Pindahan (2)

– Episode Rumah Mertua Indah –

Pasti pada bingung ya, katanya sudah beli rumah baru tapi kok rumah mertua? Hehehe… Masih dari serangkaian episode (sok) drama nan misterius nih, sabar yaaaa

Jadi antara periode selesainya masa kontrak rumah dan masuk ke rumah baru ada selisih waktu sekitar 1 minggu. Rencana awal sih kita akan perpanjang masa kontrak jadi selisih waktu itu bisa disiasati, tapi lagi-lagi manusia berencana dan Allah yang menentukan. 

Kita memang tetap pindah, tapi bukan ke rumah baru. Dan jeda waktu pindahan ini 2 minggu, jadi daripada ribet 2 kali, kita putuskan untuk nebeng di rumah mertua. Kebetulan juga mereka akan liburan, jadi serumah barengnya cuma sekitar 5 hari πŸ˜‹ 

Nebeng tinggal di rumah mertua sebetulnya bukan hal baru buat saya, karena waktu kunjungan ‘cek ombak’ sebelum menikah, saya tinggal disitu. Dan waktu baru datang setelah menikah pun, kami tinggal disitu karena rumah kontrakan belum siap dan kami juga belum punya perabotan.

Drama menantu mertua alhamdulillah ga sampai kejadian, setidaknya dari sisi saya sih ga ada keluhan, entah ya kalau dari sisi mertua 😁 semoga aja tetap harum dan manis.

Yang mau saya ceritain tuh rumah mertua saya umurnya nyaris sama dengan M, hampir sama mungkin ya dengan usia rumah orangtua saya di Jakarta. Untungnya, rumah lama di Perth sini berarti lahan yang lumayan besar. Karena belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, banyak rumah lama dijual dan dilahan yang sama dibangun beberapa rumah (high density).

Saya suka banget sama rumah mertua ini, seperti kepengen saya jaman dulu kalau nonton film πŸ˜‹ ada cerobong asap, halaman belakang dengan pohon besar, lorong menuju kamar dan lantai kayu yang walaupun berisik kalau diinjak tapi bikin kesan hangat dan nyaman.

Ayo mari saya undang buat sedikit ngintip beberapa spot yang bikin saya jatuh cinta dan kerasan banget di rumah mertua… 

Walaupun masih ada penampakan cerobong asap, tapi perapiannya sudah modern dan ga ada lagi api dan asapnya.  

 

Halaman belakang yang bikin saya jatuh cinta 😍  

Bird bath di halaman belakang dan depan, selalu ada aja aneka burung yang mampir dan bikin kita bisik-bisik nonton mereka.  

Dan terakhir, anak bayinya ibu bahagia banget bisa mondar mandir keliling di halaman belakang dengan nyaman dan aman.  

   

Iklan

Nenek Kakek

Tadi malam tiba-tiba saya kangen banget sama nenek kakek; emak (ibu dari bapak saya), mbah dan papih (orangtua dari ibu saya). Kangen luar biasa yang bikin saya merasa terlempar ke masa lalu dan melihat lagi mereka dan merasakan sentuhan tangan tua mereka. Saya ga sempat kenal Abah, ayah dari bapak saya, karena beliau sudah lama meninggal dunia. 

Emak adalah perempuan pekerja keras, sepanjang usia beliau menetap di Garut. Bertani, berladang, lengkap dengan kain plus kebaya, sepatu bot dan topi caping. Kalau kami datang berlibur dan main di sawah, teriakan nyaringnya akan terdengar dari jauh, memanggil pulang untuk makan. Seingat saya, belum pernah saya lihat beliau mengenakan pakaian biasa, selalu dengan kain dan kebaya, lengkap dengan selendang yang dililit di kepala.

Beliau punya kebiasaan antik yaitu nyirih. Ada satu kotak bako yang selalu dibawa kemanapun beliau pergi. Posisi favoritnya untuk nyirih kalau berkunjung ke rumah kami adalah di teras samping kolam ikan. Kami para cucu akan duduk di hadapannya, menatap takjub dan kadang membantu melipat sirih, bako dan kelengkapannya. Emak akan terus memasukkan lipatan sirih yang sudah kami buat ke dalam mulutnya walaupun sudah penuh, ga tau diri banget deh kami ini kalau dipikir sekarang, kasian Emak 😁. Dan setelah selesai, biasanya Emak akan bercerita ataupun bernyanyi tembang sunda sambil mengusap kepala kami. Bukan usap biasa, tapi dengan gaya jari cari kutu πŸ˜„ jadi sensasinya memang beda dan gada tandingan.  

Saya lebih sering bertemu Mbah dan Papih karena mereka tinggal di Tangerang, ga jauh dari daerah tempat kami tinggal. Barang yang wajib dibawa sebelum berkunjung adalah keju apel (keju yang dibungkus kertas merah, saya ga tau namanya) dan buku TTS. Ini adalah barang wajibnya Papih. Papih akan sibuk dengan TTS-nya sambil mengunyah keju atau merokok. Yang lucu, kami para cucunya yang banyak ini selalu berebut untuk mendapatkan stiker yang selalu jadi bonus buku TTS. Di rumah orangtua saya, masih ada tuh lemari yang jadi saksi kegilaan kami sama si stiker, karena seluruh sisinya penuh tertempel stiker πŸ˜…. Waktu saya lahir, Papih bilang; “ini cucu papih ke 12, lahir tanggal 12, jam 12”. Dan setiap saya ulang tahun, selalu ada keluarga yang memberi selamat disertai kalimat tsb. 

Mbah selalu tampak sangat lembut keibuan di mata saya. Bawang goreng buatan Mbah masih jadi juara dan belum ada yang bisa nandingin rasanya. Saya selalu dapat satu toples besar untuk dibawa pulang, enaaak! Rambut Mbah panjang melewati pinggang, dan selalu digelung.

Sayang saya ga punya foto mereka disini, nanti kalau pulang mudik dan nemu foto mereka, pasti akan saya upload disini.

Semoga Allah SWT menerima iman Islam mereka, mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka, melapangkan kuburnya, menjauhkan mereka dari siksa neraka, dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin…

Indonesian in Perth

Kali ini saya mau ngbahas tentang belanjaan dan jajanan Indonesia di Perth. Umumnya orang Indonesia tinggal di bagian selatan Perth, jadi toko dan rumah makan Indonesia dan Asia memang lebih banyak tersebar di daerah sana. Saya yang tinggal di bagian utara memang harus niat deh judulnya kalau mau ber-Indonesia ria πŸ˜‹

Tempat belanja paling terkenal diantara orang Indonesia sepertinya adalah Toko Jakarta, Market City, Canningvale. Sampai saat ini saya belum pernah nemu tanda/tulisan kalau nama tokonya memang betul ‘Jakarta’, tapi begitulah banyak orang disini menyebutnya. Kalau pernah ke toko kelontong di Mayestik, nah toko ini mirip banget deh suasananya. 

Toko ini lumayan lengkap loh, dari bumbu, perlengkapan masak, cemilan dan minuman kemasan yang biasa dijual di Indonesia umumnya akan mudah ditemui disini. Saya bahkan beli sapu lidi disini πŸ˜‹ ga sreg banget kalau ga keprik tempat tidur pake sapu lidi. Kadang ada juga tape/peuyeum, pete dan makanan lain yang dibekukan. 

 

Enaknya kesana pagi-pagi, karena sering banyak kue jajan pasar, Kalau soal harga ya ga perlu dibahas deh ya, pastinya jauh langit dari bumi 😁 tapi ada satu kejadian yang bikin gemes patah hati. Saya beli loyang plastik buat bikin agar-agar, sampai rumah baru ngeh kalau masih ada label harga Indonesia-nya rp.9000 dan saya bayar di tokonya berapa cobaaaa? $9 sodara-sodaraaaa πŸ˜… gpapa sih sebetulnya kalau gada label harga rupiahnya ya, jadi ga peudih amat gtu…

Di daerah china town, Northbridge, juga banyak berderet toko Asia, saya pernah nemu super bubur, bahkan ada juga abon ayam! Hampir semua toko asia pasti jual teh botol, jadi saya ga bawel kangen minuman ini.

Selain itu, ada toko Kong’s di daerah Victoria Park dan ada juga Yinseng di Bentley Plaza. Saya sudah hampir 2 bulan ini kepengen banget minum susu coklat ultra, dan dapat info kalau Yinseng jual susu ultra. Bahagianyaaaa…  

Sedangkan untuk rumah makan Indonesia, favorit saya tuh Batavia Corner di East Victoria Park. Hampir tiap akhir pekan pasti kita makan disini. Dan selisih beberapa toko, ada juga Bintang Cafe. Di Perth CBD ada Resto Indonesia Indah, cuma sejak punya Eden kita ga pernah lagi ke sana secara lokasinya di basement dan cuma ada tangga jadi ribet deh bawa stroler. Trus ada juga Rumah Makan Tasik dan Rumah Makan Manise (makanan Manado) di daerah Northbridge. Dan tentunya ada ibu-ibu Indonesia yang berbaik hati menerima pesanan makanan yang enaaaaak banget 😍

Gmanapun saya cukup bahagia dengan banyak belanjaan dan jajanan Indonesia di Perth, semoga aja saya segera bisa masak ya jadi terdampar dimanapun masih aman ga ngacay melulu tiap kali liat postingan makanan πŸ˜‹

Pindahan (1)

– Ngosongin Rumah Kontrakan –

Akhirnya tgl. 16 April kemarin saya ngembaliin kunci rumah kontrakan. Selesai deh satu episode kehidupan keluarga kita di rumah pertama.

Packing dibantuin Eden sungguh ga mudah πŸ˜… banyak banget godaannya, digelendotin, diajak main, belum lagi kalau gaya sok pengen tau-nya nongol. Tumpukan yang sudah disusun rapi pun bisa sukses berantakan lagi.

Anyway, rencananya paling telat tgl. 11 April rumah sudah kosong dan bersih, karena M juga harus tugas luar 12-18 Apr. Mertua pun liburan 9-15 Apr, jadi otomatis akan ribet banget kalau saya sendirian urus semua pindahan. 

Tapi rencana ya tinggal rencana… Tukang angkut barang baru bisa datang hari Senin, 13 April. Dan barang yang kita angkut sendiri ternyata ga selesai sesuai target. Jadi pagi setelah M ke airport, saya pun lanjut angkut barang dengan nenteng Eden 😁 alhamdulillah anak bayi ibu ga pernah rewel, jadi bisa cepat selesai deh.

Kemudian hari Senin datang, tukang angkut tiba dalam 3 kloter dengan 2 tujuan berbeda. Kenapa beda? Hehehe nanti ya, saya lagi mau sok drama nih sedikit… Rumah pun akhirnya kosong sekitar jam 3 sore, Eden kelihatan sudah capek dan bosan karena ruang gerak yang terbatas. Untung tetangga sebelah rumah bisa ditumpangin untuk istirahat sebentar, jadi lumayan buat Eden main anteng.

Salah satu persyaratan keluar dari rumah kontrakan (berlaku umum) adalah tentunya harus ditinggalkan dalam keadaan bersih, dan ini termasuk melakukan pembersihan dry clean karpet dengan jasa profesional. Dan karena karpet yang sudah dibersihkan sebaiknya ga di injak lagi, jadi saya pesan pembersihan dilakukan sehari sebelum pengembalian kunci.

Dari jadwal jam 3 sore, petugas baru nongol sekitar jam 4.30, tentunya dengan pemberitahuan sebelumnya bahwa ada keterlambatan. Perkiraan waktu kerja dengan 4 ruang berkarpet sekitar 1.5 jam. Pembersihan selesai sekitar jam 5.45 sore, hasilnya sungguh memuaskan! Setelah saya bersihkan seluruh rumah, plus karpet mencrang, saya jadi yakin banget kalau ga akan ada keluhan dari agen property maupun yang punya rumah. Dengan demikian kita jadi akan mendapatkan seluruh security bond sebesar biaya sewa satu bulan.

Oiya, bukti pembersihan karpet ini harus diserahkan ke agen property sebagai bukti sudah dilakukan pembersihan. Dan alhamdulillah kami mendapatkan pengembalian penuh dari security bond, tanpa keluhan ataupun potongan.

Biar bagaimanapun buat saya, rumah itu berjasa dan berkesan sekali. Akan selalu jadi salah satu sejarah perjalanan hidup keluarga kami. Semoga penghuni barunya juga akan banyak mendapat berkah dan kebahagiaan seperti yang kami rasakan di sana. 

Let the next journey begin…

  

Grobag/Baby Sleeping Bag

Berhubung kalau malam udara sudah mulai dingin, dan Eden tidurnya mulai kurang nyenyak, jadilah kita beli sleeping bag/grobag ini. Kenapa ga pake selimut? Karena takutnya si selimut malah jadi nutupin muka dan bikin sesak nafas, apalagi Eden tidurnya banyak gaya jadi bikin resiko kegulung selimut makin besar. 

Selain itu, kasus bayi meninggal karena SIDS (sudden infant death syndrome) cukup tinggi, walaupun usia Eden terhitung sudah ga masuk periode beresiko, tapi rasanya pilihan untuk beli sleeping bag ini memang lebih aman. Tahun lalu, Eden masih di bedong dan ga banyak gerak, jadi saya juga ga kepikiran beli sleeping bag.

Yang saya lihat kemarin, grobag ini ada beberapa pilihan; berlengan dan tanpa lengan, saya pilih tanpa lengan supaya lebih leluasa bergerak. Bahannya ga terlalu banyak beda, hanya tentu semakin mahal terasa lebih lembut dan nyaman. Oiya, grobag ini juga bisa digunakan pada saat bayi di carseat/stroler, karena ada lubang di bagian bawah grobag untuk tali pengaman carseat/stroler.

Cuma kadang, kaki Eden bisa molos di lubang tali pengaman dan asik bergerak naik turun πŸ˜…
Untuk ukuran, sepertinya mengikuti ukuran baju bayi pada umumnya, dan paling besar ukuran 24 bulan. Saya beli ukuran 6-12 bulan, selisihnya dengan 12-24 bulan sekitar sekepal tangan lebih pendek. 

  

Rumah Baru (?)

Pertengahan April ini akhirnya kita harus pindah dari rumah kontrakan yang udah 2 tahun ditinggalin. Antara senang dan sedih, mengingat banyak kenangan di rumah ini, terutama yang berkaitan sama Eden. Tapi ya namanya hidup pasti selalu ada perubahan, dan semoga semua perubahan membawa hal baik buat kita, aamiin…

Waktu itu saya pernah cerita tentang ngontrak rumah di Perth, kali ini saya mau cerita tentang beli rumah. Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman saya di Perth ya, walaupun mungkin akan sama di seluruh penjuru Australia, tapi kadang tiap negara bagian punya aturan yang berbeda.

Sekitar akhir tahun lalu, kami mulai lagi perburuan rumah. Saya pengen rumah dengan halaman besar, tapi setelah sadar diri kalau ga suka berkebun, ditambah waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk urus taman pun ga sedikit, akhirnya saya pun berubah pikiran, cukup halaman kecil dengan rumput tapi sebisa mungkin dekat dengan taman. 

Dan kami dengan segera nemu rumah yang kami berdua suka. Halaman luas, rumah ga terlalu besar dengan ukuran kamar-kamarnya sesuai harapan. Dekat sekolah dan juga banyak taman disekitarnya. Sayangnya, lokasinya cukup jauh dari stasiun kereta, akibatnya tentu waktu tempuh yang lebih lama untuk M ke kantor.

Minggu selanjutnya kami kepikiran untuk ‘beli tanah’, dalam artian akan dapat rumah tua yang dalam 2 tahun akan kami rubuhkan dan bangun rumah baru. Ketemu juga dengan yang kami maksud, halaman luas dengan rumah tua yang mungil dan masih bisa ditinggali dengan sedikit renovasi. Lokasi kurang lebih sama dengan rumah sebelumnya. Tapi setelah dipikir ulang, saya kok ga sreg dengan ide ‘bertahan di rumah lama’ sampai renovasi. 😁

Kemudian kami ganti lokasi perburuan, ke daerah nyaris ujung utara Perth. Dengan catatan jarak ke stasiun kereta harus bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dan setelah mendatangi open house rumah-rumah yang kami incar, ketemu juga deh rumah yang klik sama kami berdua.

Sore setelah lihat rumah, kami langsung menyatakan tertarik dan memberikan penawaran harga. Kemudian kami diberikan dokumen penawaran untuk dibaca dan ditandatangani. Keesokan paginya kami dapat kabar kalau tawaran diterima, alhamdulillah jadi juga deh kita punya rumah sendiri. Dan semua prosesnya pun dimulai…

Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum kita melakukan proses pembayaran adalah Building and Termite Inspection. Hal ini untuk memastikan bahwa bangunan yang kita beli secara struktur bagus, kalau ada kerusakan pun bisa diketahui dan bisa digunakan untuk bahan tawar menawar atau bahkan alasan pembatalan kalau kondisi rumah ternyata buruk. Hasil dari inspeksi ini sungguh di luar dugaan saya. Laporannya sangat detail lengkap dengan foto, dia bahkan nemu satu genteng yang ujungnya pecah loh! πŸ™ˆ keren lah pokoknya, bikin saya si pembeli jadi lega.

Oiya, sebelum melakukan perburuan, sebaiknya kita sudah bicara sama bank sehingga mereka bisa melakukan perhitungan kisaran harga rumah yang cocok dengan kemampuan kita, juga dengan dana tunai yang kita punya. Karena kalau dana tunai kita tidak terlalu besar, akan ada semacam credit insurance (maaf saya lupa istilahnya). Akibatnya deposit kita jadi ga terlalu besar lagi, dan hutang cicilan pun ga banyak berkurang.

Tahap selanjutnya adalah menghubungi Settlement Agent, semacam notaris kalau di Indonesia. Setelahnya semua di urus oleh bank, kita cukup tanda tangan perjanjian pinjaman ke bank, bank akan urus semua termasuk pembayaran untuk Settlement Agent. Praktis banget.

Kebetulan rumah yang kami taksir ini masih ada yang ngontrak, jadi segera setelah rumah kosong kami harus melakukan inspeksi terakhir sebelum pembayaran dilakukan. Setelah itu bank akan proses pembayaran dan rumah pun akan resmi jadi milik kami.

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan… Sekitar 2 minggu setelah kami tanda tangan pinjaman ke bank, ada kejutan yang betul-betul diluar dugaan πŸ˜‹ tunggu cerita selanjutnya ya…

Btw, begini kira-kira pemandangan dari teras belakang calon rumah kami itu, menggoda banget kaaaan…?  

2 Tahun

Hari ini 2 tahun yang lalu kami berdua resmi jadi suami istri, bukan perjalanan yang mudah tapi juga bukan sesuatu yang ga mungkin. Walaupun persiapan pernikahan lebih banyak diurus sama adik saya, detail dan pilihan kadang tetap bikin stres. Belum lagi komunikasi jarak jauh dengan M dan keluarganya, menyamakan persepsi tentang pernikahan ala Indonesia seringkali bikin sakit kepala πŸ˜‹

Tahun pertama alhamdulillah langsung diberi kesempatan untuk hamil. Tahun kedua alhamdulillah sudah ada Eden yang semakin melengkapi segala kenikmatan dan kebahagiaan kehidupan kami.

Semoga kami semakin mampu untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Semoga mampu untuk saling mengingatkan dan menjaga, semoga mampu membawa anak-anak kami menjadi anak yang soleh/soleha. Dan semoga selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT.

Memang baru seumur jagung, 2 tahun, dan semoga kami bisa rukun bahagia bersama sampai akhir hayat, aamiin…  

Lake Monger, Perth

Salah satu tempat kesukaan saya untuk jalan pagi adalah di Lake Monger Reserve. Waktu tempuh dari rumah sekitar 20 menit. Luas area sekitar 109ha, termasuk danau yang hampir selalu penuh dengan bebek, burung dan juga black swan. 

Dengan jogging/bike track sepanjang 3.5km, beberapa alat fitnes dan playground, tempat ini tentu saja menyenangkan buat saya yang mau sehat tapi malas luar biasa πŸ˜‹ soalnya pemandangannya cantik, banyak pohon dan yang paling penting; rata tanpa naik turun!

Silahkan intip pemandangannya…   

                 

Owh Noooo! πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Lama banget ga beredar di dunia blogging, boro-boro blog walking, lapak sendiri juga ga kepegang. Ide sih banyak, tapi ngetiknya kok ya males banget πŸ™ˆ

Anyway, cuma mo cerita sedikit soal Eden aja…

Anak bayinya ibu sekarang umurnya udah 13bulan lebih sedikit loh… Semoga aja selalu sehat, bahagia, jadi anak soleh, baik dan pintar, dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin…

Eden dan PocoyoPocoyo adalah film kartun kesukaan Eden. Matanya langsung berbinar dan senyum cerah begitu soundtrack Pocoyo dimulai. Eden bisa ikut larut dalam ekspresinya Pocoyo and the gang; ketawa, sedih, joget, tepuk tangan dan tentunya nyureng mikir hahahaa… Jadilah sama daddy dibeliin satu set boneka Pocoyo, Elly dan Pato plus tshirt-nya. Makanya pas Eden ulang tahun kemaren, bersyukur banget ada teman yang bisa bantu bikin kue ultah Pocoyo, secara ibunya hopeless urusan dapur πŸ˜“

Eden the explorerKayanya Eden ga seneng aja lihat ibu duduk manis kalau rumah udah rapih bersih, adaaaa aja yang di ‘atur ulang’. Buku diturunin dari rak, buka laci dan keluarin dvd geletakin di karpet, baju bersih yang belum disetrika digelar disana sini, dan popoknya dioprak sekian kali dalam sehari πŸ˜„

Sekarang ini secara juga udah tambah tinggi dan tambah lancar jalan, semakin banyak laci dan lemari yang bisa dia buka tutup. Walaupun tutup pintu masih tetap jadi favorit-nya Eden, dimana sekarang pegangan pintu bentuknya udah ga keruan karena diikat selendang/kain/pashmina supaya aman ga bisa nutup πŸ˜…

Eden the climberEntah memang umum atau ga, tapi Eden ini lebih dulu manjat daripada jalan. Dia bisa merangkak ngebut ke satu tujuan trus berdiri dan manjat, bikin ibunya deg-degan. Kemarin dia gelantungan di kursi makan, yang kemudian kursinya terguling πŸ™ˆ untung daddy-nya keburu megang itu kursi jadi Eden ga ketiban, cuma nggubrak jatuh ke lantai aja…

Sekian dulu deh cerita Eden, nanti disambung lagi ya… 😘