Binatang apakah ini…?

Jadi ya, saya tuh parah banget deh sama urusan nama binatang dan tumbuhan. Seperti misalnya burung, buat saya ya semuanya burung ga peduli namanya apa. Sementara M penggila burung dan sepertinya hafal segala jenis dan nama burung. Buku soal burung pun banyak berderet di rumah, belum lagi pajangan dan hiasan dinding bertema burung.

Walaupun saya suka banget nonton Animal Planet dan menganggap diri cukup sayang binatang, tapi saya tetap mengalami kesulitan mengidentifikasi nama binatang ๐Ÿ™ˆ dan buat saya, selama binatang hidup itu dalam jarak aman, saya masih bisa menikmati dan mengagumi kelucuan mereka.

Salah seorang teman baik saya, sebut saja C, justru kebalikan dari saya. Binatang apa aja bisa langsung nempel sama dia, bahkan pawang gajah sampe bengong liat reaksi gajah yang langsung cium-cium dan untel-untel teman saya dengan belalainya. Dia ini deh yang biasa nyela saya kalau ketemu binatang karena hampir bisa dipastikan saya akan salah jawab ๐Ÿ™ˆ

Suatu hari pas M lagi datang ke Jakarta, kebetulan Toys’R’Us yang di Grand Indonesia lagi menggelar tema binatang. Saya dengan cerianya komen dong, “eh, orang utan!”. M langsung nengok dan nyaut, “it’s gorilla tootsie”. Saya masih ngotot sampai lihat ada tulisan ‘gorila’ di papan keterangannya.

Kejadian selanjutnya, kita jalan bertiga, saya, M dan C. Lalu ada celengan bentuk binatang dan seperti biasa saya disuruh jawab itu binatang apa. Saya agak bete karena ngerasa terhina secara menurut saya itu jelas banget sapi. Jadi ya saya jawab sapi dooong… Yang ternyata adalah kuda nil sodarahhh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ M langsung ngeloyor pergi dan C ngakak ga kelar-kelar.

Terakhir, Eden dapat kado mainan dari teman saya. Dan saya tentu saja yakin banget kalau itu burung. Setuju ga?

20140719-191857-69537618.jpg

Seperti bisa diduga, saya salah lagi doooong… Itu dinosaurus!
Begini kata M waktu nerangin sambil nahan nyengir; “You see tootsie, it’s holding a bone in his hand and it has teeth. Do you really think bird has teeth and eat bones? And also, bird should have wings and not arms don’t you think?”.

Errrrrrrrrrr….

Iklan

Perth Riverside

20140713-135635-50195187.jpg
Pinggir sungai yang dibuat berpasir seperti di pantai

Salah satu spot jalan pagi/sore yang menyenangkan adalah di sepanjang sisi Swan River. Jalur sepeda yang terpisah dari jalur pejalan kaki membuat lebih nyaman karena ga takut ditabrak sepeda. Di salah satu sisi juga disediakan alat fitnes sederhana, tapi tentunya lumayan buat yang memang niat hidup sehat gratisan ๐Ÿ˜‹. Selain itu pemandangan yang cantik, terutama yang menghadap ke arah Perth City, bikin semangat jalan atau sekedar duduk manis dirumput atau bangku yang tersedia.

20140713-135733-50253393.jpg

20140713-135732-50252883.jpg

20140713-135732-50252295.jpg

20140713-135731-50251201.jpg

20140713-135730-50250213.jpg

20140713-135734-50254683.jpg

Ayo baca yoook!

Ga tau kenapa, buku ini selalu sukses bikin Eden anteng. Padahal isinya juga cuma muka-muka bayi, plus semacam cermin kecil di bagian belakang.

Sekarang ini stok buku bacaan untuk Eden hanya berbahasa Inggris walaupun kadang saya membacanya pakai bahasa Indonesia. Ada yang punya rekomendasi buku anak berbahasa Indonesia yang bagus?

20140711-095159-35519551.jpg

20140711-095200-35520731.jpg

20140711-095201-35521781.jpg

Buku di Minggu pagi ini

20140706-081712-29832526.jpg

Sudah lama rasanya ga menikmati ‘me time’ pagi sama buku, kopi dan hujan. Eden sekarang sudah bisa anteng main sendiri di play mat, jadi ibu bisa nyolong waktu duduk manis sedikit-sedikit.

Buku berjudul ‘Save Our Sleep karangan Tizzie Hall’ ini dipinjamkan oleh tetangga sebelah yang anak keduanya hanya selisih 17 hari lahirnya dari Eden. Harusnya saya baca buku ini sebelum lahiran, tapi ga apa deh toh masih banyak yang bisa diterapin.

Sejauh ini yang saya baca, Tizzie menganjurkan untuk menerapkan kebiasaan dan rutinitas minum susu dan waktu tidur bayi. Eden bisa dibilang ga bermasalah soal dua hal tersebut, tapi memang butuh minum susu untuk tidur (sleep aid).

Jadi, karena terinspirasi buku ini, saya lagi dalam usaha membuat Eden bisa tidur sendiri di boxnya setelah kenyang minum, tanpa saya harus menunggu dia tidur pulas di tangan baru kemudian saya pindahkan. Sudah beberapa kali percobaan sukses, walaupun lebih banyak kebangunnya terutama kalau siang hari.

Saya lanjut baca lagi dulu ya mumpung juragan asi lagi seru main sendiri.

Selamat menikmati hari Minggu ya…

Mandi Kembang

Masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya sama hal klenik, seperti percaya bahwa kalau cuci muka di sumber air tertentu akan membuat kita awet muda, banyak rejeki dan enteng jodo. Nah, yang mau saya bahas nih poin terakhir.

Dikeluarga besar ibu saya, hampir setiap pernikahan dilengkapi dengan ritual siraman. Sepertinya ini adat Jawa ya, karena dari pihak bapak saya yang Sunda kayanya ga ada siraman.

Air siraman yang harus berasal dari 7 sumur dan berhias kembang 7 rupa ini selain dipercaya akan ‘membersihkan’ calon pengantin juga dipercaya akan membuat para lajang yang cuci muka atau bahkan mandi air siraman nantinya enteng jodo.

Sayangnya ini sepertinya ga berlaku buat saya. Secara pernikahan sepupu yang pertama dan cuci muka dengan air siramannya terjadi waktu saya SMA. Bagus saya ga kecemplung di air siraman waktu bayi macam Obelix ya hahhaa… Dari yang awalnya lucu-lucuan berebut dan antri sama sepupu-sepupu lain, sampai malas karena peserta yang semakin berkurang dan saya akhirnya hampir selalu jadi peserta paling tua ๐Ÿ˜…

Selanjutnya soal nyolong melatinya pengantin. Ga tau kenapa saya ga tertarik deh sama nyolong-nyolongan ini, kasihan aja udah cantik-cantik jadi acakadul kan…

Suatu waktu para bude mulai nyadar kalau saya ga lagi terlalu peduli sama hal-hal seperti ini, jadi biasanya pas saya pamit pulang selalu ada oleh-oleh khusus berupa sebotol air siraman atau potongan melati. Hadeuh keukeuh ya nek… ๐Ÿ˜„

Ga cuma kepercayaan masyarakat Indonesia aja, soal menangkap lemparan buket bunga pengantin juga dipercaya oleh masyarakat barat sebagai pertanda akan jadi pengantin selanjutnya ini ga kejadian juga sama saya. Saya kebagian lemparan buket bunga pengantin ga tanggung-tanggung, tiga kali dalam periode setahun di 2004. Itu saya lagi naksir orang dan si buket bunga bikin ge-er kalau saya bakal jadian sama dia, which didn’t ๐Ÿ˜‹. Dan saya punya pacar di 2005, dimana thanks to the bouquet, kirain saya akan segera jadi penganten, which -again- was wrong kekekekk…

Ada yang ngalamin mandi kembang dan loncat pake high-heels plus kebay demi ngedapetin buket bunga penganten juga? ๐Ÿ˜‹

Wellington Dam

Musin dingin di Perth itu berarti hujan dan hujan. Seperti hari ini, matahari kayanya asik selimutan di balik awan sambil ngupi cantik nontonin bumi yang kehujanan.

Saya jadi ingat pas hujan lagi deras-derasnya tahun lalu, ada berita kalau debit air di Bendungan Wellington melebihi ambang batas dan keseluruhan pintu air akan dibuka. Fenomena ini terakhir kali terjadi tahun 2009 dan merupakan peristiwa ketiga sepanjang dekade. Jadi kami memutuskan untuk berangkat dan melihat sendiri peristiwa langka ini.

20140702-124729-46049735.jpg

Bendungan ini membentang sepanjang 366m dengan ketinggian 34m, mampu menampung sekitar 186 juta kiloliter dalam keadaan penuh. Rada deg-degan saya lihat derasnya air yang keluar dari pintu air bendungan, ingat kejadian Situ Gintung. Sementara banyak orang yang cukup nekat berani turun ke jalan kecil didepan bendungan dan foto-foto, kami cukup lihat dari platform view aja deh.

Btw, klo baca disini, ternyata Bendungan Jatiluhur jauh lebih besar dari ini. Tingginya 105m dan panjang 1220m. Widihhh canggih banget! Saya ingat pernah diajak Bapak saya lihat Bendungan Jatiluhur waktu kecil, tapi ga ngeh juga kalau sebesar itu bangunannya. Kadang kita suka sibuk kagum sama sesuatu diluar negeri, padahal bangsa sendiri punya sesuatu yang lebih hebat ya…