Kelakuan Bocah


Beberapa waktu belakangan ini, daya imajinasi Eden kelihatan banyak peningkatan. Selain tambah banyak kata-kata dan kalimat baru, banyak gaya juga deh πŸ˜‹

Kadang kasihan kalau liat dia gemes karena ibu-nya ga paham sama kata atau kalimat baru yang dia ucapkan. Jadi ibu harus betul-betul merhatiin kalimat di setiap tontonan atau buku yang dibacain, supaya ngerti Eden ngomong apa.

Salah satu drama yang kemarin lagi sering dia kerjain adalah pura-pura tidur sambil bunyi ngorok πŸ˜„ biasanya dia goleran di lantai/karpet atau di kursi terus pura-pura tidur. Lalu lokasi berubah jadi di atas tempat tidur, nyender bantal dan selimutan. Jadi abu ya mesti drama pura-pura nyari dan ngebangunin, atau bilang ‘sst, Eden bobo, ssst’. Tergantung kode dari juragan.

Beberapa hari lalu, tokohnya ganti, yang bobo selimutan bukan lagi Eden tapi mainan kuda. Dia bawa kuda ke kamar, taro di bawah selimut, trus panggil abu; “abu, horsey bobo, sssst”, sambil tangan di bibir dan jalan mengendap-endap πŸ˜„

Trus tiba-tiba suatu pagi dia ambil alas buat ganti popok, dan dia taro lah si boneka kelinci di atasnya, trus heboh teriak, “abu, bunny poopoo”. Dia minta ibu bersihiin bunny dengan gaya ganti popok πŸ˜‚ kalau sudah selesai, Eden akan bilang, “all clean”. Gayanya daddy kalau ganti nappy.

Kelakuan Kiran yang baru 4 bulan pun ga kalah rusuh. Anak bayi ini ga mau klo digeletakin lama-lama, maunya duduk. Padahal ngguling aja belom khatam πŸ˜„ jadilah ganjel kiri kanan supaya anak bayinya bisa duduk. Dia tuh seneng banget liatin kakaknya main, ikut heboh gerakin tangan kaki dan matanya ga lepas ngikutin kemanapun kakaknya bergerak.

Kiran pun sudah mulai kami kenalkan dengan buku, dan ikutan duduk sama daddy dan kakak Eden pas acara bed time story. Lucu lihatnya, karena dia selalu berusaha pegang buku dan kepalanya selalu nyelonong ke depan πŸ˜‹


Waktu itu saya pernah cerita soal sleeping bag untuk bayi, nah untuk Kiran pun kami beli karena punya Eden masih terlalu besar. Selain itu, kami pindah lagi ke Perth pas musim dingin. Tapi ternyata sleeping bag yang kami beli ga cukup hangat buat Kiran. Jadilah kami beli lagi di toko perlengkapan outdoor Macpac, bahannya enak banget dan breathable. Jadi ga takut Kiran susah nafas kalau wajahnya ketutupan.


Kadang saya merasa bersalah sama mereka, apalagi kalau mulai nangis barengan dan saya harus milih siapa duluan yang harus di samperin. Yang pusing kan kalau M lagi tugas luar dan Kiran nangis bangun malam, trus ngebangunin Eden πŸ™ˆπŸ˜„ kerja bakti lahir batin deh tuh…

Bagaimana Eden dengan adanya Kiran? Saya ga yakin juga Eden ngerti apa dan siapa Kiran ya, tapi kalau Kiran nangis atau misalnya posisi duduk/tidurannya Kiran udah ajaib, hampir bisa dipastikan Eden akan lari cari saya untuk lapor dan segera datang ke Kiran. Kadang Eden duduk disebelah Kiran dan usap-usap kepalanya sambil bilang ‘sayaaang sayaaang…’. Momen kaya begini bikin mata langsung buram 😍

Sekarang ini saya lagi nungguin anak bayi buat mulai gulang guling. Sudah bisa telentang kalau sedang posisi tengkurap tapi belum sebaliknya. Sedangkan untuk Eden, saya lagi nyiapin mental untuk mulai potty training 😁 semoga semua lancar.


Ada saran atau pengalaman untuk potty training? 

Iklan

Dongeng sebelum senin

Musim dingin di Perth artinya hujan turun hampir setiap hari, kadang lengkap dengan angin kencang atau malah hujan butiran es. Yang terakhir ini jarang sih kejadian, tapi bukan ga mungkin.

Pagi ini pun hujan deras dan langit lumayan gelap, tapi setelah kelihatan ada sedikit langit biru, kami pun segera bergerak keluar rumah. 

Rute pagi ini; Kings Park

Sebetulnya secara kasat mata, tempat kami tinggal saat ini ada persis di bawahnya Kings Park. Tapi menuju kesana dengan jalan kaki, pilihannya cuma 2; naik tangga lewat Jacob’s Ladder, atau nanjak lewat Mounts Street.

Jacob’s Ladder itu tangga dari Mounts Bay  Road menuju Kings Park, sebanyak 246 anak tangga 😁. Tangga tentunya bukan pilihan untuk kami yang pergi dengan 2 stroler.


Jadi pilihan jatuh ke nanjak lewat Mounts Street. Jaraknya sih mungkin cuma 200-300m aja, tapi nanjaknya sumpah curam banget! Luar biasa bikin pengen kabur selimutan lagi buat pemalas kaya saya ini 😁 tapi karena saya suka banget pergi ke Kings Park, jadi marilah kita laksanakan!

sebelum nanjak

sesudah nanjak


Sepanjang nanjak ini lumayan lah bikin kesel M karena saya berisik nunjuk mau apartemen yang ini dan itu plus ribut ngos-ngosan ga nyampe-nyampe πŸ˜„ tinggi ajaaaa nanjaknyaaaaa, mo matik bener deh ah!

Karena posisi tanahnya semacam tebing, daerah ini jadi banyak dibangun apartemen mahal yang pemandangannya langsung ke pusat kota dan sungai Swan, plus berasa punya pekarangan sendiri karena sebelahan sama Kings Park.

Memasuki area Kings Park, agak aneh karena banyak banget orang berdiri dan mondar mandir. Dan mereka ga kelihatan sedang berolahraga, ataupun menikmati Kings Park karena setiap orang matanya lekat pada layar hp masing-masing. Ga salah lagi, kami sepakat bahwa mereka adalah para pemburu Pokemon. Saya sempat tanya seorang ibu yang jalan kaki sambil menggandeng anaknya yang sibuk nyureng liat hp; “are you doing the pokemon?”, dan dia jawab iya sambil nyengir. Saya kepo? Iya πŸ˜„ nanyanya juga sambil nahan ngakak. Niat banget deh mereka ini hahahhaa…

Sampai Kings Park, tujuan utama; ngopi!


Seperti juga area terbuka lain di Perth, tempat ini juga penuh orang yang bawa jalan anjingnya. Saya suka lihat binatang, tapi ga suka kalau mereka dalam jarak dekat. Saya takut binatang. Iya, ga boong 😁 saya ga nyaman kalau ada dalam jarak serentangan tangan dari mereka.


Selesai ngopi, kami putar-putar sedikit, Eden yang lagi senang jalan kaki biar puas dulu lari-larian sebelum kembali duduk di stroler.


pemandangan kota perth dan sungai swan


jalan masuk ke kings park


Nanti kapan-kapan saya publish deh cerita soal Kings Park, semoga draft yang nyangkut itu bisa segera selesai.

Udah selesai deh dongeng sebelum senin-nya. Semoga kalian juga punya dongeng yang mengenangkan buat pengantar tidur malam ini ya…

… And they lived happily ever after… Nighty nite, sleep tight 😘

Legoland Resort Malaysia – II

Setelah kelar cerita tentang Legoland Hotel, sekarang giliran cerita tentang Legoland Theme Park dan Water Park. 

4 tiket masuk theme park/water park


Kami menginap dua malam di Legoland Hotel, dan mengambil tiket terusan untuk dua hari yang berlaku konsekutif (berkelanjutan). Karena kami tiba di Legoland Resort sekitar tengah hari dan Park tutup jam 6 sore, kami putuskan untuk menggunakan tiket di hari kedua dan ketiga saja. Rencananya, kami akan ke water park di pagi hari kedua, makan siang dan kemudian ke theme park. Demikian juga dengan hari ketiga, karena bis jemputan baru akan datang jam 4.15 sore. Jadi kami akan punya cukup waktu.

Water Park


Tiket yang sudah kami beli tidak termasuk tiket masuk water park untuk Eden dan Kiran (anak di bawah 3 tahun) jadi kami harus beli tiket baru seharga @ RM11. Harga tsb termasuk 2 buah popok berenang. Lumayan deh buat tambahan, secara saya ga bawa banyak πŸ˜‹ oiya, Kiran ga ikut berenang, anak baik hati ini anteng bobo selama kami berenang.

Selain itu, untuk mendapatkan handuk, kita bisa sewa dengan harga RM30 plus deposit RM30 yang diambil saat pengembalian handuk. Kalau mau sewa gazebo juga bisa, ada beberapa pilihan paket. Tapi kalau mau pakai kursi biasa pun banyak dan kelihatannya cukup aman.


Melihat perosotan dan seluncuran, tentunya mata saya udah penuh binar-binar. Selain yang terjun tegak lurus, saya suka banget main perosotan di water park. Ralat. Saya suka banget main perosotan πŸ˜‹ Tapi mengingat punya 2 anak kecil dan salah satunya bayi yang masih perlu ASI, jadilah saya harus menahan diri.

Untunglah nana dan pop berbaik hati mau jagain Eden dan Kiran selama ibu dan daddy pergi main perosotan. Kemudian pop lanjut jagain Kiran karena ibu dan nana sibuk main di kolam ssafari sama Eden, dan daddy plus 2 anaknya ga bosan main perosotan πŸ˜„ kami akhirnya selesai setelah Kiran bangun dan mulai protes kepanasan.

Water park ini dibagi dua; area anak besar yang isinya kolam ombak dan perosotan, dan area anak kecil yang isinya kolam arus, kolam safari yang ada perosotan mini plus binatang-binatangan, dan kolam main yang sayangnya lagi renovasi.

Untuk yang malas mandi atau bilas dan mau langsung main ke theme park, bisa mengeringkan badan di Dry Station. Semacam hand dryer tapi seukuran badan dewasa πŸ˜‹ ada di beberapa tempat, dan ga gratis hehehee…

Kalau lapar pun ga perlu keluar area, ada beberapa kios dan ada resto juga dalam area water park, tapi kami ga sempat icip-icip.

Water park ini dirancang memang untuk anak-anak, jadi kalau mengharap akan menemukan perosotan yang seru mengerikan atau tinggi luar biasa untuk ukuran dewasa, anda berada di tempat yang salah πŸ˜‹ buat saya, Atlantis  Ancol dan Waterbom Bali masih lebih seru menantang.

Sekedar catatan, disarankan untuk lebih dulu ke water park. Seperti pengalaman kami kemarin, hari ketiga itu water park ditutup karena ada kandungan amoniak dalam air (lupa persisnya).  Pengumuman ini langsung dari badan pemerintah. Kebayang kalau datang jauh-jauh dan ga bisa berenang. Karena banyak anak yang sudah siap dengan perlengkapan berenang dan menangis karena ga bisa main. Untungnya ada kolam renang hotel, jadi mungkin bisa cukup menghibur. 

Theme Park


Kebetulan kamar kami menghadap di arah theme park, jadi anak-anak sudah heboh menentukan mau naik apa dan rutenya mau lewat mana dulu πŸ˜‹ 

Setelah makan siang, nana, pop dan anak-anak langsung pergi. Sedangkan kami menunggu M selesai teleconference meeting baru berangkat. 

Tiket terusan itu bisa digunakan bolak balik dalam sehari. Jadi kalau pagi sudah masuk dan mau istirahat dulu di hotel lalu siang balik lagi pun bisa. Praktis buat kami yang bawa bayi dan batita. Buat yang mau sholat pun ga usah khawatir, ada beberapa musholah tersedia di masing-masing park.

Ketika kami ketemu rombongan nana dan pop, anak-anak langsung semangat, mereka tau saya pasti mau naik segala macam roller coaster. Dan M udah lama menyerahkan urusan beginian ke saya. Dia bahagia cuma nunggu stroler di bawah πŸ˜‹

Miniatur Lego – Clark Quay Singapore


Yang paling menarik buat saya adalah miniatur bangunan terkenal di dunia yang semuanya dibuat dari Lego. Favourite saya; pelabuhan! Ada Tanah Lot dari Lego juga, dan kereeeen! ❀️ 

Seperti juga water park, permainan di theme park ini dibuat untuk anak usia sekolah deh kalau menurut saya. Jadi pergi ke Legoland Resort Malaysia itu memang betul-betul untuk anak. Walaupun tentu saja tetap seru dan menarik, apalagi buat saya yang baru pertama kali bawa Eden main ke tempat seperti ini 😍

Permainan untuk anak lumayan banyak jenisnya, apalagi kalau anak sudah usia sekolah TK. Pasti seru banget buat mereka. Dari kapal terbang, perahu, mobil dan kereta, juga ada permainan keluarga dimana ayah ibu anak semua aktif melakukan sesuatu untuk menang. Ada juga arena Lego Duplo, semacam playground untuk anak-anak balita. Untuk anak seusia Eden, ada batas minimal tinggi badan 80cm untuk bisa main. Alhamdulillah Eden lebih dari 80cm jadi ibu ga sia-sia antri sambil gendong πŸ˜‹

andalan ibu dan eden πŸ˜‹


Permainan uji nyali juga lumayan banyak, untuk anak usia belasan tahun. Ada beberapa macam jet coaster, ada permainan perahu yang kalau di Dufan namanya Niagara. Ini aselik basah kuyup parah. Pilihannya antara ganti semua pakaian termasuk sepatu, atau masuk Dry Station πŸ˜‹ entah ya beneran bakal kering atau ga.

Arena yang paling ditunggu M tentunya Star Wars. Bukan permainan uji nyali, tapi semacam film pendek. Yang paling menyenangkan adalah karena tempatnya dalam ruangan AC. Sayangnya stroler ga boleh dibawa masuk, padahal lumayan buat Kiran ngadem. Terpaksa Kiran tunggu diluar sama Nana karena lagi tidur. 


Banyak permainan yang tempatnya dalam ruangan dan tidak membolehkan stroler masuk, jadi agak susah buat kami. Gantian jaga di luar juga ga enak, kasian anak-anak menunggu. 


Selain itu yang seru tentunya hiasan Lego disana sini yang dibuat berbagai macam bentuk. Paling keren menurut saya adalah kolam musik. Jadi kalau posisi kita disebelah alat musik bass, maka suara bass akan mendominasi lagu. Begitu juga kalau kita berdiri dekat terompet, maka terompet yang mendominasi. Seru ya kalau pas banyak orang, pasti tambah keren suara musiknya.


Hari ketiga itu kami nyaris ga bisa kemana-mana. Water park ditutup, dan hujan deras plus petir ga berhenti dari pagi. Beberapa permainan di theme park pun ditutup kalau cuaca tidak memungkinkan. Anak-anak mulai uring-uringan karena tau waktu mereka ga banyak lagi.

Untunglah menjelang waktu makan siang hujan reda, jadi kami bisa pergi lagi. Beruntung hari sebelumnya kami sudah puas bermain, jadi semua senang deh πŸ˜‰

Legoland Resort Malaysia – I

Rombongan lenong di spot wajib Legoland

Setelah rusuh bikin paspor buat Kiran, akhirnya kami jadi juga liburan ke Legoland. 
Getting there…

Kami memutuskan untuk naik bis dari Singapura ke Legoland. Harganya $12/orang/trip. Lokasi keberangkatan dari Singapore Flyer dan turun langsung di Legoland. Info lengkapnya bisa dilihat disini.

Berangkat dari Singapore Flyer sekitar jam 10.30 pagi, dan tiba di Legoland sekitar jam 12 siang. Sedangkan pulangnya kami ambil jam 4.15 sore dan tiba sekitar jam 6. 

Usahakan barang bawaan dibuat seminimal mungkin, karena harus bawa turun barang saat imigrasi; 

  • Berangkat; hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Singapura dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Malaysia. 
  • Kembali; sebaliknya, hanya membawa dompet/tas kecil saat di imigrasi Malaysia dan menurunkan semua barang bawaan saat di imigrasi Singapura.

Dengan bayi dan balita, bawaan kami ga bisa ditawar lagi 😁 1 koper sedang dengan 2 stroler. Untung ada mertua dan 2 anak M yang sudah lumayan besar jadi ga terlalu rusuh deh…

The Hotel

Bangunan Legoland Hotel adalah yang pertama terlihat saat bis mendekati area Legoland Resort. Dilengkapi dengan 249 kamar bertema Kingdom, Pirate dan Adventure plus kolam renang dan beberapa pilihan resto.

Karena kami datang naik bis, jadi masuk dari belakang hotel yang menghadap ke theme park. Langsung disambut lift yang penuh bergambar karakter Lego, lampu disko dan musik. Seru!

pintu lift

disco time!

Keluar lift, langsung ketemu Foam Brick area, semacam area Lego Duplo tapi bahannya dari busa dengan ukuran besar. Juga dilengkapi area X-Box yang di aktifkan 2 kali sehari. Eden bahagia luar biasa, sibuk lari sana sini, susun Lego dan bermain warna.

brick foam area

Masuk ke lobby, makin seru lagi karena background area receptionist tuh penuh sama minifigures, dan bentukan Lego sejauh mata memandang, juga toko yang sumpah menggoda bangets!
Di area ini, ada kolam-kolam berisi Lego Brick yang bebas dimainkan. Jangan lupa perhatikan juga papan pengumuman karena ada waktu-waktu tertentu karakter Lego muncul disini dan di area Brick Foam. Selain itu, bisa juga tukar minifigure, tapi sayang saya ga baca lebih lanjut syarat dan ketentuan untuk program ini.

area receptionist

Karena rombongan kami terdiri dari 4 dewasa dan 4 anak, dipilihlah Kingdom Suite yang bisa menampung sesuai kebutuhan. Sayangnya di page booking kamar ga dijelaskan kalau tempat tidur yang tersedia berupa 1 kingbed dan 6 single bed (masing-masing berupa bunk bed 3 susun), jadi terpaksalah Nana dan Pop tidur di bunk bed 😁. 


Kamarnya lumayan besar, ada satu kamar tidur dengan kingbed, dua kamar mandi (satu shower dan satu tub), ruang tv menyatu dengan ruang makan, dan area bunk beds. Dalam kamar juga disediakan portable cot, jadi ga perlu lagi minta ke hotel.

Yang seru, di dalam kamar ada semacam peti harta karun dan peta petunjuknya. Jadilah anak-anak heboh cari jawabannya, sampe akhirnya berhasil buka kunci peti dan ngedapetin Lego-Lego ini. Selain Lego yang boleh dibawa pulang, disediakan juga 2 kontainer Lego Duplo yang bisa dimainkan di dalam kamar.


Untuk peralatan mandi, waktu hari pertama disediakan 1 pak toiletries di masing-masing kamar mandi yang berbentuk semacam kotak puzzle. Hari kedua saya tungguin ternyata ga nongol lagi πŸ˜‹ selain itu, ada juga yang satuan seperti pada umumnya. Semua dibungkus dalam kemasan bergambar Lego, tapi sayang isinya standar dan bukan produk Lego.

Untuk urusan perut, ada beberapa resto tersedia di hotel, dan ada juga fast food seperti KFC (ada menu nasi 😍), BK dll di samping hotel. Semacam pusat perbelanjaan kecil. 

Sarapan pagi disediakan di Brick Restaurant. Tempatnya luas banget, seru warna warni, banyak Lego pastinya, makananya beragam banget dan enak. Kami sempat balik lagi untuk makan malam dan walaupun menu buffet ga seberagam sarapan, tapi tetap enak. Untuk makan malam, taplak mejanya cuma kertas putih bergambar plus beberapa guyonan ala bule dan setiap anak dapat 4 krayon warna. Jadi bebas merdeka deh anak-anak mau corat coret di taplak itu. Sedangkan saat sarapan, kalau placemat dibalik itu kertas gambar juga. Eden happy banget coret sana sini dibantuin sama semua orang πŸ˜‹ 

Siap-siap untuk antri pada saat sarapan, karena walaupun ruangan besar, tapi pengunjungnya pun luar biasa banyak.

Selain itu ada kids activity corner, dimana anak bisa menghias cupcake-nya sendiri. Dan juga ada berbagai macam permen dan coklat yang merupakan bagian dari buffet. Jadi waspadalah wahai ibu bapak πŸ˜„

Secara keseluruhan hotel Legoland ini asik banget dan seru. Makanan enak, servis bagus dan tentunya seru karena betul-betul seperti di negeri Lego. Tapi saran saya, kalau ga suka anak-anak, sebaiknya coret aja tempat ini dari bucket list. They are everywhere, literally everywhere πŸ˜„

Cerita theme park dan water park menyusul ya…