Toko Buku di Perth

Saya suka baca tapi bukan penggila buku. Bacaan saya umumnya ringan menghibur saja, ga mau yang bikin saya harus mikir dan serius.

Dan salah satu cita-cita saya kalau punya rumah adalah salah satu temboknya berhias rak yang penuh dengan buku. Makanya saya ga begitu suka pinjam buku, dan ga keberatan beli buku bekas. Selain itu saya juga punya kebiasaan menulis tanggal buku dibeli, dimana dan sama siapa belinya.

Di Perth sini, jaringan toko buku terbesar sepertinya dikuasai Dymocks karena ada di hampir semua shopping center. Ada juga Boffins yang lebih menyediakan buku-buku teknis. Salah satu toko buku seru lain adalah Crow yang ditata menarik, banyak kartu dan pernak pernik lucu. Masih ada sih beberapa toko buku lainnya yang ditata sedemikian rupa dan beberapa sudutnya jadi seperti ruang baca di perpustakaan. Dan walaupun hampir semua bukunya tanpa bungkus plastik, ga ada yang numpang baca sampai selesai seperti yang sering kita lihat di Jakarta.

Ada satu toko buku bekas yang juga seru buat dikunjungi, yaitu Elizabeths Book Shop. Kalau lihat di websitenya, toko ini sudah ada sejak 1973. Toko buku ini biasanya ada di deretan toko yang berjajar di pinggir jalan dan bukan dalam shopping center. Ditata rapi, bersih dan menarik lengkap dengan meja kursi serta sudut baca, toko ini sungguh menyajikan suasana rumahan.

IMG_0009.JPG Salah satu sudut Elizabeths Book Shop yang berlokasi di Subiaco

IMG_0010.JPG Salah satu cara mereka jualan buku, blind date with a book

Selain itu sunday market yang digelar di banyak lokasi setiap minggunya juga penuh dengan mereka yang menjual koleksi bukunya. Untuk buku anak, novel atau buku biasa, rata-rata dijual dengan harga $2, buku yang belum lama atau lumayan ngetop berkisar $5-$10. Lumayan banget buat nambahin koleksi ๐Ÿ˜‹

Jadi tambah ga sabar pengen cepet mampir ke toko buku di Jakarta, saya merindu buku berbahasa Indonesia…

Advertisements

26 thoughts on “Toko Buku di Perth

    • Klo d jkt kya gtu nanti bangkrut tokonya, kbanyakan yg numpang baca drpd yg beli hihihi… Aku nyesel jg kmaren ga beli tuh si blind date-nya

  1. Wuaaaa…sama banget mba “Saya suka baca tapi bukan penggila buku. Bacaan saya umumnya ringan menghibur saja, ga mau yang bikin saya harus mikir dan serius. “, ini aku juga gini., heheheheh, membaca buat menghibbur, jangan yang berat2, taapi terakhir-akhir ini (beberapa bulan stop) aku berusaha nge-review buku yang aku baca. ๐Ÿ˜€

    Oh iyah, kmren waktu ke Sydney (dua tahun lalu sih) aku mampir ke Dymocks dan mborong beberapa buah buku yang dijual sekitar 5 AUD, yang kalo di sini bisa tiga kalilipat harganya. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s