Eden dan ASI

  

Sudah semingguan ini akhirnya Eden lepas asi. Dari awal saya memang berniat supaya Eden tetap mendapat asi sampai usia 2 tahun. Tapi karena perut yang semakin membesar, dan pertimbangan untuk memberikan waktu Eden adaptasi sebelum kelahiran Lil Indo, jadilah saya percepat menjadi 22 bulan asi.
Dokter kandungan memang menyarankan untuk segera berhenti memberi asi setelah saya positif hamil. Tapi dari banyak referensi yang saya baca, kalau tidak punya sejarah keguguran dan tidak ada keluhan selama kehamilan, menyusui boleh dilakukan. Pada beberapa kasus, pemberian asi pada saat hamil dapat merangsang rahim untuk melakukan kontraksi sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Alhamdulillah sampai hari ini saya ga ada keluhan dan hasil pemeriksaan Lil Indo juga baik dan sehat. Sempat beberapa kali perut saya terasa kencang/keras, tapi biasanya ini kejadian kalau saya habis jalan kaki banyak dan seharian 😋 suka terlalu semangat deh ya kalau lagi liburan.

Beberapa bulan setelah ulang tahun pertama, secara bertahap saya memang mengurangi pemberian asi untuk Eden dan berusaha supaya Eden makan lebih banyak. Yang kedua ini betul-betul ga mudah karena proses pindahan kami kemarin sepertinya berpengaruh kuat ke proses adaptasi Eden, dan sempat membuat Eden ga mau makan apapun selama berhari-hari. 

Alhamdulillah dengan membaiknya pola dan menu makan Eden, berkurang juga pemberian asi-nya menjadi hanya sebelum tidur malam dan sebelum tidur siang. 

Dan sejak positif hamil, saya menghentikan pemberian asi sebelum tidur malam. Tugas menidurkan Eden pindah ke M, karena kalau sama saya prosesnya agak drama. Pakai nangis dan gulang guling dulu, plus perut saya bikin tambah susah bungkuk di box tempat Eden tidur. Kalau sama M, Eden bisa tidur dalam waktu kurang dari 20 menit saja.

Sedangkan untuk menghentikan asi sebelum tidur siang ini, butuh waktu lumayan lama untuk saya menyiapkan mental. Kok malah saya? Iya soalnya kan siang cuma ada saya dan Eden, jadi saya harus betul-betul siap dan kuat mental kalau nanti Eden merengek dan rewel minta asi.

Akhirnya setelah mudik natal dan tahun baru kemarin, setelah badan dan emosi mulai enak, saya pun memberanikan diri mengajak Eden tidur siang tanpa asi. Awalnya dia bingung dan rewel, tapi alhamdulillah ga lama, sekitar 10 menit kemudian pun sudah langsung terdengar nafas teraturnya. Hari ketiga Eden sudah paham kalau ga ada lagi jatah asi, jadi walaupun ada proses nyanyi, bawel dan gulang guling, dia ga rewel dan langsung tidur pulas. Anak soleh ibu banget deh ❤️

Yang lebih menyenangkan dari proses berhenti asi adalah, nafsu makan Eden yang luar biasa. 

Begini sekarang jadwal harian Eden:

  • Bangun jam 6 atau 7 pagi
  • Sarapan 2 batang weetbix dicampur susu
  • Mandi
  • Makan 2 lembar roti bakar oles vegemite, selai kacang/buah, dan kadang nutella. Atau buah; pisang (kesukaan Eden), apel atau anggur.
  • Makan siang
  • Tidur siang, biasanya jam 11/12-2/3, atau jam 2-5
  • Bangun dan makan buah
  • Makan malam
  • Mandi
  • Baca buku sebelum tidur
  • Tidur jam7-730

Itu belum termasuk waktu ngemil biskuit dan sultana/kismis loh, jadi anak ibu sekarang ini alhamdulillah makannya rajin walaupun menunya ga terlalu beragam. Semoga aja ke depannya semakin banyak makanan yang Eden suka ya, supaya tambah sehat dan bertumbuh kembang baik.

Ada dua hal yang menjadi catatan buat saya untuk proses menyusui Lil Indo nanti;

  • Saya harus berusaha memerah asi, supaya M berkesempatan terlibat dalam proses ini dan saya juga jadi lebih leluasa bergerak. Waktu Eden kemarin, asi saya lancar tapi entah kenapa ga banyak hasilnya kalau diperah dengan tangan ataupun pompa.
  • Dengan Eden, saya menyusui sampai Eden tertidur di tangan/pelukan saya. Ternyata ini termasuk salah satu sleep aid dan membuat Eden butuh saya untuk bisa kembali tidur kalau dia terbangun di tengah tidur siang atau malam. Jadi untuk Lil Indo, saya berencana memberi asi tetapi tidak sampai tertidur di tangan/pelukan saya. 

Semoga aja semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kita semua juga selalu dalam keadaam sehat dan bahagia. Aamiin… 😘

Advertisements

6 thoughts on “Eden dan ASI

  1. Aku masih berjuang nyapih Jo juga D.. Kalau malam udah sukses, tinggal siangnya aja nih. Aku perhatiin sih dia nenen bukan karena haus, tapi cm pingin ngempeng disayang gt. Haaah makin susah deh nyapihnya 😔😔😔😔

    • I feel u deh Be, paham benerrrr…
      Tp kyanya emang lbh karena nyaman n manja ya klo udah segede jo n eden gtu, pdhal emaknya mah klo bisa anaknya d ketekin terus ya 😄 ga tau aja dia klo emak2nya cengeng hahahaha

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s