Lip & Tongue Tie


Setelah Eden mengalami proses pengguntingan Tongue Tie ga lama setelah lahir, ternyata Kiran pun harus mengalami proses yang kurang lebih sama. Karena konon salah satu penyebabnya adalah faktor genetis (yup, M side πŸ˜‹).

Waktu masih di ruang persalinan dan dokter spesialis anak mengenalkan diri, saya langsung bilang kalau nanti bayinya tampak tongue tie, tolong langsung ditangani saja. Setelah lahir, dokter tsb bilang kalau Kiran memang ada sedikit tongue tie dan tidak perlu ada tindakan.

Pertama kali menyusui, rasa sakit langsung terasa dan bentuk puting saya setelah menyusui tampak kotak (harusnya agak runcing/segitiga) yang merupakan salah satu indikator bayi memiliki sindrom tongue tie. Proses menyusui pun lama, bayi tidur terus menerus karena malas menyusu (menurut dokter, bayi dengan tongue tie mengalami kesulitan menyusui jadi lebih memilih tidur), dan juga proses pelekatan (latching) yang singkat dan menyebabkan bayi menangis setiap beberapa isapan. 

Karena gejala tsb di atas tampak sama seperti Eden bayi, maka saya langsung berupaya memompa asi dan memberikan botolan kepada Kiran. Dengan demikian berat badan Kiran juga tetap terjaga dan ga rewel karena kelaparan.

Setelah dokter spesialis anak yang kami datangi setuju bahwa Kiran harus mendapat tindakan untuk tongue tie-nya, kamipun membuat janji temu dengan salah satu dokter yang direkomendasikan. Seorang profesor bedah mulut di rumah sakit yang cukup ternama. Sayangnya kami harus kecewa karena menurut beliau, usia bayi harus minimum 2.5 bulan dan tindakan dilakukan dengam bius total. Awalnya kami masih ngotot mengingat proses tindakan Eden sangat singkat dan tanpa bius. Tapi beliau bilang kalau beda negara ya beda prosedur. Jadi sudahlah, kami pulang. Perjalanan 3 jam pulang pergi pun sia-sia dan hanya buang waktu 😀

Kemudian kami dapat info kalau anak sepupu saya mengalami tongue tie dan sudah mendapat tindakan, padahal usianya hanya lebih tua beberapa hari dari Kiran. 

Berangkatlah kami ke Kemang Medical Center untuk ketemu dr. Asti Praborini, SpA yang mengambil sub spesialis laktasi. Begitu masuk, cerita apa dan bagaimana, lalu beliau minta saya menyusui Kiran untuk melihat proses latching dan posisi mnyusui, kemudian Kiran diperiksa dan ternyata borongan lip & tongue tie. Saya langsung disodori form persetujuan tindakan frenotomy dan beliau langsung mengerjakan. Prosesnya ga sampai 5 menit dan tanpa bius. Untuk lip-nya cukup banyak mengeluarkan darah, dan sepertinya memang lebih sakit πŸ˜“ 


Setelah tindakan, saya diminta menyusui lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Masalah belum selesai ternyata. Kiran terlalu akrab dengan botol susu dan semacam lupa puting, istilahnya nipple confuse, dan harus dilakukan inisiasi menyusui ulang untuk mengembalikan rangsang menyusunya. Saya diminta melakukan kontak skin-to-skin dengan Kiran selama 3 x 24 jam. Tapi karena repot dan ga nyaman, jadi saya cuma melakukan ini selama beberapa jam saja. 

Setelah selesai, kami dirujuk ke Klinik Laktasi dan mendapat pelatihan senam wajah untuk menjaga agar tidak terjadi pelekatan kembali lip & tongue tie tsb.

Butuh kurang lebih 3 hari untuk Kiran bisa kembali menyusu tanpa menjerit dan marah-marah. Alhamdulillah, semoga setelahnya sehat dan baik semuanya.

Iklan

Eden dan ASI

  

Sudah semingguan ini akhirnya Eden lepas asi. Dari awal saya memang berniat supaya Eden tetap mendapat asi sampai usia 2 tahun. Tapi karena perut yang semakin membesar, dan pertimbangan untuk memberikan waktu Eden adaptasi sebelum kelahiran Lil Indo, jadilah saya percepat menjadi 22 bulan asi.
Dokter kandungan memang menyarankan untuk segera berhenti memberi asi setelah saya positif hamil. Tapi dari banyak referensi yang saya baca, kalau tidak punya sejarah keguguran dan tidak ada keluhan selama kehamilan, menyusui boleh dilakukan. Pada beberapa kasus, pemberian asi pada saat hamil dapat merangsang rahim untuk melakukan kontraksi sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Alhamdulillah sampai hari ini saya ga ada keluhan dan hasil pemeriksaan Lil Indo juga baik dan sehat. Sempat beberapa kali perut saya terasa kencang/keras, tapi biasanya ini kejadian kalau saya habis jalan kaki banyak dan seharian πŸ˜‹ suka terlalu semangat deh ya kalau lagi liburan.

Beberapa bulan setelah ulang tahun pertama, secara bertahap saya memang mengurangi pemberian asi untuk Eden dan berusaha supaya Eden makan lebih banyak. Yang kedua ini betul-betul ga mudah karena proses pindahan kami kemarin sepertinya berpengaruh kuat ke proses adaptasi Eden, dan sempat membuat Eden ga mau makan apapun selama berhari-hari. 

Alhamdulillah dengan membaiknya pola dan menu makan Eden, berkurang juga pemberian asi-nya menjadi hanya sebelum tidur malam dan sebelum tidur siang. 

Dan sejak positif hamil, saya menghentikan pemberian asi sebelum tidur malam. Tugas menidurkan Eden pindah ke M, karena kalau sama saya prosesnya agak drama. Pakai nangis dan gulang guling dulu, plus perut saya bikin tambah susah bungkuk di box tempat Eden tidur. Kalau sama M, Eden bisa tidur dalam waktu kurang dari 20 menit saja.

Sedangkan untuk menghentikan asi sebelum tidur siang ini, butuh waktu lumayan lama untuk saya menyiapkan mental. Kok malah saya? Iya soalnya kan siang cuma ada saya dan Eden, jadi saya harus betul-betul siap dan kuat mental kalau nanti Eden merengek dan rewel minta asi.

Akhirnya setelah mudik natal dan tahun baru kemarin, setelah badan dan emosi mulai enak, saya pun memberanikan diri mengajak Eden tidur siang tanpa asi. Awalnya dia bingung dan rewel, tapi alhamdulillah ga lama, sekitar 10 menit kemudian pun sudah langsung terdengar nafas teraturnya. Hari ketiga Eden sudah paham kalau ga ada lagi jatah asi, jadi walaupun ada proses nyanyi, bawel dan gulang guling, dia ga rewel dan langsung tidur pulas. Anak soleh ibu banget deh ❀️

Yang lebih menyenangkan dari proses berhenti asi adalah, nafsu makan Eden yang luar biasa. 

Begini sekarang jadwal harian Eden:

  • Bangun jam 6 atau 7 pagi
  • Sarapan 2 batang weetbix dicampur susu
  • Mandi
  • Makan 2 lembar roti bakar oles vegemite, selai kacang/buah, dan kadang nutella. Atau buah; pisang (kesukaan Eden), apel atau anggur.
  • Makan siang
  • Tidur siang, biasanya jam 11/12-2/3, atau jam 2-5
  • Bangun dan makan buah
  • Makan malam
  • Mandi
  • Baca buku sebelum tidur
  • Tidur jam7-730

Itu belum termasuk waktu ngemil biskuit dan sultana/kismis loh, jadi anak ibu sekarang ini alhamdulillah makannya rajin walaupun menunya ga terlalu beragam. Semoga aja ke depannya semakin banyak makanan yang Eden suka ya, supaya tambah sehat dan bertumbuh kembang baik.

Ada dua hal yang menjadi catatan buat saya untuk proses menyusui Lil Indo nanti;

  • Saya harus berusaha memerah asi, supaya M berkesempatan terlibat dalam proses ini dan saya juga jadi lebih leluasa bergerak. Waktu Eden kemarin, asi saya lancar tapi entah kenapa ga banyak hasilnya kalau diperah dengan tangan ataupun pompa.
  • Dengan Eden, saya menyusui sampai Eden tertidur di tangan/pelukan saya. Ternyata ini termasuk salah satu sleep aid dan membuat Eden butuh saya untuk bisa kembali tidur kalau dia terbangun di tengah tidur siang atau malam. Jadi untuk Lil Indo, saya berencana memberi asi tetapi tidak sampai tertidur di tangan/pelukan saya. 

Semoga aja semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kita semua juga selalu dalam keadaam sehat dan bahagia. Aamiin… 😘

Sarapan

Apakah kamu termasuk orang yang biasa sarapan? Ibu saya selalu memastikan kalau penghuni rumah sudah sarapan sebelum berangkat sekolah atau kerja. Menu sarapan jaman kecil dulu biasanya susu, telur madu, mie rebus/goreng, nasi goreng, bubur ayam, roti bakar/roti selai atau nasi dengan lauk. Tampak berat ya untuk sarapan? πŸ˜‹

Setelah dewasa, sarapan kesukaan saya adalah segelas kopi dan sebungkus gorengan (bala-bala dan tahu isi) dari warung indomie dekat rumah. Sampai saat ini belum ada gorengan yang bisa ngalahin deh pokonya 😍

  
Pindah ke Perth lumayan nyiksa untuk urusan sarapan. Paling sering sarapan sereal dan susu, ditambah segelas kopi. Jarang banget sarapan besar yang lengkap kaya di Jakarta. Paling mentok ya roti bakar atau mie goreng/rebus. Padahal banyak waktu, tapi ga seru karena sarapannya sendirian ga ada teman ngobrol.

Pas liburan kali ini, kami nginap di rumah mertua dan selain sereal plus susu, nana (ibu mertua) bikin sarapan yang beda yaitu ‘boiled egg and dippy soldiers’.

  

Berupa roti bakar dipotong memanjang seperti prajurit yang berbaris tegap dan telur rebus setengah matang. Roti tsb lalu di cocol ke dalam telur. Boleh ditambah lada dan merica kalau suka. Rasanya? Seperti biasa, buat saya mah cuma ada enak dan enak banget πŸ˜‹ dan yang ini termasuk kategori enak.

Tapi abis lihat telur setengah matang ini saya jadi kangen telur madu bikinan ibu saya, dan tentunya jadi kangen beliau juga deh πŸ˜…

Salah satu sarapan kesukaan saya di Perth sini adalah crumpet. Semacam pancake tapi permukaannya bolong-bolong kaya bika ambon, dan dibakar lalu oles mentega dan madu. Biasanya saya pakai toaster roti biasa, tapi dirumah nana ada crumpet toaster jadi bisa lebih garing tanpa gosong. Yumm!

  
Jadi, apa menu sarapan kesukaan kamu?

Eden ❀️ Aki

Walaupun ga tiap minggu ketemu, rasanya ada sesuatu yang lebih antara Eden dan Aki. Ga tau apa. 

Aki juga termasuk panggilan yang pertama disebut sama Eden, setelah daddy tentunya dan sampai hari ini masih tetap panggil ibunya dengan kata “abuuuu”.

Kalau Aki tidur, Eden bisa duduk anteng didepannya sambil usap-usap muka dan rambut Aki, panggil-panggil berharap Aki bangun. Sementara Aki-nya itu ada petasan di sebelahnya juga belom tentu bangun 😁 dan biasanya setelah nyium Aki dan tetap ga berhasil bangunin, Eden akan turun dari tempat tidur dan main lagi sendiri.

Sejuta rasa deh kalau lihat Aki dan Eden berduaan. Silahkan ikut lihat juga ya…

Semoga Aki selalu sehat dan bahagia ya Ki, kita semua sayang Aki 😘😘😘

   
    
   
Dan setelah semua foto di atas, ini salah satu favorit saya. 

Eden. Enin. Aki.

  

Selamat Pagi dari Jakarta

Hampir dua minggu menjalani lagi kehidupan di ibukota, yang paling terasa eungap adalah macetnya yang semakin luar biasa, dan kelembaban udara yang bikin kemringet πŸ˜…

Perjalanan Sudirman – Petukangan yang dulu bisa ditempuh paling lama 45 menit di pagi hari, sekarang butuh minimal 1.5 jam πŸ™ˆ kebayang ga tuh waktu tempuh yang beneran kejadian pas jam pulang kantor? Belum lagi kalau hujan, hadeuh elus dada deh…

Selain pembangunan MRT yang bikin jalanan Sudirman jadi meliuk di beberapa lokasi dan trotoar yang mengecil, Ciledug Raya yang menuju rumah orang tua saya pun sedang di acak-acak. Pembangunan fly over Ciledug – Kuningan/Tendean sedang berlangsung, dengan perkiraan akan selesai dalam 2 tahun. 

Rute alternatif melalui Permata Hijau pun tersendat karena ada pembangunan fly over Permata Hijau – Patal Senayan. Ga panjang, tapi bikin parkir di jalan tambah lama karena bottle neck dari 3 jalur di Jl. Panjang, jadi 1 jalur di Permata Hijau.

Yak, sekian info lalu lintas-nya, sekarang soal anak bayinya ibu πŸ˜‹  

 

Akhirnya Eden dan daddy bisa ngerasain juga Car Free Day di Jakarta. Walaupun tanpa udara bersih segar dan langit biru, tapi ibu bahagia lihat gerobak makanan di sana sini dan pulang dengan tentengan berisi kue cubit, kue pancong dan bubur ayam. Daddy-nya Eden doyan juga tuh kue cubit hahahaha dia yang ngabisin sampe bersih ga sisa πŸ˜‹   

 

Seminggu di Jakarta, tiba-tiba hari Minggu malam Eden tidurnya gelisah banget dan muntah, disambung dengan panas tinggi yang datang tiba-tiba. Eden bangun dan nangis dari jam 11 malam, jam 2 muntah, sementara daddy harus berangkat ke bandara jam 3.30 πŸ™ˆ 

Setelah akhirnya di bawa ke dokter, ternyata panasnya karena tumbuh 5 gigi dan 2 diantaranya geraham. Pantesan sudah beberapa hari ga mau makan sama sekali dan cranky, rupanya mau tambah pinter…  

 

Sejak jalannya lancar, Eden kelihatan lebih nempel sama daddy-nya, dan semakin kesini semakin kelihatan. Kemarin Eden nangis waktu daddy berangkat kerja, nemplok ga mau lepas πŸ˜‹ dan Eden yang bisa lari nyamperin daddy sambil senyum lebar dan mata berbinar bahagia, plus tangan yang siap meluk. Dan lihat daddy-nya yang berekspresi sama, bikin ibu jadi meleleh penuh cinta 😍

Sungguh bahagia itu sederhana, sesederhana rasa hangat di hati melihat ada cinta di kehidupan kita.