Call 000!!

Prakiraan cuaca di Perth hari ini memang akan ada hujan badai. Mulai tengah hari awan gelap mulai tebal dan angin mulai kencang. Saya lagi di dapur nyiapin makan siang Eden waktu tiba-tiba ada suara ledakan dan lampu mati. Saya pikir itu petir hebat sampai listriknya mati. Eden sempat nangis kaget, ya saya juga deg-degan gmana dia ya kan…

Lalu kami pindah ke ruang depan dan saya buka tirai supaya cahaya masuk. Dan diluar ada bapak-bapak berdiri di area garasi sambil tunjuk ke atas, dan ada ibu gendong bayi dibelakangnya. Saya melongok lewat jendela kaca, dan ternyataaaaa asap tebal muncul dari 2 pohon di sebelah rumah!

Saya lari keluar untuk melihat. Rupanya petir tadi menyambar pohon, dan entah bagaimana dua pohon palem itu pun terbakar. Betul-betul ada api di kedua pohon itu! Ya ampun saya ketakutan.

Langsung telpon M, setelahnya saya telpon emergency 000.
– Pertanyaan pertama adalah; butuh pemadam, ambulans atau polisi.
– Dan karena sifatnya terpusat untuk seluruh Australia, pertanyaan kedua adalah di negara bagian mana dan kota apa.
– Tersambung dengan jalur emergency Western Australia, dia tanya ada apa dan alamat lokasi.

Ga lama mobil pemadam datang. Rasanya cuma 5 menit dari jarak saya telpon, ternyata ibu yang tadi datang sudah bantu menghubungi emergency juga. Alhamdulillah.

Sebetulnya pohon itu bukan dihalaman rumah saya, tp kalau terjadi apa-apa yang kena duluan pasti rumah kita yang model duplex. Dan saat itu tetangga kita lagi ga dirumah pula.

Singkat cerita, api padam dan salah satu petugas membantu menyalakan listrik kembali. Alhamdulillah ya Allah, duh untung ada orang yang peduli dan bantu, kalau ga entah apa yang terjadi deh…

Di dua perusahaan terakhir, saya berulang kali kebagian peran jadi Fire Warden dan sudah 2 kali juga ikut Fire Fighter Training. Berulang kali ikut fire drill di lokasi kerja. Tapi melihat api didepan mata sambil gendong Eden itu betul-betul bikin nyali saya ciut. Untung bapak tetangga itu berbaik hati menemani sampai pemadam pergi. Ga kebayang kalau saya betul-betul cuma berdua Eden.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, dimanapun dan kapanpun. Aamiin…

IMG_0630.JPG

IMG_0631.JPG

Iklan

Baby Sleep Regression

Perasaan blog ini isinya balada emak-emak banget ya? Blog pertama dulu isinya galau cecintaan dan curhat, multiply isinya sibuk sama jalan-jalan dan kuliner… Yang ini sih pengennya seimbang, ya ada jalan, ada keluarga, ada macam-macam. Semoga hadirin bersabar ya πŸ˜…

Jadi ya, seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, Eden termasuk bayi anteng dan tidur malamnya pun lancar jaya. Tapi entah kenapa, begitu masuk ulang bulan ke-7 dan beberapa hari sebelum mudik kedua kami, tiba-tiba pola tidur malamnya berubah. Eden bangun tiap 2 jam sekali. πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Pertamanya saya pikir dia lapar, jadi saya tambah porsi MPASI-nya. Tetap bangun 2 jam sekali. Kita pindah dari bassinet ke box, dengan pertimbangan mungkin Eden butuh ruang lebih besar. Tetap ga ada perubahan.

Kemudian seorang teman bilang kalau itu tahapan umum bayi umur 8-9 bulan, namanya Sleep Regression dan akan berlangsung sekitar 6 minggu. Kalau di Indonesia mungkin semacam ‘mau pintar’ gitu ya istilahnya. Karena bayi belajar banyak hal dan aktifitas baru seperti merangkak, berdiri, tumbuh gigi dll. Tapi 6 minggu sudah lewat dan Eden masih juga bangun tiap 2 jam.

Sampai hari ini, Eden sudah punya 5 gigi dan sepertinya gigi 6 dan 7 akan muncul segera karena sudah kelihatan bengkak gusinya. Sudah lancar merangkak dan guling-guling, sudah berdiri dan kalau ada pegangannya sudah mulai melangkah ke depan, kiri dan kanan. Beberapa kali juga Eden mulai mencoba berdiri lepas tangan tapi belum berhasil.

Hari Jumat besok anak bayi saya ini akan genap 9 bulan. Ga terasa ya waktu cepat berlalu dan tahun ini juga sudah mau udahan.

Kalau mau tau lebih lanjut tentang sleep regression ini, bisa klik disini atau pun disini.

Foto ini diambil minggu lalu, pas tiba-tiba rumah sepi. Saya longok ruang depan dan Eden ga kelihatan, ternyata dia duduk anteng di kolong kursi sambil nonton tv πŸ˜…

IMG_0618.JPG

Jemuran oh jemuran

Bahasan ini ga penting banget deh, tapi gara-gara bapak mertua yang udah pensiun jadilah kebahas soal beginian πŸ˜…

Mungkin seperti juga ibu/istri lain yang bersiap menghadapi suaminya pensiun ya, beberapa minggu sebelum tuh Nana sudah bolak balik ngomong; “what am I gonna do with him at home 24/7?”, bahkan ada komen temannya juga yang bilang; “it’s either you’re the one going crazy or him”. Hahahaha ga bener banget ya?

Tapi pas saya cerita ke ibu saya, dia juga komen hal yang sama loh. Mereka bilang, hal yang sudah biasa mereka kerjakan bertahun-tahun sendirian tiba-tiba akan dibantu/diinterupsi oleh seseorang dengan caranya sendiri. Misalnya, cara lipat cucian, cara bersih-bersih rumah, dan tentunya cara jemur pakaian.

Umumnya disini tiang jemurannya seperti payung, nah Nana itu rupanya kalau jemur baju, tiap blok jemuran harus pakai jepit yang sewarna. Sementara Pop ya mana peduli kan? Yang penting baju tergantung, selesai deh. Konon katanya pernah ada teman yang datang dan bantuin dia jemur baju, setelah si teman pulang, dia ganti lah itu jepit jemuran supaya matching seperti kebiasaannya πŸ™ˆ

Cerita belum selesai nih, karena ternyata saya pun punya kebiasaan yang mirip. Saya kalau jemur baju, jepitan baju harus sewarna. Misalnya satu kaos kan dua jepit, nah warnanya harus sama tuh πŸ˜… terus juga, kaos kaki harus bersebelahan sama kaos kaki, begitu juga pakaian dalam hahahaa… Terus terang saya ga sadar kalau punya kebiasaan ini sampai suatu hari jemur baju sama M dan dia nyodorin jepit warna suka-suka. Dia ketawa-ketawa sementara saya uring-uringan.

Ada yang punya kebiasaan khusus juga dalam urusan rumah-rumahan?

Terbang Bawa Bayi

Dalam 3 bulan belakangan, Eden mulai keluyuran jauh, bahkan sampai 2 kali mudik ke Jakarta. Terus terang sebelum melakukan perjalanan sama Eden, saya sempat khawatir tentang banyak hal.

Mudik pertama kali memang ga direncanakan jauh-jauh hari, akibatnya M ga bisa ikut cuti panjang karena sudah ada kerjaan yang ga bisa ditinggal. Jadi kami akan berangkat bertiga, tapi saya dan Eden akan pulang belakangan. Ini yang lumayan bikin saya deg-degan, terbang hanya berdua Eden 😬

Gmana kalau Eden pup? Apakah ada ruang khusus dan meja ganti popoknya?

Ini kekhawatiran saya yang paling besar. Kalau hanya buang air kecil, rasanya popok masih bisa tahan dari lepas landas sampai mendarat yang memakan waktu hampir 5 jam. Tapi kalau pup kan harus saya ganti segera.

Dan kejadian dong, Eden pup ga lama setelah kita lepas landas dari Jakarta, dan saya hanya sendirian tanpa M. Saya tanya pramugari, ternyata salah satu toilet memiliki meja bayi. Jadi saya langsung siapkan perlengkapan perang dan meluncur. Kebayang ga sih kemringetnya kaya apa di dalam ruangan kecil itu, berusaha keras menjaga kestabilan badan dan pegang bayi yang mulai guling-guling plus segala proses ganti popoknya? Saya terus menerus mensugesti diri kalau saya bisa dan saya ga panik. Selesai. Begitu saya buka pintu dan keluar, antrian sudah sangat panjang. Beberapa memberi senyum tanda paham dan beberapa lain melotot galak.

Apakah bisa minta basinet?

Penerbangan pertama kami sudah pesan basinet lewat call center karena walaupun beli tiket untuk bayi, tidak otomatis berhak untuk basinet. Setidaknya begitulah proses di Garuda Indonesia. Penerbangan pertama Perth – Jakarta, kami dapat seat 21C dimana basinet berada. Tapi sampai mendarat di Jakarta, basinet ga kunjung terpasang walaupun saya sudah beberapa kali menanyakan pada pramugari/a.

Penerbangan kembalinya, bersyukur basinet terpasang. Apalagi saya hanya berdua Eden, jadi saya sudah bawel ke setiap petugas dari mulai check in sampai dalam pesawat, memastikan bahwa basinet tersedia dan akan dipasang.

Dipasang? Ya, basinet baru akan dipasang setelah lepas landas, dan dilepas sebelum mendarat. Selain itu, selama tanda sabuk pengaman harus terpasang, bayi tidak boleh berada dalam basinet. Kondisi terakhir ini sedikit menyulitkan karena saya harus angkat Eden yang sedang nyenyak di basinet, yang otomatis terbangun dengan segala proses pasang lagi safety belt yang tersambung dengan safety belt saya. Enaknya ada bassinet, kita bisa makan sementara bayi di bassinet.

Penerbangan mudik kedua, kami ga pesan bassinet dan menurut petugas saat check-in, Eden sudah terlalu besar untuk ukuran bassinet. Saat itu saya malas berbantahan, karena bassinet itu seingat saya bisa menampung bayi dengan berat maks 11kg sedangkan Eden masih 8kg. Penerbangan mudik kedua praktis saya dan M bergantian pegang Eden, untung lebih banyak tidurnya jadi ga terlalu repot.

Bagaimana kalau bayi menangis?

Yang saya tau, sangat penting untuk memberikan ASI ataupun minuman/makanan untuk bayi/anak pada saat lepas landas dan mendarat. Hal ini untuk membantu mengurangi tekanan pada telinga bagian dalam.

Ketika pesawat mendekati Bandara Soekarno Hatta, Eden yang sedang tidur pulas tiba-tiba menjerit. Rupanya tanpa saya sadari pesawat mulai menurunkan ketinggian dan Eden merasakan tekanan. Saya langsung kasih ASI dan Eden langsung anteng lagi.

Pada dasarnya Eden memang termasuk bayi yang anteng dan jarang menangis, jadi alhamdulillah sepanjang penerbangan ga ada masalah sama sekali.

Beberapa tips yang mungkin bisa berguna;
1. Usahakan pakaian yang dikenakan cukup hangat, dan mudah buka/pakainya seandainya harus ganti popok.
2. Kalau sampai harus ganti popok di pesawat, buka kancing pakaian bayi sebelum bergerak ke toilet dan pakaikan kancing setelah duduk kembali di kursi.
3. Selalu siapkan kantong plastik berperekat ulang (resealable bag). Jadi kalau ga ada tempat sampah, plastik isi popok kotor ini bisa masuk lagi ke tas tanpa takut bocor ataupun menyebarkan bau ga sedap.
4. Apabila memungkinkan, sebaiknya makan sebelum terbang dan bawa cemilan seperti roti atau sesuatu yang mudah dimakan dengan satu tangan dan ga memerlukan meja. Soalnya kalau lapar dan berharap bisa makan tenang di pesawat, bisa-bisa kita jadi cranky dan ini berpengaruh buruk buat emosi anak. Bisa jadi rewel dan kita makin garing deh 😬. Beberapa ibu saya lihat sih ga ada masalah dan tetap bisa makan dengan santai, silahkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
5. Terbang bawa bayi yang belum makan makanan padat sepertinya lebih mudah, cukup setor ASI atau botol susu sudah bikin tenang dan tidur. Penerbangan terakhir dengan Eden yang sudah 8.5 bulan lumayan heboh karena sudah mulai berdiri dan mau tahu segala hal. Jadi harus siapkan teknik dan hiburan lebih banyak.
6. Walaupun kadang dapat jatah satu popok saat dalam pesawat, sebaiknya tetap bawa yang biasa kita gunakan. Kalau sendirian, siapkan satu kantong isi popok dan baju ganti kemudian simpan dalam kantong kursi supaya ga repot cari-cari lagi.

Baiklah, selamat menikmati jalan-jalan sama si kecil ya… πŸ˜‰

IMG_0607.JPG