Babychino dan baju renang ber-upf

Mungkin banyak yang sudah pernah dengar dua hal tsb sebelumnya, tapi saya baru tau belakangan ini. Saya bahas satu-satu ya…

Babychino

Pertama kali dengar kata babychino ini tahun lalu waktu kita janjian makan siang di salah satu cafe di city sama sahabatnya M waktu kuliah. Dia bawa anaknya yang kalau ga salah waktu itu umurnya hampir 1 tahun.

M pesan segelas babychino untuk Jack. Saya nyureng bingung, Jack ceria luar biasa. Rupanya babychino ini adalah susu yang dibuat berbuih/berbusa biasa untuk campuran kopi, kalau ga salah istilahnya frothy milk (cmiiw). Tentunya babychino ini disajikan lengkap dengan marshmellow.

Sejak itu saya jadi sering perhatikan kalau pergi ke cafe, apakah mereka punya menu babychino dan saya juga lihat ekspresi anak-anak yang dibelikan minuman itu. Gaya sekali ya, buat mereka mungkin sudah seperti minum capuccino seperti orangtuanya.

Ga tau apakah di Indonesia juga ada menu babychino karena saya ya ga pernah bawa anak kecil nongkrong sambil ngupi cantik πŸ˜‹

Baju Renang Ber-UPF

Karena musim dingin sudah mau habis, dan kita rencananya mau mulai ajak Eden berenang, jadi minggu lalu beli deh baju renang buat Eden.

IMG_7866.JPG
Sampai di rumah saya baru tau kalau baju renang ini ber-upf (ultraviolet protection factor) 50+. Baju renang pakai upf? Saya baru dengar deh tuh. Di kertas keterangan pun ada logo pemerintah Australia, bagian Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency.

IMG_7867.JPG
Kanker kulit memang merupakan salah satu penyakit yang ratingnya cukup tinggi mengingat jenis kulit orang asing yang lebih sensitif kalau terpapar sinar matahari. Jadi pemerintah juga serius menanganinya. Bahkan di kantor M, diadakan pemeriksaan kulit tahunan untuk karyawan dan gratis untuk mendeteksi kanker kulit.

Jadi ga cuma kulit aja yang perlu dibalur krim pelindung sinar matahari, tapi bajunya juga perlu cari bahan aman apalagi kalau berniat main lama-lama di pantai. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati? πŸ˜‰

Iklan

Anak Lama – episode kedua

Sudah beberapa malam lagu ini mondar mandir di kepala setiap kali bangun malam untuk setor asi. Herannya saya selalu lupa untuk cari lagu ini keesokan harinya dan tadi malam saya wanti-wanti mengingatkan diri sendiri untuk cari lagu ini pagi-pagi supaya berhenti terngiang di kepala.

Begini sepenggal liriknya, dan cuma ini yang bolak balik kedengeran πŸ™ˆ,

untung saja sluruh diriku dapat ku jaga utuh, lalalalaa… kuputuskan saja taki cintanya

Kebayang ga sih? Bahkan bagian lalalala aja saya betul-betul ga ingat liriknya, tapi itu lagu ngotot ga mau pergi πŸ˜“

Akhirnya saya google dan nongol deh video ini di youtube, ada yang masih ingat? Kalau iya, pasti kamu anak lama juga hahahha…

http://youtu.be/k-KJPCxEedU

Guess How Much I Love You

IMG_7855.JPG
Ini judul baru bukunya Eden, sebetulnya kita sudah beli buku ini agak lama sih tapi saya ga yakin Eden akan tertarik. Tapi belakangan Eden selalu mau ambil segala kertas dan buku yang kita pegang, akhirnya saya sodorin deh buku ini. Kayanya sih Eden tertarik sama buku, semoga aja ya…

IMG_7853.JPG

Nah, ibu juga ga mau ketinggalan. Beberapa waktu lalu saya nemu buku The Secret Garden ini di rumah mertua. Kebetulan beliau punya 2 buku jadi saya diwarisin yang ini.

Buku ini punya ibu mertua, hadiah natal tahun 1954, dan masih tertulis nama gadisnya. Senang banget saya dapat buku warisan begini, walaupun warnanya sudah mulai pudar kekuningan tapi seru aja tau kalau ini buku warisan. Ibu mertua saya baru saja ulang tahun ke 70 hari Jumat minggu lalu loh, jadi silahkan hitung deh buku itu dia dapat pas umur berapa.

IMG_7849.JPG

Lazy Sunday

Setelah sekian lama akhirnya ngerasain lagi bangun siang, bahagia bener… Tadi pagi Eden bangun jam7.30, jadi saya bisa ikutan bangun siang. Biasanya Eden melek pas jam5 teng dan baru tidur lagi sekitar jam7/8 pagi.

Seperti biasa kalau hari Minggu kami jalan kaki ke Farmer’s Market dan sarapan disana. Pulangnya Eden main sama M sementara saya beberes. Ga lama rumah terasa sepi dan pas saya longok ke depan, ketemu pemandangan begini…

IMG_7824.JPG

IMG_7825.JPG

Tentunya ibu ga mau ketinggalan dooong…

IMG_7821.JPG
Selamat berkumpul bersama orang-orang kesayangan, semoga akhir pekannya menyenangkan 😘

Mom’s Group

Beberapa bulan sebelum melahirkan, dokter dan bidan sudah mulai menyarankan untuk bergabung dengan mom’s group di komunitas yang tersedia. Apalagi karena mereka tahu kalau saya masih baru di Perth dan ga punya siapa-siapa.

Setelah ibu saya pulang ke Jakarta, otomatis saya hanya berdua M mengurus Eden. Itupun M harus kerja jadi seharian ya sendiri deh. Nana rajin datang setiap 2/3 hari sekali untuk bantuin saya. Alhamdulillah mertua saya ini baik banget. Beliau selalu menawarkan diri untuk cuci piring, setrika, jemur baju atau apa saja pekerjaan rumah yang belum saya selesaikan. Tapi karena Eden waktu tidurnya lumayan bagus jadi saya selalu bisa sediakan waktu untuk beresin rumah. Akhirnya Nana cuma nemenin saya minum teh sambil ngobrol deh.

Komunitas pertama yang saya tahu adalah Ishar, multicultural women’s health centre yang lokasinya di Mirrabooka. Sekitar 20 menit berkendara dari rumah. Saya pernah sekali nyaris datang ke mom’s group disini tapi batal gara-gara tragedi stroller.

Selanjutnya ada juga Fathers and Mothers Group yang diadakan sama Balcatta House, untuk datang bisa booking ke 9345.7100. Lagi-lagi saya kalah sama rasa malas untuk keluar rumah.

Sampai akhirnya saya ikutan kelas Taste Bubs di Balcatta House. Kelas ini membahas pengenalan makanan pendamping ASI untuk bayi. Lumayan membantu karena hampir semua pertanyaan saya terjawab. Nah, disini saya kenalan sama salah satu ibu dan tanya apakah boleh saya gabung dengan mom’s group yang dia ikuti.

Singkat cerita, sekarang setiap hari Kamis jam 1 siang saya dan Eden ikutan kumpul dengan ibu-ibu di mom’s group tsb. Bayi kami hampir seumuran, dan seru mendengar cerita mereka tentang pengalaman masing-masing. Saling kasih info dan juga support. Rencananya kami akan segera pindah dari ngupi cantik di cafe ke taman karena para bayi mulai latihan merangkak.

Dulu saya suka senyum-senyum sendiri kalau lihat gerombolan ibu dan bayi beserta kereta dorongnya ngumpul di cafe atau taman. Sekarang saya jadi bagian dari gerombolan itu. Mungkin di Indonesia ga perlu ya komunitas seperti ini, tapi buat anak rantau macam saya terasa membantu banget. Setidaknya jadi punya teman ngobrol dan main buat saya dan Eden.

Saya masih mau coba gabung dengan beberapa grup lain yang diadakan posyandu, seperti playdate grup dan sejenisnya. Juga ada bootcamp untuk ibu dan bayi, ada les berenang bayi dan sebagainya. Nanti saya cerita lagi deh ya kalau sudah ikutan kegiatan atau komunitas baru.

Eden’s First…

Akhirnya bisa nulis lagi deh setelah urusan per-mudik-an selesai. Mari kita rapel perkembangan Eden selama beberapa minggu ini ya…

Naik Angkutan Umum

Ternyata bawa Eden naik angkutan umum ga sengeri bayangan saya. Dan untungnya Eden anteng lihat-lihat pemandangan dan orang lalu lalang. Pertama kita naik bis dari depan rumah dan disambung kereta sampai Perth City. Sukses 😍 mari kita lebih rajin jalan-jalan ya nak…

20140813-065346-24826859.jpg

Nonton Football di Stadion

Kami dapat undangan lagi dari kantornya M untuk nonton football di corporate box Patersons Stadium. Awalnya saya ga mau karena ga mungkin ninggalin Eden, tapi mereka kasih note khusus untuk bawa Eden plus dapat clearance untuk bawa stroller ke ruangan.

M rajin kirim update foto Eden ke beberapa rekan kantor dan sementara ini dapat rangking bayi favorit karena anteng dan mau digendong siapa saja kalau dibawa ke kantor πŸ˜‹

Jadi berangkat deh kita. Ternyata stroller ga bisa dibawa masuk area stadion dan harus dititipkan di ruang customer service. Jadi kita harus gendong Eden selama pertandingan πŸ˜… dan hebatnya, Eden bisa tidur loh ditengah rusuhnya pertandingan hahaha… Anak ibu banget deh! πŸ˜‹

20140813-071239-25959560.jpg

Mudik!

Sebetulnya kami ga ada rencana mudik Idul Fitri, tapi karena Bapak saya sakit jadi kita buru-buru cari tiket dan alhamdulillah dapat walaupun pulangnya saya dan M harus pisah karena jadwal kerjaan M yang sudah penuh.

Tentu saja ini juga pertama kali Eden naik pesawat. Sayang ga sempat ambil foto karena sibuk siapin posisi nyaman buat bos kecil.

Kami tiba di Jakarta dua hari sebelum lebaran, jadi Eden masih punya waktu sehari istirahat sebelum launching day di hari lebaran πŸ˜‹

Lagi-lagi kekhawatiran saya ga terbukti. Udara panas dan rusuhnya keluarga besar sama sekali ga membuat Eden rewel atau ga nyaman. Eden tetap tebar senyum sana sini dan mau digendong siapa saja. Dari lengkap pakai baju lebaran yang seragam sampai berakhir dengan nappy dan singlet πŸ˜‹

Setelah istirahat sehari, saya ajak Eden mampir ke kantor lama dan makan siang di Citywalk. Rupanya saya terlalu percaya diri kalau Eden anteng dan sehat. Lupa kalau dia baru saja genap 5 bulan. Eden pun flu berat, badannya panas lengkap dengan batuk pilek πŸ™ˆ akhirnya saya bawa ke RS Brawijaya.

Kejadian loh saya dituduh sebagai nanny-nya Eden 😑 saya pakai baju rapi walaupun tanpa make-up. Langsung deh mulut saya bertutur manis menohok mbak kasir atas tuduhannya. Nasib punya anak bening sementara saya gelap πŸ˜‹

IMG_7783.JPG Cecintaankuw 😍

IMG_7785.JPG Kesayangannya Enin Aki

IMG_7784.JPG Mas Fadhil, Eden, Neng Farah

Makaaan!

Pulang dari Jakarta, pola tidur malam Eden tiba-tiba berubah drastis. Dari yang cuma bangun sekali atau malah blas tidur sampai pagi jadi bangun tiap 2 jam sekali. Karena kita curiga kalau Eden kelaparan, jadilah langsung besoknya dicoba kasih makan.

Menu pertama buah pir toplesan merk Heinz. Walaupun awalnya bingung, tapi sukses banget alhamdulillah. Dan Eden pun kembali tidur manis seperti biasanya.

Semoga aja ibu bisa sempat bikin makanan rumah buat Eden ya nak 😘

IMG_7787.JPG