Rumah Baru (?)

Pertengahan April ini akhirnya kita harus pindah dari rumah kontrakan yang udah 2 tahun ditinggalin. Antara senang dan sedih, mengingat banyak kenangan di rumah ini, terutama yang berkaitan sama Eden. Tapi ya namanya hidup pasti selalu ada perubahan, dan semoga semua perubahan membawa hal baik buat kita, aamiin…

Waktu itu saya pernah cerita tentang ngontrak rumah di Perth, kali ini saya mau cerita tentang beli rumah. Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman saya di Perth ya, walaupun mungkin akan sama di seluruh penjuru Australia, tapi kadang tiap negara bagian punya aturan yang berbeda.

Sekitar akhir tahun lalu, kami mulai lagi perburuan rumah. Saya pengen rumah dengan halaman besar, tapi setelah sadar diri kalau ga suka berkebun, ditambah waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk urus taman pun ga sedikit, akhirnya saya pun berubah pikiran, cukup halaman kecil dengan rumput tapi sebisa mungkin dekat dengan taman. 

Dan kami dengan segera nemu rumah yang kami berdua suka. Halaman luas, rumah ga terlalu besar dengan ukuran kamar-kamarnya sesuai harapan. Dekat sekolah dan juga banyak taman disekitarnya. Sayangnya, lokasinya cukup jauh dari stasiun kereta, akibatnya tentu waktu tempuh yang lebih lama untuk M ke kantor.

Minggu selanjutnya kami kepikiran untuk ‘beli tanah’, dalam artian akan dapat rumah tua yang dalam 2 tahun akan kami rubuhkan dan bangun rumah baru. Ketemu juga dengan yang kami maksud, halaman luas dengan rumah tua yang mungil dan masih bisa ditinggali dengan sedikit renovasi. Lokasi kurang lebih sama dengan rumah sebelumnya. Tapi setelah dipikir ulang, saya kok ga sreg dengan ide ‘bertahan di rumah lama’ sampai renovasi. ๐Ÿ˜

Kemudian kami ganti lokasi perburuan, ke daerah nyaris ujung utara Perth. Dengan catatan jarak ke stasiun kereta harus bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dan setelah mendatangi open house rumah-rumah yang kami incar, ketemu juga deh rumah yang klik sama kami berdua.

Sore setelah lihat rumah, kami langsung menyatakan tertarik dan memberikan penawaran harga. Kemudian kami diberikan dokumen penawaran untuk dibaca dan ditandatangani. Keesokan paginya kami dapat kabar kalau tawaran diterima, alhamdulillah jadi juga deh kita punya rumah sendiri. Dan semua prosesnya pun dimulai…

Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum kita melakukan proses pembayaran adalah Building and Termite Inspection. Hal ini untuk memastikan bahwa bangunan yang kita beli secara struktur bagus, kalau ada kerusakan pun bisa diketahui dan bisa digunakan untuk bahan tawar menawar atau bahkan alasan pembatalan kalau kondisi rumah ternyata buruk. Hasil dari inspeksi ini sungguh di luar dugaan saya. Laporannya sangat detail lengkap dengan foto, dia bahkan nemu satu genteng yang ujungnya pecah loh! ๐Ÿ™ˆ keren lah pokoknya, bikin saya si pembeli jadi lega.

Oiya, sebelum melakukan perburuan, sebaiknya kita sudah bicara sama bank sehingga mereka bisa melakukan perhitungan kisaran harga rumah yang cocok dengan kemampuan kita, juga dengan dana tunai yang kita punya. Karena kalau dana tunai kita tidak terlalu besar, akan ada semacam credit insurance (maaf saya lupa istilahnya). Akibatnya deposit kita jadi ga terlalu besar lagi, dan hutang cicilan pun ga banyak berkurang.

Tahap selanjutnya adalah menghubungi Settlement Agent, semacam notaris kalau di Indonesia. Setelahnya semua di urus oleh bank, kita cukup tanda tangan perjanjian pinjaman ke bank, bank akan urus semua termasuk pembayaran untuk Settlement Agent. Praktis banget.

Kebetulan rumah yang kami taksir ini masih ada yang ngontrak, jadi segera setelah rumah kosong kami harus melakukan inspeksi terakhir sebelum pembayaran dilakukan. Setelah itu bank akan proses pembayaran dan rumah pun akan resmi jadi milik kami.

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan… Sekitar 2 minggu setelah kami tanda tangan pinjaman ke bank, ada kejutan yang betul-betul diluar dugaan ๐Ÿ˜‹ tunggu cerita selanjutnya ya…

Btw, begini kira-kira pemandangan dari teras belakang calon rumah kami itu, menggoda banget kaaaan…?  

Advertisements

37 thoughts on “Rumah Baru (?)

  1. Hehehe.. Selamat ya.. Eh tapi dapat kan rumahnya..? Jadi ingat pengalaman sendiri..?Bedanya dulu yg kami buru lebih ke jenis apartemen atau townhouse. Tadinya pengen rumah berhalaman luas juga, kata si M, kayaknya kita belum ada waktu deh buat ngurus Kebon dll..๐Ÿ˜ Jadinya beli tipe unit/townhouse.. Semoga lancar ya dgn rumah barunya..

  2. Selamat aas rumah barunya ya mbak, akhirnya bisa punya rumah sendiri. Teras belakangnya aja bagus banget,mudah2an lancar sampai pindahan nanti ๐Ÿ˜ฆ

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s