Kendala Bahasa

Walaupun saya lumayan biasa bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris, waktu pertama kali M nongol ini saya cukup khawatir akan banyak salah paham dan kesulitan menerangkan banyak hal. Tapi sesudah dijalani, ternyata komunikasi kami cukup baik dan lancar. Setiap malam kami telponan, kemudian diganti dengan skype. Diluar itu, komunikasi lewat bbm dan messenger kantor pun ga putus. Dan obrolan kami tuh bisa panjang ngbahas segala macam.

Dengan Bahasa Inggris logat Jakarta kental, saya akhirnya cukup percaya diri kalau masalah beda bahasa ini akan mampu saya hadapi.

Sampai suatu waktu sekitar 2 minggu setelah kedatangan saya ke Perth. Saya, M dan kedua anaknya pergi ke Perth Zoo. Ada selebaran kuis untuk anak-anak yang berisi pertanyaan tentang binatang yang ada dalam kebun binatang ini.

Salah satu jawabannya adalah ‘kasuari’. Tapi saya kan ga tau ya ejaan kasuari dalam Bahasa Inggris, jadilah saya tanya M. Daaan anaknya yang pertama, laki-laki umur 9 tahun langsung komen dooong…
“You don’t know how to spell cassowary?”
Beuhhh langsung panas bener rasanya nih muka. Satu-satunya pembenaran ya karena ejaan Bahasa Indonesia-nya berbeda. Tapi kan teteup ya neeek… 🙈

Kemudian masalah selanjutnya muncul. Anak keduanya M, perempuan umur 7 tahun lagi senang baca. Dan karena belum lancar, dia masih sering mengeja. Ini masalah lagi loh ternyata. Cara eja Bahasa Inggris tentu saja berbeda sama Bahasa Indonesia. Dan dari jaman dulu belajar Bahasa Inggris, saya ga pernah mulai dengan pelajaran mengeja. Matilah saya panik lagi 😓

Jadi ingat ceritanya De beberapa waktu lalu soal Fayra yang mogok sekolah karena merasa kemampuannya membaca dalam Bahasa Inggris tertinggal dari teman-teman sekelasnya. Tentu saja sebagai ibu yang baik, De jadi harus ikut belajar mengeja juga.

Duhhh mulailah saya merasa si kendala bahasa itu muncul lagi.
Saya dari dulu bukan pemerhati binatang maupun tumbuhan. Pokoknya buat saya itu pohon, ga peduli apakah pohon jambu kah atau pohon mangga. Dan itu burung, atau ikan. Saya malas mengingat nama masing-masing binatang. Kebayang kan, Bahasa Indonesia saja saya ga tahu, apalagi Bahasa Inggris?

Kosakata, pengucapan dan tata bahasa masih suka dikoreksi sama M, ga bisa mengeja pulak. Betul-betul PR banget deh nanti pas ngajarin Lil Aussie.

Jadi sekarang saya semacam kejar paket A deh judulnya, pemanasan sama anak-anaknya M sebelum tiba waktunya ngajarin Lil Aussie(s).

Never too old to learn indeed… 😋

Advertisements

4 thoughts on “Kendala Bahasa

    • Huihihi belajar lagi bener deh judulnya.
      Aku tuh klo udah ngantuk n capek, suka ga nyadar loh nyautin M pake bahasa Indonesia hahaha… Tinggal dia bengong n cengengesan 🙈

  1. Aku dulu pas les bahasa Inggris selalu disuruh spell satu artikel dan pasti mulut capek. Sekarang mesti belajar Inggris Irish, pusing tapi tertantang walaupun nggak mau ngomong Inggris kayak mereka.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s