Terbang Bawa Bayi & Batita


Terbang pertama bawa Kiran dan Eden kejadian di Juli lalu. Kiran waktu itu umur 3 bulan, dan Eden umur 2 tahun 5 bulan. Rute Jakarta – Singapura pp.

Berangkat ga ada masalah karena kami pergi berempat. Pulangnya, M mendadak dapat panggilan buat langsung berangkat ke Australia, dan saya plus dua anak harus pulang ke Jakarta. Kepala saya langsung cenut-cenut πŸ™ˆ 

Masalahnya, bawaan kami ukuran 2 dewasa, jadi ga mungkin saya sendiri dengan anak-anak. Ada 2 koper besar, dan 2 stroler. Akhirnya diputuskan, adik saya datang ke Singapura menjemput kami.

Di bandara Changi, para bayi dan stroler aman sampai ke pintu pesawat. Mereka pun anteng selama penerbangan walaupun sempat delay hampir satu jam. Ketidaknyamanan muncul ketika pesawat mendarat di Jakarta.

Sudah lama sekali saya ga lagi merasakan nyamannya pulang ke Jakarta dengan garbarata, seringkali pesawat Garuda parkir jauh dari bangunan terminal dan kami menghabiskan waktu cukup lama dalam bis. 

Parahnya, M pernah tiba dari Perth dan bis membawa penumpang ke terminal domestik. Dan sekali lagi M tiba dari Balikpapan tapi bis membawa penumpang ke terminal internasional. Penumpang kebingungan sampai akhirnya ada petugas darat yang mengarahkan mereka kembali ke bis dan diantar kembali ke terminal yang seharusnya.

Anyway, kami tiba di Jakarta dan seperti biasa pesawat parkir jauh dari bangunan terminal. Stroler diserahterima di tarmac, aman? Belum!

Stroler harus naik bis dan ga ada satu lengan pun terjulur membantu kami berdua mengangkat stroler ke dalam bis. Untung adik saya gesit, jadi kami berdua bisa langsung angkat stroler ga pake ribut.

Tiba di bangunan terminal, turun dari bis pun gada bantuan, ga usah lah ngarep di bantu, di kasih jalan duluan pun ga ada. Jadi kami harus menunggu sampai bis kosong baru bisa turun. Gotong-gotong lagi judulnya. Karena bis berhenti di jalan aspal, lalu kami harus angkat lagi stroler ke trotoar, dan kemudian naik tangga. Sementara dua anak bayi ibu dalam kondisi tidur. Kalau gotong satu dan yang satu ditinggal kan riskan juga ya?

Adik saya akhirnya gendong Eden di satu tangan, sementara tangan lain nenteng stroler. Sedangkan saya, alhamdulillah ada petugas kebersihan yang bantu angkat stroler sampai atas. Semoga selalu sehat dan penuh berkah ya Pak…

Ga kebayang deh kalau saya terbang cuma sama anak-anak, stres banget tuh kayanya πŸ™„

my dearest sister yang super jagoan 😍


Terbang kedua, awal November kemarin. Hanya bertiga dengan anak-anak. Kiran 6 bulan, dan Eden 2 tahun 8 bulan. Diputuskan bahwa kami ga akan bawa stroler, hanya gendongan untuk Kiran dan tali pengaman untuk Eden. Dan tas tenteng untuk perlengkapan di pesawat.

Saya ga bawa bagasi sama sekali, karena kami tiba di Jakarta cukup larut, jadi anak-anak pasti sudah capek dan kemungkinan akan rewel kalau harus tunggu bagasi. Pengalaman kami tiba dari Perth dengan penerbangan ini, bagasi baru keluar satu jam setelah proses imigrasi kami selesai. Jadi saya ga mau ambil resiko.

Untungnya selama di Perth, Eden sudah terbiasa jalan kaki dan ga lagi duduk di stroler. Kalaupun tertidur di mobil, Eden gampang bangun dan dengan senang hati langsung jalan kaki lagi. Jarang lah dia cranky kalau pas lagi pergi-pergi. Makanya saya cukup percaya diri untuk terbang bertiga.

Di bandara Perth disediakan stroler tapi jumlahnya ga terlalu banyak. Dan di area kedatangan, stroler baru diserah terimakan di area pengambilan bagasi.

Selama di bandara Perth, Eden selalu gandeng tangan saya dan ga lari kabur sana sini. Alhamdulillah latihan kami di shopping mall membuahkan hasil πŸ˜‹ tali pengaman yang saya pasang karena takut dia kabur sama sekali ga perlu digunakan. Kiran pun duduk anteng di gendongan, sibuk celingak celinguk sana sini.

Di pesawat, Kiran tidur hampir sepanjang perjalanan. Sayangnya cuaca buruk di setengah perjalanan jadi Kiran ga boleh tidur di bassinet, harus dipangku dengan sabuk pengaman terpasang.

Eden seperti biasa sibuk dengan ini itu sampai akhirnya tidur setelah setengah perjalanan. Saya bahkan bisa makan tenang di pesawat πŸ˜‹ 

Tiba di Jakarta, saya minta bantuan pramugari untuk bawa Eden turun dari pesawat. Karena baru bangun dan mengantuk, saya ga yakin dia akan bisa aman turun tangga pesawat. Sedangkan saya gendong Kiran dan nenteng tas, rasanya beresiko kalau gandeng Eden dan ga pegangan.

Pramugari dan kru Garuda buat saya selalu sangat membantu dalam setiap penerbangan, saya ga ada keluhan deh soal ini. Mereka mampir dan ajak main anak-anak, dan ga judes dimintain tolong.

Salah satu pramugari dengan baik hati menggendong Eden sampai tarmac, dan kru darat lain membantu gendong Eden sampai bis, lalu lanjut dari turun bis sampai area imigrasi. Alhamdulillah…

Buat saya, penerbangan dengan dua anak ini semacam peringatan. Mungkin dulu waktu masih single, saya pun gada empati dan ga peduli liat ibu dan anak yang butuh bantuan. Sibuk sama diri sendiri. Besok-besok semoga saya lebih sensitif kalau ada yang butuh dibantu.

Kayanya kalau M sibuk kerja, kami sudah siap nih keliling dunia bertigaan saja πŸ˜„

Iklan

Drama Sebelum Tidur

Kalau lagi senang sesuatu, biasanya benda tsb selalu dibawa Eden masuk kamar dan diletakkan di meja samping tempat tidur. Kadang mainan, buku, gambar tempel atau potongan puzzle.

Tapi beberapa hari ini, yang dibawa masuk mulai seru. Kemarin sempat beberapa malam bawa masuk boneka Upsy Daisy dari film In The Night Garden. Boneka diletakkan di atas bantal atau di samping tempat tidur.

Lalu saya nemu boneka punya keponakan, Lala dan Dipsy-nya Telletubbies. 

Dan drama benerrrrrr…

Eden minta Lala dan Dipsy juga bobo pake selimut, geletak di sebelahnya.

Malam kedua, Lala dan Dipsy juga ikut bangun dan minum kalau Eden haus.

Dan berlanjut beberapa malam dengan tokoh yang sama, sampai tadi malam.

Yang di ajak tidur; Lala, Dipsy dan kue tart mainan. Selain upacara seperti biasa, tadi malam ada acara ulang tahun dulu. Pake nyanyi happy birthday dan tiup lilin πŸ˜‚

Saya yang selalu pura-pura tidur kalau nemenin Eden nyaris nyengir lebar deh πŸ˜‹ untung malam ini ga bawa mainan apa-apa, langsung molor dengan manis.

penampakan peserta bobo tadi malam, lengkap dengan kue tart πŸ˜‹