Selamat Pagi dari Jakarta

Hampir dua minggu menjalani lagi kehidupan di ibukota, yang paling terasa eungap adalah macetnya yang semakin luar biasa, dan kelembaban udara yang bikin kemringet πŸ˜…

Perjalanan Sudirman – Petukangan yang dulu bisa ditempuh paling lama 45 menit di pagi hari, sekarang butuh minimal 1.5 jam πŸ™ˆ kebayang ga tuh waktu tempuh yang beneran kejadian pas jam pulang kantor? Belum lagi kalau hujan, hadeuh elus dada deh…

Selain pembangunan MRT yang bikin jalanan Sudirman jadi meliuk di beberapa lokasi dan trotoar yang mengecil, Ciledug Raya yang menuju rumah orang tua saya pun sedang di acak-acak. Pembangunan fly over Ciledug – Kuningan/Tendean sedang berlangsung, dengan perkiraan akan selesai dalam 2 tahun. 

Rute alternatif melalui Permata Hijau pun tersendat karena ada pembangunan fly over Permata Hijau – Patal Senayan. Ga panjang, tapi bikin parkir di jalan tambah lama karena bottle neck dari 3 jalur di Jl. Panjang, jadi 1 jalur di Permata Hijau.

Yak, sekian info lalu lintas-nya, sekarang soal anak bayinya ibu πŸ˜‹  

 

Akhirnya Eden dan daddy bisa ngerasain juga Car Free Day di Jakarta. Walaupun tanpa udara bersih segar dan langit biru, tapi ibu bahagia lihat gerobak makanan di sana sini dan pulang dengan tentengan berisi kue cubit, kue pancong dan bubur ayam. Daddy-nya Eden doyan juga tuh kue cubit hahahaha dia yang ngabisin sampe bersih ga sisa πŸ˜‹   

 

Seminggu di Jakarta, tiba-tiba hari Minggu malam Eden tidurnya gelisah banget dan muntah, disambung dengan panas tinggi yang datang tiba-tiba. Eden bangun dan nangis dari jam 11 malam, jam 2 muntah, sementara daddy harus berangkat ke bandara jam 3.30 πŸ™ˆ 

Setelah akhirnya di bawa ke dokter, ternyata panasnya karena tumbuh 5 gigi dan 2 diantaranya geraham. Pantesan sudah beberapa hari ga mau makan sama sekali dan cranky, rupanya mau tambah pinter…  

 

Sejak jalannya lancar, Eden kelihatan lebih nempel sama daddy-nya, dan semakin kesini semakin kelihatan. Kemarin Eden nangis waktu daddy berangkat kerja, nemplok ga mau lepas πŸ˜‹ dan Eden yang bisa lari nyamperin daddy sambil senyum lebar dan mata berbinar bahagia, plus tangan yang siap meluk. Dan lihat daddy-nya yang berekspresi sama, bikin ibu jadi meleleh penuh cinta 😍

Sungguh bahagia itu sederhana, sesederhana rasa hangat di hati melihat ada cinta di kehidupan kita. 

Iklan

Pindahan (3)

(Yang sok) drama pun selesai…

Alhamdulillah hari Minggu malam perjalanan kami dimulai, lumayan juga loh penerbangan kali ini walaupun sudah masuk jam tidurnya Eden tapi karena anak bayi sudah bisa jalan jadi ga mau duduk manis deh πŸ˜…

Jadi pindahan ke mana?  

 

Kami pindah ke Jakarta 😍

Rencana Allah SWT sungguh ga pernah bisa kita tebak dan duga, tapi saya percaya apapun itu pasti yang terbaik bagi hamba-Nya.

Siapa yang sangka bahwa kami akan berkesempatan tinggal di Jakarta, dekat dengan keluarga dan teman-teman. Semoga semua lancar dan selalu dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin…

Buat teman-teman blogger yang ada dan mampir ke ibukota, yuk jajan bareng yuuuk… πŸ˜‹

Pantai dan pantai…

Perth terletak di pesisir pantai, memanjang dari utara ke selatan dan menghadap ke arah barat. Jadi setiap hari bisa lihat matahari terbenam di pantai.
Dan saya yang doyan pantai ini baru tau kalau selama musim dingin, pantai akan memendek sedangkan sepanjang musim panas pantai akan luas dan lebar banget, sementara air laut dingin sepanjang tahun. Pantesan kalau musim panas tuh orang ke pantai, enak banget nyemplung walaupun matahari mencrang abis-abisan.

Sepanjang musim panas, hampir setiap minggu kami ke pantai, selain karena anaknya M ikutan Surf Life Saving Club (SLSC) juga enak aja main di pantai. Eden awalnya ga mau turun sama sekali dan ga mau nyentuh pasir, sampai akhirnya berani ngejar ombak dan menggigil kedinginan karena basah πŸ˜…

Surf Life Saving itu adalah semacam kursus dimana kita belajar untuk jadi penjaga pantai, di Australia mereka dikenal dengan sebutan Surf Life Saver, sedangkan Life Guard lebih ke area kolam renang. Untuk ikut SLSC ini usia termuda adalah Under 7 yang berarti anak usia 6 tahun. Kegiatan untuk junior; berenang, lari di pantai, board paddling dan board rescue. Bentuk papan yang digunakan berbedan dengan papan luncur untuk surfing, saya juga baru tau kalau papan luncur itu ada banyak macamnya πŸ˜‹

Balik lagi ke urusan pantai. Pantai yang paling sering kita datangi adalah Trigg Beach, karena anak-anak ikut SLSC di sini.   

tenda pantai kita

  

trigg beach

  

salah satu jalan masuk ke trigg beach

  

pasir putih sepanjang trigg beach

 

gmana ga betah kan?

Salah satu yang nyaman banget buat mereka yang ga suka ombak dan cuma pengen berenang adalah Mettam’s Pool Beach. Pantai ini dikelilingi terumbu karang, jadi ombak pecah disana dan bikin pantai tenang seperti di kolam renang, selain itu dasarnya bersih dari karang dan cuma pasir saja. Biasanya pantai ini penuh bayi atau orangtua. Dan pantai ini juga memiliki akses untuk kursi roda. Di pantai ini juga biasanya orang melakukan snorkeling, tapi saya sendiri belum sempet nyoba 😁

karang di sekeliling mettam’s pool beach

   

mettam’s pool beach


Salah satu pantai yang cukup terkenal adalah Cottesloe. Ada bangunan Indiana Tea House (sekarang jadi restoran) yang jadi icon pantai dan setiap tahun sekitar bulan Maret disini diadakan Sculpture By The Sea.   

cottesloe beach dan indiana tea house

 

salah satu pameran di Sculpture By The Sea 2015


Scarborough Beach adalah pantai yang paling lengkap fasilitasnya, dan disini biasanya pertandingan dan festival besar olahraga di adakan. Sayang saya ga punya foto pantai ini, tapi berikut silahkan dinikmati pantai diantara Sorento dan Mettam’s…  

     

Oiya, di Perth sini ada loh nude beach namanya Swanbourne Beach πŸ˜‹ dan saya kan pengen tau ya orangnyaaaaa… Jadilah M saya geret ke sana.  Jadi letaknya si pantai ini adalah di belakang markas SAS (Special Air Service), jadi dijamin gada yang bakal ngintip deh. Akses masuknya dari Scarborough Beach, jalan kaki deh sepanjang pantai. Trus pas sampe, jreng jreng! Pantainya kosong πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… cuma ada satu opa-opa perut gendut sembunyi di balik batu. Hahhh batal deh intip-intipnya hahaha…