Ayo Sekolah!

Tahun depan Eden genap berusia 4 tahun, waktu tuh beneran ga kerasa ya, kemarin masih diuwel-uwel eh tau-tau mau sekolah aja. Segera setelah kami dapat rumah di Adelaide, langsung cek batas usia untuk masuk sekolah, lalu daftar untuk tahun ajaran 2018. Tahun ajaran sekolah di Australia mengikuti kalender, mulai akhir Januari, sampai sekitar pertengahan Desember. Terbagi atas 4 term, dengan libur panjang sebelum Natal sampai akhir Januari, liburan musim panas.

Alhamdulillah rumah kami tepat berseberangan dengan sekolah, bel sekolah dan suara anak-anak pun bisa terdengar sampai rumah. Dari daftar peringkat sekolah, sekolah pemerintah ini tidak menduduki posisi terbaik, hanya rata-rata saja. Tapi kalau lihat fasilitas sekolah, saya rasanya sudah bahagia luar biasa. Apalagi setelah acara Parents Information Day beberapa minggu lalu, dimana para guru berbicara dan menerangkan apa dan bagaimana cara mereka belajar dan mengajar di sekolah.

“We have a nice garden outside and we let the children do some gardening, we encourage them not to pick flowers because flowers make the butterflies and bees come and help them live. We encourage them not to squeeze bugs and insects because we need them to make the garden grow… so the children can appreciate that every living thing matters and is important”.

“Our school and community are very diverse, we respect and appreciate them. Children would not see the difference unless we point it out to them”.

Kalimat pertama sempet bikin saya pengen sembunyi di bawah kursi karena saya paling males mikir ini binatang bahaya atau ga, mending langsung pejret aja daripada daripada 😋 sekarang saya harus usaha lebih baik deh, dari pada nanti Eden cerita ke gurunya kalau ibunya tukang mejretin serangga.

Kalimat kedua bikin saya langsung mikir kondisi di Indonesia, dan berdoa semoga kami bisa mengajarkan anak-anak untuk menghargai perbedaan.

Selain itu, mereka juga memperkenalkan bahasa isyarat kepada anak-anak dengan menempelkan gambar alfabet dan bahasa isyarat di banyak benda dan permainan. Misalnya gambar bahasa isyarat pintu di tempel di pintu masuk kelas, gambar bahasa isyarat rumah di tempel dalam rumah bermain kecil di halaman.

Sekolah ini mengusung konsep Climate Change Focus dengan melakukan hal-hal yang ramah lingkungan sebagai berikut;

Masuk dalam kelas, kita bisa melihat ada 2 kotak besar berisi kardus bekas, kertas koran dan sejenisnya. Benda-benda ini kemudian digunakan anak-anak dalam proses belajar. Mainan di dalam kelas pun umumnya berupa benda yang bisa disusun, dipasang dan digunakan untuk bercerita. Misalnya balok berbagai ukuran yang digunakan sebagai pendukung sudut dinosaurus, atau binatang dan kendaraan yang bisa di bongkar pasang dengan media balok, kereta api kayu beserta rel yang harus dibongkar pasang setiap kali dimainkan. Di sudut kelas ada juga dapur karena anak-anak juga diajarkan memasak dan membantu urusan dapur.

Ruang kelas dibuat berbeda tema disetiap meja dan sudutnya. Ada meja melukis/menggambar/mewarnai, meja menggunting dan menempel, meja puzzle, meja kain felt dan berbagai guntingan bentuk, meja play dough, sudut dinosaurus, sudut mainan binatang dan balok, sudut mainan bayi, sudut dapur, sudut dress up, sudut baca buku dan banyak lainnya.

Sedangkan di halaman, ada area playground, kolam pasir, kebun, kolam lumpur, rumah kebun, nature playground dengan balok kayu dan batang pohon dan lainnya.

Dalam kelas preschool setiap hari Jumat pagi, keterlibatan orangtua sangat diharapkan. Misalnya membantu menyiapkan buah (memotong dan menata dalam piring), membersihkan/mencuci perangkat makan dan meja, dan semua mainan, meja dan kursi harus dirapikan kembali sebelum kelas berakhir. Dan untuk kelas kindergarten, orangtua diharapkan kesediaan untuk membantu dengan membersihkan kelas (ga tau juga ya sejauh apa urusan bersih-bersih yang dilakukan), mencuci perlengkapan/peralatan melukis dan banyak hal lainnya. Jadi sekolah selalu dalam keadaan rapi dan bersih saat anak-anak datang dan demikian juga saat mereka meninggalkan sekolah.

Pada saat kami datang di kelas perkenalan untuk anak, pulangnya setiap anak dibekali tas berisi buku-buku. Terlihat ada pesan menu yang sebaiknya disediakan dan dibawa untuk bekal ke sekolah. Aturan yang cukup keras di sekolah ini adalah tidak membawa makanan yang mengandung kacang-kacangan karena tingginya tingkat alergi yang mungkin terjadi. Selain hanya boleh membawa minuman berisi air putih, bekal makanan hanya boleh buah, biskuit kering (tanpa krim atau gula), sayuran atau pun yoghurt dalam kemasan gelas sehingga anak dapat melatih motorik dengan sendok. Jadi jus buah, coklat, permen dan kue manis tidak diperbolehkan duduk manis dalam kotak bekal 😋 ini juga salah satu alasan terkuat saya belajar memasak. Supaya bisa bikin bekal yang enak dan sehat untuk anak sekolah.

Selamat memulai petualangan baru ya kak, doa ibu dan daddy insya allah ga akan pernah putus mengiringi langkah kakak selamanya. Semoga selalu soleh, baik budi dan sehat 😘

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s