Ruang Bayi

Sejak punya Eden, tentunya saya jadi lebih merhatiin adanya ruang bayi di tempat umum. Walaupun saya juga ga keberatan kalau harus menyusui Eden di ruang terbuka, selama perlengkapan perang lengkap dan memadai.

Di Perth sini, ruang bayi umumnya disebut sebagai “Parent’s Room” dengan lambang sepasang dewasa dan bayi. Ruangan ini cukup nyaman, luas dan bersih. Terdiri dari beberapa kubikel bersekat dan bertirai untuk menyusui (dengan kursi yang super nyaman), satu ruang toilet, microwave, meja ganti popok lengkap dengan tempat cuci tangan, kadang juga dilengkapi area bermain.

Ruang ini ga terbatas hanya untuk perempuan, karena seringkali para ayah yang membawa anaknya tanpa ibu. Seru deh lihatnya kalau pas kebetulan ada beberapa ayah yang sibuk urus anaknya di ruangan ini.

2015/01/img_0952.jpg Ini salah satu contoh ruang bayi di Lakeside Joondalup Shopping Centre. Setiap beberapa waktu, ada petugas keamanan yang masuk untuk periksa.

Di Perth CBD ada tempat yang namanya Citiplace Rest Center. Tempat ini buka Minggu – Kamis jam 7am – 11pm, sedangkan Jumat – Sabtu buka 24jam. Tempat ini menyediakan loker penitipan, kamar mandi, toilet, ruang bayi juga fasilitas untuk penyandang disabilitas, dengan biaya yang cukup murah. Selain itu juga menyewakan kursi roda dan stroler. Tempat ini sangat bersih, nyaman dan aman, dilengkapi dengan petugas yang sangat informatif.

Dalam 2 kali mudik kemarin, saya sempat ke beberapa mall di Jakarta dan mau ga mau tentunya jadi membandingkan. Di Jakarta, ruangan-ruangan ini hanya untuk perempuan, laki-laki dilarang masuk. Tempat yang lumayan besar menyediakan beberapa kursi (kursi plastik atau kursi besi), dan satu meja ganti yang dipakai bergantian. Yang paling parah saya temui di PIM III, ruangan kecil tanpa AC dengan satu kursi. Rasanya ruang OB di kantor lama saya pun lebih besar dari ini deh… Ruang bayi paling nyaman saya temui di Gandaria City. Bersih, nyaman dan cukup lengkap.

Kantor terakhir saya di Mid Plaza, salah satu ruang rapat di alih fungsikan sebagai ruang menyusui. Nyaman dan sehat, para ibu ga lagi menyapih di toilet yang tentunya ga higienis.

Dan yang cukup berkesan, ruang bayi di Terminal 2 Bandara Soetta juga sangat bersih. Di area keberangkatan, posisinya persis dibelakang area imigrasi (masih area check-in). Sementara di kedatangan letaknya di depan imigrasi. Ruangan ber-wall paper, dingin, bersih, dilengkapi sofa, meja ganti dan tempat cuci tangan.

Sementara di Perth, ruang bayi di terminal internasional hanya untuk ganti popok. Sedangkan di terminal domestik, untuk menggunakan meja ganti popok yang menempel di dinding harus sediakan $2. Saya waktu itu jadi harus letakkan Eden di meja panjang yang tersedia. Untungnya saya selalu bawa alas sendiri jadi lumayan lah…

Waktu kita ke Melbourne beberapa waktu lalu, dalam perjalanan kembali ke hotel, saya lihat ada plang bertuliskan “Baby Room” di pojokan Collins St seberang Westin Hotel. Saya ragu-ragu tapi penasaran, soalnya posisinya masuk basement dan gelap. Tapi karena Eden sudah mulai rewel jadi saya masuk deh. Rupanya ruangan ini dikunci, jadi kalau mau masuk harus pencet bel, nanti petugas di dalam yang membukakan. Wah, saya langsung lega. Walaupun kondisi di dalam cukup sederhana, tapi saya bisa menyusui dengan tenang dan nyaman.

Ada yang punya pengalaman juga dengan ruang bayi?

Advertisements

9 thoughts on “Ruang Bayi

  1. Mba, itu ruangan menyusui di pim 3 beneran seserem ituu? Hiii padahal molnya bagus ya. Yg di pim 2 waktu itu sempet dr luar kayaknya cukup besar dan bersih..

  2. iya penting banget family room gini kalo bawa bayi. dulu pas masih di jakarta sebelum semua mall punya (sekarang kayaknya udah common di jakarta juga), kita selalu milih2 ke mall yang emang udah tau ada fasilitas ruang buat ganti popok dan menyusui begini…

    • Bener Man, bagian menyusui msh bisa lah di tpt terbuka. Tp klo pas ganti popok yg sbenernya kan ksian yg liat ya, jorok gtu klo ga d tpt yg smestinya 🙈

  3. Untunglah di Indonesia sdh ada perhatian ttg ruangan khusus ini, sayang belum ada standard yg baku…..

    Btw klo baca kata Eden saya selalu ingat ketika saya berkunjung ke kota pelabuhan eden yg indah beberapa tahun yang lalu 🙂

  4. Gw masih takjub sama toilet umum di Jepang yang nyiapin tempat untuk naruh bayi di setiap biliknya.

    Kepikiran aja gitu idenya.

    Kalo di Indo terpaksa mangku bayi saat di toilet saat kita pergi tanpa orang lain yg bisa dititipin selama kita masuk bilik

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s