Terbang Bawa Bayi

Dalam 3 bulan belakangan, Eden mulai keluyuran jauh, bahkan sampai 2 kali mudik ke Jakarta. Terus terang sebelum melakukan perjalanan sama Eden, saya sempat khawatir tentang banyak hal.

Mudik pertama kali memang ga direncanakan jauh-jauh hari, akibatnya M ga bisa ikut cuti panjang karena sudah ada kerjaan yang ga bisa ditinggal. Jadi kami akan berangkat bertiga, tapi saya dan Eden akan pulang belakangan. Ini yang lumayan bikin saya deg-degan, terbang hanya berdua Eden 😬

Gmana kalau Eden pup? Apakah ada ruang khusus dan meja ganti popoknya?

Ini kekhawatiran saya yang paling besar. Kalau hanya buang air kecil, rasanya popok masih bisa tahan dari lepas landas sampai mendarat yang memakan waktu hampir 5 jam. Tapi kalau pup kan harus saya ganti segera.

Dan kejadian dong, Eden pup ga lama setelah kita lepas landas dari Jakarta, dan saya hanya sendirian tanpa M. Saya tanya pramugari, ternyata salah satu toilet memiliki meja bayi. Jadi saya langsung siapkan perlengkapan perang dan meluncur. Kebayang ga sih kemringetnya kaya apa di dalam ruangan kecil itu, berusaha keras menjaga kestabilan badan dan pegang bayi yang mulai guling-guling plus segala proses ganti popoknya? Saya terus menerus mensugesti diri kalau saya bisa dan saya ga panik. Selesai. Begitu saya buka pintu dan keluar, antrian sudah sangat panjang. Beberapa memberi senyum tanda paham dan beberapa lain melotot galak.

Apakah bisa minta basinet?

Penerbangan pertama kami sudah pesan basinet lewat call center karena walaupun beli tiket untuk bayi, tidak otomatis berhak untuk basinet. Setidaknya begitulah proses di Garuda Indonesia. Penerbangan pertama Perth – Jakarta, kami dapat seat 21C dimana basinet berada. Tapi sampai mendarat di Jakarta, basinet ga kunjung terpasang walaupun saya sudah beberapa kali menanyakan pada pramugari/a.

Penerbangan kembalinya, bersyukur basinet terpasang. Apalagi saya hanya berdua Eden, jadi saya sudah bawel ke setiap petugas dari mulai check in sampai dalam pesawat, memastikan bahwa basinet tersedia dan akan dipasang.

Dipasang? Ya, basinet baru akan dipasang setelah lepas landas, dan dilepas sebelum mendarat. Selain itu, selama tanda sabuk pengaman harus terpasang, bayi tidak boleh berada dalam basinet. Kondisi terakhir ini sedikit menyulitkan karena saya harus angkat Eden yang sedang nyenyak di basinet, yang otomatis terbangun dengan segala proses pasang lagi safety belt yang tersambung dengan safety belt saya. Enaknya ada bassinet, kita bisa makan sementara bayi di bassinet.

Penerbangan mudik kedua, kami ga pesan bassinet dan menurut petugas saat check-in, Eden sudah terlalu besar untuk ukuran bassinet. Saat itu saya malas berbantahan, karena bassinet itu seingat saya bisa menampung bayi dengan berat maks 11kg sedangkan Eden masih 8kg. Penerbangan mudik kedua praktis saya dan M bergantian pegang Eden, untung lebih banyak tidurnya jadi ga terlalu repot.

Bagaimana kalau bayi menangis?

Yang saya tau, sangat penting untuk memberikan ASI ataupun minuman/makanan untuk bayi/anak pada saat lepas landas dan mendarat. Hal ini untuk membantu mengurangi tekanan pada telinga bagian dalam.

Ketika pesawat mendekati Bandara Soekarno Hatta, Eden yang sedang tidur pulas tiba-tiba menjerit. Rupanya tanpa saya sadari pesawat mulai menurunkan ketinggian dan Eden merasakan tekanan. Saya langsung kasih ASI dan Eden langsung anteng lagi.

Pada dasarnya Eden memang termasuk bayi yang anteng dan jarang menangis, jadi alhamdulillah sepanjang penerbangan ga ada masalah sama sekali.

Beberapa tips yang mungkin bisa berguna;
1. Usahakan pakaian yang dikenakan cukup hangat, dan mudah buka/pakainya seandainya harus ganti popok.
2. Kalau sampai harus ganti popok di pesawat, buka kancing pakaian bayi sebelum bergerak ke toilet dan pakaikan kancing setelah duduk kembali di kursi.
3. Selalu siapkan kantong plastik berperekat ulang (resealable bag). Jadi kalau ga ada tempat sampah, plastik isi popok kotor ini bisa masuk lagi ke tas tanpa takut bocor ataupun menyebarkan bau ga sedap.
4. Apabila memungkinkan, sebaiknya makan sebelum terbang dan bawa cemilan seperti roti atau sesuatu yang mudah dimakan dengan satu tangan dan ga memerlukan meja. Soalnya kalau lapar dan berharap bisa makan tenang di pesawat, bisa-bisa kita jadi cranky dan ini berpengaruh buruk buat emosi anak. Bisa jadi rewel dan kita makin garing deh 😬. Beberapa ibu saya lihat sih ga ada masalah dan tetap bisa makan dengan santai, silahkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
5. Terbang bawa bayi yang belum makan makanan padat sepertinya lebih mudah, cukup setor ASI atau botol susu sudah bikin tenang dan tidur. Penerbangan terakhir dengan Eden yang sudah 8.5 bulan lumayan heboh karena sudah mulai berdiri dan mau tahu segala hal. Jadi harus siapkan teknik dan hiburan lebih banyak.
6. Walaupun kadang dapat jatah satu popok saat dalam pesawat, sebaiknya tetap bawa yang biasa kita gunakan. Kalau sendirian, siapkan satu kantong isi popok dan baju ganti kemudian simpan dalam kantong kursi supaya ga repot cari-cari lagi.

Baiklah, selamat menikmati jalan-jalan sama si kecil ya… πŸ˜‰

IMG_0607.JPG

Advertisements

41 thoughts on “Terbang Bawa Bayi

  1. hebat deh.. bisa pegang Eden sendirian di tempat yang terbatas itu,
    terbayang dulu bawa anak2 jalan itu berasa udah mau pindahan, padahal naik mobil yg lebih lega dan bisa berentu kapan aja.., suka senewen deh kl ada barang yg ketinggalan takut anaknya jadi rewel

    • Huihihi lumayan kenceng lengan nih mba, secara maunya bdiri plus loncat2.
      Kta dulu jg suka jln skluarga pake mobil, sgala bantal dbawa πŸ˜„ kmaren pas jln kluar kota pake mobil kta malah bawa box tidurnya eden segala, untung ga mesti bawa ember mandi jg deh…

    • Hai Fe, baik2 alhamdulillah.
      Iya nih, seneng akhirnya eden bisa ktemu kluarga n sodara2nya. Saking anaknya anteng, emaknya ga sabar udah pengen jln2 aja hihihi

  2. Jempol D! Memang ngga semua airlines servicenya bagus untuk penumpang bawa anak bayi/toddler ya.

    Aku pertama kali ke Indonesia bawa anak waktu dia 11 bulan. Udah mikir dari rumah akan santai aja. Anak nangis waktu pesawat take off & landing ya nerima.

    Waktu itu aku bawa 1 set baju untuk dia dan banyak diapers. Oh ya, tambahan untuk cemilan, aku bawa soup stick. Dia gampang makannya dan ngga ngotorin pesawat karena ini kering dan remahnya kecil.

    Have fun ya disana sama keluarga.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s