untuk Kiran bisa kembali menyusu tanpa menjerit dan marah-marah. Alhamdulillah, semoga setelahnya sehat dan baik semuanya.

Eden dan ASI

  

Sudah semingguan ini akhirnya Eden lepas asi. Dari awal saya memang berniat supaya Eden tetap mendapat asi sampai usia 2 tahun. Tapi karena perut yang semakin membesar, dan pertimbangan untuk memberikan waktu Eden adaptasi sebelum kelahiran Lil Indo, jadilah saya percepat menjadi 22 bulan asi.
Dokter kandungan memang menyarankan untuk segera berhenti memberi asi setelah saya positif hamil. Tapi dari banyak referensi yang saya baca, kalau tidak punya sejarah keguguran dan tidak ada keluhan selama kehamilan, menyusui boleh dilakukan. Pada beberapa kasus, pemberian asi pada saat hamil dapat merangsang rahim untuk melakukan kontraksi sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Alhamdulillah sampai hari ini saya ga ada keluhan dan hasil pemeriksaan Lil Indo juga baik dan sehat. Sempat beberapa kali perut saya terasa kencang/keras, tapi biasanya ini kejadian kalau saya habis jalan kaki banyak dan seharian 😋 suka terlalu semangat deh ya kalau lagi liburan.

Beberapa bulan setelah ulang tahun pertama, secara bertahap saya memang mengurangi pemberian asi untuk Eden dan berusaha supaya Eden makan lebih banyak. Yang kedua ini betul-betul ga mudah karena proses pindahan kami kemarin sepertinya berpengaruh kuat ke proses adaptasi Eden, dan sempat membuat Eden ga mau makan apapun selama berhari-hari. 

Alhamdulillah dengan membaiknya pola dan menu makan Eden, berkurang juga pemberian asi-nya menjadi hanya sebelum tidur malam dan sebelum tidur siang. 

Dan sejak positif hamil, saya menghentikan pemberian asi sebelum tidur malam. Tugas menidurkan Eden pindah ke M, karena kalau sama saya prosesnya agak drama. Pakai nangis dan gulang guling dulu, plus perut saya bikin tambah susah bungkuk di box tempat Eden tidur. Kalau sama M, Eden bisa tidur dalam waktu kurang dari 20 menit saja.

Sedangkan untuk menghentikan asi sebelum tidur siang ini, butuh waktu lumayan lama untuk saya menyiapkan mental. Kok malah saya? Iya soalnya kan siang cuma ada saya dan Eden, jadi saya harus betul-betul siap dan kuat mental kalau nanti Eden merengek dan rewel minta asi.

Akhirnya setelah mudik natal dan tahun baru kemarin, setelah badan dan emosi mulai enak, saya pun memberanikan diri mengajak Eden tidur siang tanpa asi. Awalnya dia bingung dan rewel, tapi alhamdulillah ga lama, sekitar 10 menit kemudian pun sudah langsung terdengar nafas teraturnya. Hari ketiga Eden sudah paham kalau ga ada lagi jatah asi, jadi walaupun ada proses nyanyi, bawel dan gulang guling, dia ga rewel dan langsung tidur pulas. Anak soleh ibu banget deh ❤️

Yang lebih menyenangkan dari proses berhenti asi adalah, nafsu makan Eden yang luar biasa. 

Begini sekarang jadwal harian Eden:

  • Bangun jam 6 atau 7 pagi
  • Sarapan 2 batang weetbix dicampur susu
  • Mandi
  • Makan 2 lembar roti bakar oles vegemite, selai kacang/buah, dan kadang nutella. Atau buah; pisang (kesukaan Eden), apel atau anggur.
  • Makan siang
  • Tidur siang, biasanya jam 11/12-2/3, atau jam 2-5
  • Bangun dan makan buah
  • Makan malam
  • Mandi
  • Baca buku sebelum tidur
  • Tidur jam7-730

Itu belum termasuk waktu ngemil biskuit dan sultana/kismis loh, jadi anak ibu sekarang ini alhamdulillah makannya rajin walaupun menunya ga terlalu beragam. Semoga aja ke depannya semakin banyak makanan yang Eden suka ya, supaya tambah sehat dan bertumbuh kembang baik.

Ada dua hal yang menjadi catatan buat saya untuk proses menyusui Lil Indo nanti;

  • Saya harus berusaha memerah asi, supaya M berkesempatan terlibat dalam proses ini dan saya juga jadi lebih leluasa bergerak. Waktu Eden kemarin, asi saya lancar tapi entah kenapa ga banyak hasilnya kalau diperah dengan tangan ataupun pompa.
  • Dengan Eden, saya menyusui sampai Eden tertidur di tangan/pelukan saya. Ternyata ini termasuk salah satu sleep aid dan membuat Eden butuh saya untuk bisa kembali tidur kalau dia terbangun di tengah tidur siang atau malam. Jadi untuk Lil Indo, saya berencana memberi asi tetapi tidak sampai tertidur di tangan/pelukan saya. 

Semoga aja semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kita semua juga selalu dalam keadaam sehat dan bahagia. Aamiin… 😘

Bun in the oven II

  
Iya, saya lagi hamil lagi, alhamdulillah ❤️

Kami memang merencanakan untuk punya anak kedua setelah Eden ulang tahun yang pertama. Selain pertimbangan usia saya, juga supaya jarak mereka ga terlalu jauh jadi bisa main bareng. Tapi mengingat semua butuh proses, akhirnya saya mempercepat berhenti minum pil pencegah kehamilan dari rencana awal berhenti setelah ulang tahun pertama Eden menjadi Desember 2014. 

Sekitar bulan September 2015, saya potong rambut dan mba-nya kaget karena rambut saya cepat sekali panjang padahal baru sekitar 3 bulan lalu saya potong. Saya cerita juga kalau belakangan saya potong kuku bisa 2 kali seminggu. Lalu dia bilang, “jangan-jangan hamil, udah cek belum?”. 

Saat itu memang belum tanggal langganan saya datang, tapi bulan Agustus pun ga seperti biasa, saya hanya dapat sedikit bercak dan selesai dalam 2 hari. Akhirnya saya beli testpack dan muncul 2 strip walau sedikit buram. Hari itu persis tanggal ulang tahun ibu saya, wihhhh saya sudah mo teriak-teriak kasih tau beliau sebagai hadiah ulang tahun, tapi M bilang sabar dulu sampai kita periksa ke dokter.

Dua hari kemudian saya beli testpack lagi dan hasilnya tampak 2 garis yang lebih tegas. Langsung saya daftar untuk ketemu dokter kandungan.

23 Sep, dari hasil USG kelihatan kalau dalam perut saya ada janin. Saya hamil (lagi). Alhamdulillah… Usia kehamilan sudah 10 minggu, dengan panjang janin hampir 5cm. Detak jantung bayi baik dan sehat. Air mata saya selalu saja beleweran setiap kali USG, berkali-kali waktu hamil Eden dan tetap demikian untuk yang kedua kali.

Yang agak aneh, sejak tau hasil testpack pertama yang positif, saya langsung mual-mual parah. Ga sampai muntah, tapi ga suka bau makanan terutama nasi dan mual hampir sepanjang hari selama beberapa bulan. Lumayan perjuangan deh untuk menjaga emosi dan mood supaya Eden ga ikutan rewel dan bikin saya tambah ngos-ngosan.

Sejak awal tau hamil, saya mulai mengenalkan Eden kalau ada adiknya dalam perut saya dan saya ajak ngobrol walaupun saya lebih yakin kalau Eden ga paham 😅 ga apalah ya, namanya juga usaha. Kadang kalau lagi main dan lihat Eden manja, saya ngerasa bersalah. Kayanya belum cukup waktu main saya sama Eden, dan ada kekhawatiran kalau dia akan merasa dinomorduakan. Walaupun ini memang proses yang ga bisa saya hindari, dan bagaimanapun akan terjadi cepat atau lambat, tetap saja saya suka kepikiran ya…

  
Btw, mual ini ga berarti timbangan saya ga bertambah loh ya… Sisa hamil Eden belum berkurang sama sekali dan saya nail berat badan lumayan pesat 😁 terakhir periksa 2 minggu lalu, dokter bilang kenaikan berat badan saya dan bayi ga seimbang, jadi saya harus mengurangi karbohidrat. Waktu Eden itu saya naik berat badan sekitar 10/11kg, jadi memang berasa sih kalau yang sekarang banyak banget 🙈

Masuk bulan kelima, saya minta ibu saya bikin pengajian. Karena katanya kan ruh mulai ditiupkan di bulan kelima ini, jadi alangkah baiknya kalau diiringin dengan doa-doa. Waktu hamil Eden, saya hanya bisa mengikuti lewat Skype dan sekarang alhamdulillah bisa duduk bareng sama ibu-ibu walaupun harus mondar mandir karena Eden yang ga mau tidur siang. 

Menurut rujak yang dibuat dan disajikan, Lil Indo dalam perut saya perempuan 😋 waktu Eden, tebak-tebakan rujak ini tepat sasaran. Jadi mari kita lihat apakah yang kedua ini juga demikian?…

  
Sejauh ini alhamdulillah saya dan Lil Indo sehat, semua hasil pemeriksaan bagus. Lil Indo diperkirakan lahir sekitar akhir April. Mohon doanya ya teman semua, semoga kami semua sehat dan segala prosesnya berjalan lancar. Aamiin…

Oiya, kenapa Lil Indo? Karena segala prosesnya memang di Indonesia dan insya allah juga akan lahiran di Jakarta. Eden dulu kita panggil Lil Aussie, karena segala prosesnya di sana. Lucu juga ya kalau dipikir, biar adil buat masing-masing pihak 😄

Eden ❤️ Aki

Walaupun ga tiap minggu ketemu, rasanya ada sesuatu yang lebih antara Eden dan Aki. Ga tau apa. 

Aki juga termasuk panggilan yang pertama disebut sama Eden, setelah daddy tentunya dan sampai hari ini masih tetap panggil ibunya dengan kata “abuuuu”.

Kalau Aki tidur, Eden bisa duduk anteng didepannya sambil usap-usap muka dan rambut Aki, panggil-panggil berharap Aki bangun. Sementara Aki-nya itu ada petasan di sebelahnya juga belom tentu bangun 😁 dan biasanya setelah nyium Aki dan tetap ga berhasil bangunin, Eden akan turun dari tempat tidur dan main lagi sendiri.

Sejuta rasa deh kalau lihat Aki dan Eden berduaan. Silahkan ikut lihat juga ya…

Semoga Aki selalu sehat dan bahagia ya Ki, kita semua sayang Aki 😘😘😘

   
    
   
Dan setelah semua foto di atas, ini salah satu favorit saya. 

Eden. Enin. Aki.

  

Selamat Pagi dari Jakarta

Hampir dua minggu menjalani lagi kehidupan di ibukota, yang paling terasa eungap adalah macetnya yang semakin luar biasa, dan kelembaban udara yang bikin kemringet 😅

Perjalanan Sudirman – Petukangan yang dulu bisa ditempuh paling lama 45 menit di pagi hari, sekarang butuh minimal 1.5 jam 🙈 kebayang ga tuh waktu tempuh yang beneran kejadian pas jam pulang kantor? Belum lagi kalau hujan, hadeuh elus dada deh…

Selain pembangunan MRT yang bikin jalanan Sudirman jadi meliuk di beberapa lokasi dan trotoar yang mengecil, Ciledug Raya yang menuju rumah orang tua saya pun sedang di acak-acak. Pembangunan fly over Ciledug – Kuningan/Tendean sedang berlangsung, dengan perkiraan akan selesai dalam 2 tahun. 

Rute alternatif melalui Permata Hijau pun tersendat karena ada pembangunan fly over Permata Hijau – Patal Senayan. Ga panjang, tapi bikin parkir di jalan tambah lama karena bottle neck dari 3 jalur di Jl. Panjang, jadi 1 jalur di Permata Hijau.

Yak, sekian info lalu lintas-nya, sekarang soal anak bayinya ibu 😋  

 

Akhirnya Eden dan daddy bisa ngerasain juga Car Free Day di Jakarta. Walaupun tanpa udara bersih segar dan langit biru, tapi ibu bahagia lihat gerobak makanan di sana sini dan pulang dengan tentengan berisi kue cubit, kue pancong dan bubur ayam. Daddy-nya Eden doyan juga tuh kue cubit hahahaha dia yang ngabisin sampe bersih ga sisa 😋   

 

Seminggu di Jakarta, tiba-tiba hari Minggu malam Eden tidurnya gelisah banget dan muntah, disambung dengan panas tinggi yang datang tiba-tiba. Eden bangun dan nangis dari jam 11 malam, jam 2 muntah, sementara daddy harus berangkat ke bandara jam 3.30 🙈 

Setelah akhirnya di bawa ke dokter, ternyata panasnya karena tumbuh 5 gigi dan 2 diantaranya geraham. Pantesan sudah beberapa hari ga mau makan sama sekali dan cranky, rupanya mau tambah pinter…  

 

Sejak jalannya lancar, Eden kelihatan lebih nempel sama daddy-nya, dan semakin kesini semakin kelihatan. Kemarin Eden nangis waktu daddy berangkat kerja, nemplok ga mau lepas 😋 dan Eden yang bisa lari nyamperin daddy sambil senyum lebar dan mata berbinar bahagia, plus tangan yang siap meluk. Dan lihat daddy-nya yang berekspresi sama, bikin ibu jadi meleleh penuh cinta 😍

Sungguh bahagia itu sederhana, sesederhana rasa hangat di hati melihat ada cinta di kehidupan kita. 

Pindahan (3)

(Yang sok) drama pun selesai…

Alhamdulillah hari Minggu malam perjalanan kami dimulai, lumayan juga loh penerbangan kali ini walaupun sudah masuk jam tidurnya Eden tapi karena anak bayi sudah bisa jalan jadi ga mau duduk manis deh 😅

Jadi pindahan ke mana?  

 

Kami pindah ke Jakarta 😍

Rencana Allah SWT sungguh ga pernah bisa kita tebak dan duga, tapi saya percaya apapun itu pasti yang terbaik bagi hamba-Nya.

Siapa yang sangka bahwa kami akan berkesempatan tinggal di Jakarta, dekat dengan keluarga dan teman-teman. Semoga semua lancar dan selalu dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin…

Buat teman-teman blogger yang ada dan mampir ke ibukota, yuk jajan bareng yuuuk… 😋

Pindahan (2)

– Episode Rumah Mertua Indah –

Pasti pada bingung ya, katanya sudah beli rumah baru tapi kok rumah mertua? Hehehe… Masih dari serangkaian episode (sok) drama nan misterius nih, sabar yaaaa

Jadi antara periode selesainya masa kontrak rumah dan masuk ke rumah baru ada selisih waktu sekitar 1 minggu. Rencana awal sih kita akan perpanjang masa kontrak jadi selisih waktu itu bisa disiasati, tapi lagi-lagi manusia berencana dan Allah yang menentukan. 

Kita memang tetap pindah, tapi bukan ke rumah baru. Dan jeda waktu pindahan ini 2 minggu, jadi daripada ribet 2 kali, kita putuskan untuk nebeng di rumah mertua. Kebetulan juga mereka akan liburan, jadi serumah barengnya cuma sekitar 5 hari 😋 

Nebeng tinggal di rumah mertua sebetulnya bukan hal baru buat saya, karena waktu kunjungan ‘cek ombak’ sebelum menikah, saya tinggal disitu. Dan waktu baru datang setelah menikah pun, kami tinggal disitu karena rumah kontrakan belum siap dan kami juga belum punya perabotan.

Drama menantu mertua alhamdulillah ga sampai kejadian, setidaknya dari sisi saya sih ga ada keluhan, entah ya kalau dari sisi mertua 😁 semoga aja tetap harum dan manis.

Yang mau saya ceritain tuh rumah mertua saya umurnya nyaris sama dengan M, hampir sama mungkin ya dengan usia rumah orangtua saya di Jakarta. Untungnya, rumah lama di Perth sini berarti lahan yang lumayan besar. Karena belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, banyak rumah lama dijual dan dilahan yang sama dibangun beberapa rumah (high density).

Saya suka banget sama rumah mertua ini, seperti kepengen saya jaman dulu kalau nonton film 😋 ada cerobong asap, halaman belakang dengan pohon besar, lorong menuju kamar dan lantai kayu yang walaupun berisik kalau diinjak tapi bikin kesan hangat dan nyaman.

Ayo mari saya undang buat sedikit ngintip beberapa spot yang bikin saya jatuh cinta dan kerasan banget di rumah mertua… 

Walaupun masih ada penampakan cerobong asap, tapi perapiannya sudah modern dan ga ada lagi api dan asapnya.  

 

Halaman belakang yang bikin saya jatuh cinta 😍  

Bird bath di halaman belakang dan depan, selalu ada aja aneka burung yang mampir dan bikin kita bisik-bisik nonton mereka.  

Dan terakhir, anak bayinya ibu bahagia banget bisa mondar mandir keliling di halaman belakang dengan nyaman dan aman.