Life in Suitcase(s)


Dalam kurun waktu setahun ini bisa dibilang kami mencatat rekor pindahan terbanyak; 1 tahun, 3 negara dan entah berapa rumah.

Awal Juli tahun lalu, rencana awal liburan ke Singapura dan Legoland berakhir dengan M harus langsung angkat kaki dari Indonesia. Jadi saya dan anak-anak pulang ke Jakarta tanpa M dan langsung menginap di rumah orang tua saya selama hampir satu bulan. Kemudian bulan Agustus M datang dan menjemput kami untuk pulang ke Perth.


Karena rumah kami belum habis masa sewanya jadi kami tinggal di akomodasi sementara. Jatah 3 bulan cuma kami pakai 1 bulan, kemudian pindah ke rumah orangtua M yang kebetulan akan pergi liburan satu bulan. Jadi kami house sitting, dengan perhitungan, sebelum mereka pulang kami sudah pindah. Tapi ternyata penyewa rumah kami bermasalah dan rencana lainnya pun batal. Setelah 2 bulan di rumah orangtua M, saya dan anak-anak pulang lagi ke Jakarta sambil menunggu jadwal pengembalian apartemen di Jakarta.

Setelah seluruh urusan perbaikan rumah di Perth selesai dan dapat jadwal pengembalian apartemen di Jakarta, M terbang lagi ke Jakarta menjemput kami, packing untuk pindahan barang balik ke Perth dan mengembalikan kunci apartemen. Kali ini kami resmi pindahan balik ke Perth, dan alhamdulillah langsung masuk ke rumah sendiri ❀️

Baru seru-serunya menikmati tinggal di rumah sendiri, M dapat tawaran kerja di Saskatoon, Canada. Posisi permanen, tapi M dapat kesempatan untuk “coba dulu” selama 3 bulan sambil mereka proses rekrutmen dan boleh bawa keluarga. Dan seperti sudah diduga, paspor hijau saya butuh waktu untuk dapat visa dari imigrasi Canada. M berangkat lebih dulu dan kemudian balik 3.5 minggu kemudian untuk menjemput kami.

Soal kehidupan dan cerita salju di Saskatoon akan di posting terpisah ya… Pertimbangan jarak yang bikin tiket pesawat super mahal, dan beda waktu yang bikin susah komunikasi adalah alasan terbesar kami memutuskan untuk ga lanjut di Saskatoon dan kembali ke Perth. Dan alhamdulillah, sebelum meninggalkan Saskatoon, M sudah dapat tawaran kerja lain lagi. Dan kami pun mesti pindahan lagi πŸ˜‹


Kali ini, ke Adelaide. 

Setelah hampir sebulan setengah kembali ke Perth, akhirnya kami pun pindahan lagi πŸ˜„ 30 hari di akomodasi sementara, kemudian nanti pindah ke rumah kontrakan. Mudah-mudahan kami ga perlu pindahan lagi untuk beberapa waktu ke depan. 

Alhamdulillah untuk urusan pindah antar negara kami dapat paket packing and shipment dari kantorJadi cukup beresin dan pisahin barang saja, mereka (movers) yang bungkus, masukin kardus dan angkut. Tiba ditujuan pun mereka yang bongkar dan bawa lagi kardus-kardusnya. 

Pindahan kali ini sepertinya lebih besar dampaknya buat Eden. Sejak kita keluar dari rumah, Eden selalu ngajak pulang. Mungkin karena sekarang beda rasanya buat dia, selain sudah lebih mengerti, mungkin juga merasa punya kamar sendiri dengan barang dan mainan sendiri. Waktu mobil kami diangkut truk untuk pindahan pun Eden teriak protes dengan mata penuh airmata. Saya jelaskan kalau mobilnya ga bisa naik pesawat dan akan ketemu nanti di Adelaide, wajahnya berangsur tenang. Sampai hari ini, seminggu lebih kami meninggalkan rumah di Perth, Eden masih beberapa kali bertanya kapan kita pulang ke Perth. 

Semoga aja Eden dan Kiran segera bisa adaptasi, tetap ceria dan selalu sehat. Semoga kami segera dapat rumah yang cocok dan berjodoh. Dan tentunya, semoga aja rumah di Perth dapat penyewa yang baik dan bertanggung jawab ya… Aamiin ya rabbal alamiin.

Advertisements

8 thoughts on “Life in Suitcase(s)

  1. Duh,, ngak kebayang ya reportnya pindah dari satu rumah kerumah lainnya..
    si Eden lucu yaa,, nangis mobilnya mau di bawa πŸ˜€
    tapi lebih enak tinggal di Adelaide ato Perth sih mbak?

    • Pertamanya sih seru, tapi yang terakhir ini udah mulai bikin pengen gigit sepre πŸ˜„

      Aku masih lebih cinta Perth, belum bisa bandingin karena baru seminggu juga ya. Tapi Adelaide cantik, banyak bangunan antik dan arty banget. Jalan ke kota sekitar pun ga jauh, jadi kayanya akan seru sih disini πŸ˜‰

  2. aamiin, semoga kali ini lebih lama ya, mba din ^_^
    dan penyewa rumah di perth nya baik2 aja.

    ada banyak spot moto senja kan mba, di adelaide kaya di perth dulu πŸ˜€

    • Aamiin, nuhun doanya ya geulis 😘

      Sementara kami tinggal di kota dan ga ngadep arah matahari, tapi ada beberapa spot look out di luar kota yang ngadep arah laut n sunset. Dari tengah kota Adelaide sekitar 20 menit nyetir. Ga sabar pengen cepet keliling 😍

    • Kata si mkt movers yg dtg survey, lama2 lo bisa bikin perusahaan tandingan klo bgini terus ya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Aamiin, iya semoga ga pindahan lg dulu untuk beberapa waktu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s