Birth Preparation Class I

Akhirnya kamis malam kemarin kami berdua ikutan Birth Preparation Class. Diadakan dalam 4 kali pertemuan setiap hari Kamis, jam 615-830 malam. Kelas ini gratis, dan diadakan di RS Osborne Park dimana kita rencananya akan melahirkan Lil Aussie nanti.

Btw ya, M dulu juga lahir di RS ini, karena rumah mereka masih dalam satu wilayah layanan RS Osborne Park. Semacam satu rayon gtu lah kalau jaman sekolah dulu 😋

Peserta yang hadir malam kemarin cukup banyak, ada sekitar 12 pasangan. Pemberi materi ada 2 orang; bidan Peta dan phisioterapist Ocean. Cara mereka menjelaskan cukup detail, lengkap dengan gerakan fisik yang penuh ekspresi (baca: drama bgts). Walaupun ada beberapa becandaan dan istilah medis yang saya ga paham, tapi secara keseluruhan bisa dimengerti dengan jelas.

Pertama dijelaskan mengenai apa-apa saja yang diperiksa oleh dokter/bidan dan kenapa, lalu gerakan yang baik dan benar dilakukan selama hamil dan pada saat bayi sudah lahir untuk menghindari low back pain dan sakit persendian, dan yang paling seru adalah bagian menjelang waktu melahirkan.

Bidan Peta bilang kalau kontraksi bisa dimulai beberapa minggu sebelum hari H, salah satunya yang disebut kontraksi palsu. Rasa sakitnya seperti sakit datang bulan, bisa semalaman sakit dan besoknya normal, sakit datang dan pergi.
Kontraksi tahap kedua, berlangsung selama 30detik, satu sama lain berjarak sekitar 10menit.
Kontraksi tahap ketiga, berlangsung selama 40detik, dengan selang waktu 10menit.
Kontraksi tahap akhir, berlangsung selama 60detik, beberapa kali dalam 10menit. Dan kalau sudah berlangsung cukup lama, itu artinya sudah waktunya berangkat ke rumah sakit.

Sedangkan indikasi kedua untuk segera ke rumah sakit adalah pecahnya air ketuban. Bisa dipastikan kalau bayi akan lahir dalam waktu 24jam setelah pecah air ketuban.

Dijelaskan juga peran suami (support person) pada saat kontraksi sudah mulai intens, apa-apa saja yang diharapkan dari para suami sehingga bumil bisa menjalani fokus dalam menjalani proses melahirkan dan stress-free.

Bumil diharapkan tinggal di rumah selama mungkin dan baru berangkat ke rumah sakit pada saat kedua indikasi tsb di atas muncul. Karena umumnya secara psikologis, rumah sakit memberi kesan tidak nyaman dan kalau itu terjadi akan dapat mrmbuat proses melahirkan menjadi lebih lama. Untungnya rumah sakit kami ini jaraknya hanya sekitar 5menit berkendara, karena posisinya sekitar 300m jalan kaki dan kelihatan dari depan rumah.

Oiya, dijelaskan juga posisi bayi yang paling baik untuk proses melahirkan natural adalah kepala di bawah dan menghadap ke arah ibunya. Kalau nanti posisi bayi tidak ideal, misalnya kepala di bawah tapi membelakangi ibu, dan pihak RS menyarankan untuk dilakukan ceasarian tapi kita tetap ingin normal, maka kita diharuskan pindah ke Kings Edward Hospital. Karena RS daerah tidak memiliki kelengkapan untuk keadaan khusus, dan semua tindakan sulit (complicated labour) hanya bisa dilakukan di Kings Edward Hospital.

Terus terang ya, mendengarkan penjelasan mereka sepanjang kelas berlangsung itu sejuta rasa banget. Ya semangat, ya tegang, ya takut juga…
Insya Allah kita bertiga kuat dan sehat ya, jadi semua bisa berjalan lancar tanpa halangan, aamiin…

Tambahan, saking banyaknya penjelasan sampe lupa beberapa hal berikut;

Setelah kelas selesai, kita diajak melihat area Birthing Suite atau area untuk melahirkan. Koridornya kelihatan beda banget sama area Maternity Ward, dan tadinya saya pikir (ngarep) ini adalah area VIP. Soalnya karpet koridornya beda, tata lampunya kelihatan lebih tenang dan adem, trus juga lebih sepi.

Ruang pertama yang kita lihat adalah kamar mandi. Bukan kamar mandi biasa loh, isinya cuma bath-tub yang super besar dan toilet. Jadi selama masa kontraksi, bumil bisa berendam disini bersama support person. Posisinya tentu ga seperti kita berendam pada umumnya. Posisi seperti berlutut dan lengan bersandar ke pinggiran bath-tub, hampir seperti nungging deh. Diharapkan ini akan membantu mengurangi rasa sakit tapi tidak menghambat proses bukaan.

Setelah itu kita ke ruangan lain yang cukup besar, dari pintu kita langsung masuk ke ruang duduk. Sebelah kanan ruang melahirkan lengkap dengan segala perlengkapan alat, bed besar dengan tumpuan kaki (mehh, langsung deg-degan loh lihat ini kekekekkk), walaupun ditata sedemikian rupa supaya tampak seperti kamar inap biasa, tetap mengerenyit juga jidat saya deh lihatnya.

Sebelah kiri dari ruang duduk adalah area kamar mandi, ukurannya biasa dan ga besar seperti kamar rendam. Sayang ga boleh ambil foto ruangan, jadi ya semoga penjelasannya cukup jelas ya…

Soal berapa orang support person yang kita inginkan itu terserah bumil, rumah sakit ga membatasi. Tapi kayanya klo diluar negeri ga bakal serame di Indonesia ya penunggunya. Waktu ponakan pertama saya lahir itu, wihhh yang nunggu diluar ruang operasi udah kaya orang nganter pergi haji, rameeee… Saya nanti cuma ditemani sama M dan ibu saya. Alhamdulillah ibu saya bersedia nemenin saya lama-lama di Perth dan ninggalin 2 cucunya. Tengkyu ya Mimo sayaaang *peyuks

Advertisements

2 thoughts on “Birth Preparation Class I

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s