Birth Preparation Class II

Postingan ini telat banget, secara ini hari Rabu dan besok adalah kelas terakhir. Gara-garanya udah ngetik panjang lebar, eh entah kenapa bukan mencet publish malah delete. Jadi males deh ngetik ulang lagi semuanya. But anyway, semoga ga bosen ya karena akan jadi rapelan nih.

Kelas kedua ini diadakan di ruang rawat inap ibu melahirkan, karena kebetulan ruang kelas yang sebelumnya kita gunakan sedang dalam proses renovasi. Lumayan jadi bisa sekalian liat tempat kita nginap nanti.

Berhubung ini fasilitas pemerintah, jadi ga ada kelas-kelasan. Ruang rawat inap di bangsal melahirkan hanya 2 macam. Kamar untuk pasien ibu hamil/melahirkan yang sakit, satu kamar sendiri. Sedangkan untuk ibu melahirkan, satu kamar berempat. Support person tidak diperbolehkan menginap, tapi boleh tinggal lebih lama untuk membantu menjaga bayi apabila sang ibu butuh istirahat. Jadi disini bayi ga tidur di ruang bayi, tetapi di ruangan rawat inap ibu. Makanya kamar mandi yang di dalam kamar rawat inap ini juga besar, karena para ibu biasanya membawa box bayinya masuk apabila mereka perlu ke kamar mandi. Bidan dan suster tentu akan membantu, tapi sepertinya akan jauh berbeda dengan perawatan di Jakarta. Pasien disini sepertinya diharapkan untuk mandiri, supaya cepat terbiasa juga kali ya. Bayi boleh digendong selama berada dalam kamar rawat inap, tapi kalau keluar pintu dan jalan-jalan harus diletakkan di box bayi.

Lama rawat inap untuk proses melahirkan natural 48jam, sedangkan untuk proses melahirkan caesar 96jam. Itu maksimal, tapi tentu saja mereka ga akan mengusir kita kalau memang kita dianggap masih memerlukan penanganan medis.

Selesai membahas tentang kamar, Bidan Peta menerangkan tentang penawar rasa sakit untuk proses melahirkan.
Yang pertama adalah pengalihan perhatian pasien dari rasa sakit. Bisa berupa berendam di bath-tub, pijat, TENS (semacam alat pijat), berjalan-jalan, dll. Kenapa jalan dan ga tiduran aja? Karena umumnya tiduran akan memperlambat proses melahirkan dan juga membuat ibu merasa lebih tidak nyaman.
Yang kedua adalah dengan gas Nitrous Oxide (laughing gas). Gas yang membantu ibu mengurangi rasa sakit. Bisa dilakukan terus menerus sampai menjelang waktu melahirkan.
Kemudian morfin (pethidine). Efek samping dari penggunaan morfin adalah, apabila bayi lahir dalam waktu kurang dari 4 jam setelah morfin disuntikkan ke tubuh ibu, maka tubuh bayi tsb harus berjuang keras mengolah sendiri morfin. Kasihan bayinya, makanya harus diperhitungkan waktu perkiraan lahir apabila akan dilakukan penggunaan morfin.
Pilihan terakhir adalah epidural. Apabila proses epidural sudah dimulai, maka ibu harus berbaring di tempat tidur dan segala peralatan pun mulai dipasangkan. Antara lain alat ukur kontraksi, alat ukur detak jantung bayi, dll. Karena ibu dalam keadaan bius dan tidak lagi mampu merasakan sakit atau apapun disekitar perut. Seperti pilihan di atas, apabila bayi lahir dalam waktu kurang dari 4jam atau efek epidural masih sangat kuat, kemungkinan akan diperlukan alat bantu (vacuum, dll) atau bahkan bisa berakhir dengan proses caesar. Bagaimana mau mendorong bayi keluar kalau kita tidak bisa merasakan apapun di bagian perut kan?
Apabila ibu memilih untuk dilakukan induksi, maka sejak awal ibu harus berbaring di tempat tidur dan peralatan pun mulai dipasang.

Saya berharap sih akan bisa bertahan dengan gas, tapi biar bagaimanapun, kami berdua memilih untuk keep all the obove options open. Secara ga tau nanti kemampuan dan kekuatan saya akan bisa sejauh apa menjalani proses melahirkan.

Selanjutnya, giliran phisioterapist Ocean yang ngomong. Kali ini topiknya adalah pelvic muscle.
Bagaimana menjaga agar pelvic muscle kita tetap kuat, supaya kalau (ini contoh mudahnya) batuk atau bersin ga langsung blas pipis. Huiii kemarin-kemarin saya suka ngeledek ibu dan adik saya, sekarang giliran saya nih usaha supaya ga kualat kekekeke…

Saya baru tau loh kalau ternyata laki-laki juga sebaiknya melatih pelvic muscle mereka hahahaa kirain perempuan aja yang punya dan bisa senam kegel ya?
Cara melatih pelvic muscle yang paling mudah adalah setelah pipis. Lakukan 3 kali latihan pelvic muscle setelah kita selesai, baru bebersih dan beranjak. Susah-susah gampang ya, soalnya yang tau kan cuma kita sendiri, ga kelihatan dari penampakan fisik.
Dan ternyata, posisi tubuh waktu pipis di toilet umum dengan nyaris duduk itu tidak dianjurkan. Karena hasil pipis kita ga maksimal, juga pelvic muscle-nya bekerja lebih sulit, antara menahan tubuh dan mengeluarkan cairan tubuh. Jadi lebih baik dibersihkan dulu aja dudukan toiletnya, atau ditutup dengan tisu sebelum kita gunakan.

Oiya, di awal pertemuan kami diperkenalkan dengan 2 orang bidan magang. Selama periode magang, mereka diharapkan mendampingi 22 pasien ibu hamil/melahirkan. Terserah kita mau mereka hadir di setiap sesi kunjungan ke rumah sakit, atau hanya pada saat melahirkan. Kalau yang saya dengar sih, keberadaan mereka ini lumayan membantu. Setidaknya kita akan ketemu wajah yang sama setiap kali kunjungan. Jadi ingat saya harus hubungi mereka untuk janjian minggu depan.

Walaupun Peta dan Ocean menerangkan dan memeragakan segala hal dengan cukup santai, ga bisa dipungkiri loh kalau di beberapa bagian nyali saya ciut dan jidat/hidung berkerut. Deg-degan neeeek…

Advertisements

2 thoughts on “Birth Preparation Class II

    • Iya bener jepit release kya jaman BL dulu. Cuma kata si phisioterapist, pinggul kita ga bgerak secara bagian dalam yg nglakuin jepit release itu Tje…

      Epidural efek samping buat bayi sama kaya morfin, klo masih sisa di tubuh bayi pas dia udah lahir jadi mesti proses di badannya sendiri dan mungkin jadi agak ngawang2 gtu ya si bayi pas lahir.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s